TSUNAMI DAM
Film ini dimulai ketika pembangunan bendungan Vajont, sebuah bendungan yang diperkirakan akan menjadi bendungan termegah di dunia. Bendungan ini dibangun di lembah vajont yang merupakan kaki gunung Toc pada tahun 1959. Dan bendungan ini dibangun oleh kontraktor dari perusahaan SADE. Pada tahap awal pembangunan bendungan ini sempat terjadi bencana tanah longsor kecil yang mengakibatkan tewasnya seorang pekerja. Dari sinilah keganjilan dalam pembangunan ini mulai terlihat.
Beberapa waktu kemudian tepatnya pada bulan April 1959, terjadi gempa kecil yang menimbulkan retakan pada lereng gunung Toc, hal ini dianggap oleh ahli geologi SADE yaiu Prof. Delphias dan direktur pelaksana pembangunan Ir. Pacini bukan suatu masalah yang besar. Dilain pihak, Tina Merlin seorang wartawan menemukan adanya suatu kejanggalan yang ditutup-tutupi oleh pihak SADE yaitu bahwa pembangunan bendungan ini akan menimbulkan bencana besar.
Lambat laun, apa yang dikhawatirkan oleh wartawan itu mulai terjadi, retakan yang terjadi akibat adanya gempa pertama semakin membesar dengan kecepatan pergeseran 5mm perhari. Namun hal itu ditutup-tutupi oleh pihak SADE, bahkan mereka meremehkan pihak kementrian dari Roma yang melihat adanya kejanggalan dalam pembangunan bendungan tersebut. Melihat jawaban dari pihak SADE yang berbau gurauan tersebut, pihak kementrian Roma perlu meminta laporan tertulis dari SADE mengenai perkembangan pembangunan tersebut, terkait dengan beberapa bencana yang terjadi sejak pembangunan bendungan itu dimulai. Hal ini berkaitan dengan kelangsungan pembangunan apakah akan dilanjutkan atau dihentikan. Dalam laporan yang pihak SADE tulis, sekali lagi mereka menutupi fakta yang terjadi di lapangan.
Setelah pembangunan tersebut selesai pihak SADE mulai merasa ketakutan dikarenakan keadaan alam yang semakin labil dan menunjukkan hal-hal yang selama ini meraka tutupi.
Pada akhirnya apa yang mereka semua khawatirkan terjadi, pada suatu malam tanggal 9 Oktober 1963 retakan yang ada menyebabkan longsor besar sehingga gunung Toc runtuh dan berjatuhan kedalam bendungan sehingga terjadi gelombang besar yang menyebabkan air di dalam bendungan meluap setinggi 200m dan membanjiri desa Etto, Casso, St. Marino, Hamlet, Penida, Spesse, Cristo, serta meluluhlantakkan 5 Kota yaitu Longerone, Rivalto, Perago, Villanova dan Fee dengan total korban lebih dari 2000 orang tewas!
TINJAUAN ETIKA BISNIS:
Tinjauan Aspek Etika Deontologi
Deontologi menyatakan bahwa suatu tindakan itu baik bukan dinilai dari berdasarkan akibat atau tujuan baik dari tindakan itu melainkan berdasrkan tindakan itu sendiri, maka tindakan itu bernilai moral kerena tindakan itu dilaksanakan berdasarkan kewajiban yang harus dilaksanakan telepas dari tujuan atau akibat dari tindakan itu. Atas dasar itu maka dapat kita simpulkan bahwa pembangunan DAM ini memiliki nilai yang etis, hal ini dikarenakan tujuan dari pembangunan DAM itu adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan adanya listrik yang dihasilkan oleh bendungan tersebut serta adanya obyek wisata dari DAM itu sendiri.
Tinjauan Aspek Etika Teleologi
Teleologi menyatakan bahwa baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tinakan itu. Suatu tindakan dinilai baik kalau bertujuan mencapai sesuatu yang baik, atau kalau akibat yang ditimbulakannya baik dan berguna. Atas dasar itu maka dapat kita simpulkan bahwa pembangunan DAM ini tidak memiliki nilai etis, dikarenakan pembangunan DAM itu mengakibatkan keadaan alam disekitarnya menjadi tidak stabil yang pada akhirnya menimbulkan bencana.
Berdasarkan prinsip-prinsip etika profesi antara lain :
- Prinsip tanggung jawab
- Prinsip keadilan
- Pinsip otonomi
- Integritas moral
Didalam film ini terdapat 2 profesi yang kita soroti yaitu para insinyur dan ahli geologi dari pihak SADE. Berdasarkan pada prinsip yang pertama Ahli Geologi dari pihak SADE memberikan informasi yang tidak sesuai dengan fakta, karena jika informasi yang diberikan sesuai dengan fakta maka pembanguna DAM kemungkinan besar dapat dihentikan. Sedangka para insinyur menutup mata terhadap fakta yang ada dilapangan. Berdasarkan pada prinsip yang kedua, karena informasi yang ditutup-tutupi oleh para geolog dan insinyur, para penduduk disekitar lokasi bendungan sangat dirugikan karena pemukiman mereka yang digusur dan bencana yang ditumbulkan. Berdasarkan prinsip yang ketiga para ahli goelogi dan insinyur menyalahgunakan wewenanang yang mereka miliki dengan memanipulasi laporan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya dilapangan. Berdasasrkan pada prinsip yang keempat para ahli Geologi dan Insinyur kurang mempunyai komimen pribadi untuk menjaga keluhuran profesinya, nama baiknya, dan juga kepentingan orang lain dan masyarakat.
Kesimpulan :
Dalam kasus film “Tsunami Dam” ini terdapat beberapa pelanggaran etika yang telah dilakukan oleh insinyur dan ahli geologi dari perusahaan SADE yang tidak menghiraukan fakta-fakta yang tejadi di lapangan dan memanipulasi laporan yang dilaporkan kepada pihak kementrian di Roma. Sehingga menurut prinsip-prinsip etika, perusahaan ini tidak etis dalam menjalankan bisnisnya.
Kontributor:
Rangga, Pitoy, Tea, Dimas, Buntara
Sumber:
http://www.italiaplease.com/eng/megazine/giroditalia/2001/10/vajont/index.html
http://www.vajont.net/
Filed Under: Resensi Film

Saya pikir ini adh kejadian alam yg menarik untuk disikapi oleh para engineer