Telkom Akuisisi Sigma Cipta

PT Telekomunikasi
”Perjanjian jual beli bersyaratnya telah ditandatangani pada 18 Desember lalu,” ungkap Vice President Marketing and Communications Telkom Eddy Kurnia ketika dihubungi SINDO di Jakarta kemarin. Mengenai nilai pembelian Sigma, Eddy belum bersedia mengungkapkan karena prosesnya belum selesai.
Dia berharap angka pembelian sudah bisa diketahui paling lambat Februari 2008. ”Saat ini
”Hasil yang diharapkan dari transaksi itu memberikan keuntungan bagi pelanggan dan pemegang saham Telkom,” katanya. Rinaldi menambahkan, kajian masalah aspek legal dari transaksi akuisisi Sigma itu diharapkan dapat selesai pada pertengahan Februari 2008, yaitu kedua pihak diharapkan mendapat persetujuan formal dari pemegang saham atas transaksi tersebut.
Menurut Rinaldi,Telkom memilih mengakuisisi Sigma karena pengalamannya lebih dari 20 tahun di bidang teknologi informasi. ”Perjanjian ini ditandatangani dengan harapan agar Telkom Group dapat memperkuat posisinya dalam pasar teknologi informasi dan enterprise di
Sementara itu, Presiden Komisaris Sigma Toto Sugiri merasa gembira dan bangga menyambut Telkom sebagai mitra utama dari Sigma. ”Kami berharap dapat tercipta sinergi dari perbedaan keahlian yang kita miliki,” tandasnya.
Menurut Toto, Telkom sangat tepat memilih Sigma sebagai mitra karena telah memperoleh reputasi yang solid dengan data recovery center(DRC) dan IT management outsourcing services yang andal.
”Kita merupakan salah satu data center yang paling canggih di
Sementara pendapatan usaha sebesar Rp45,287 triliun atau naik 21,7% dibandingkan periode yang sama sebelumnya. Pendapatan usaha tersebut sebagian besar dikontribusi dari pendapatan telepon seluler sebesar Rp16,716 triliun, telepon tidak bergerak Rp8,46 triliun, interkoneksi Rp8,7 triliun, data dan internet Rp10,16 triliun.
Kenaikan pendapatan layanan data dan internet tersebut sangat tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, yang tercatat sebesar Rp6,3 triliun. Sementara pendapatan dari interkoneksi juga naik,dari Rp6,366 triliun pada September tahun lalu menjadi Rp8,76 triliun.
Namun, pada periode kali ini, Telkom juga kehilangan pendapatan dari pos kerja sama operasi. Jika pada periode Januari-September tahun lalu pos pendapatan kerja sama operasi meraih pendapatan Rp485,34 miliar, sampai September 2007 Telkom tidak membukukan pendapatan kerja sama operasi sama sekali.
Di sisi lain,beban usaha perseroan naik dari Rp20,01 triliun per 30 September tahun lalu naik menjadi Rp25,39 triliun pada periode yang sama tahun ini. Kenaikan beban terbesar terjadi pada beban interkoneksi, yang pada periode kali ini tercatat sebesar Rp1,64 triliun.
Sementara pada sebelumnya, pos tersebut tidak menimbulkan beban biaya sama sekali. Beban lain yang meningkat signifikan adalah beban karyawan, yaitu meningkat dari Rp4,96 triliun pada tahun lalu menjadi Rp6,188 triliun. (rakhmat baihaqi)
sumber: seputar-indonesia.com
Filed Under: Ekonomi
