PENDARATAN PESAWAT TANPA REM?
Jika melihat judul di atas mungkin sebagian dari Anda ada yang tidak percaya, tapi itulah yang dilakukan para Pilot AL Amerika (US NAVY) yang bertugas di kapal induk. Kemampuan mereka menjadi andalan. Pasalnya, mereka harus bisa mendarat di kotak pendaratan yang amat pendek (hanya 25-50 meter).
Kotak pendaratan yang amat pendek ini jelas menuntut prosedur pendaratan yang amat berbeda dengan pendaratan di landasan konvensional. Prosedurnya, para Pilot harus bisa menyangkutkan pengait pada bagian belakang pesawatnya ke salah satu dari empat kabel penahan yang terbentang dari kiri ke kanan tempat pendaratan. Tingginya dari permukan hanya 30cm, mebentang pertama hanya sekitar 40 metet dari ujung belakang kapal, dan jarak antar kabel sekitar 5-10 meter tergantung jenis kapal. Bila di landasan konvensional, kecepatan boleh dibuat serendah mungkin, sedangkan mendarat di kapal induk kecepatan pesawat harus dijaga agar tetap tinggi.
Uniknya, setelah roda menyantuh permukaan dan hook terkait pada salah satu kabel, bukan rem yang harus diinjak melainkan membuka throttle selebar mungkin. Mengapa? Bila pengait di bagian belakang pesawat gagal menyangkut pada salah satu kabel penahan, pesawat bisa langsung terbang lagi. Jadi, pada saat mendaratkan pesawatnya di kapal induk, para Pilot ini “diharamkan” untuk menginjak rem.
i like aeroplane