Pangsa Pasar Elektronik Mencapai Rp 3 T Per Bulan
Dengan geliat perekonomian indonesia saat ini ikut juga membawa dampak terhadap Bisnis Elektonik dengan mencatat prestasi lumayan sepanjang 2007. Total market elektronik diprediksi tembus Rp 3 triliun per bulan atau tumbuh 30 persen dibanding tahun 2006. Selain frekuensi munculnya produk baru semakin tinggi, melesatnya pasar juga ditunjang bertambahnya outlet-outlet khusus elektronik yang semakin kompetitif dan variatif.
Dikutip dari media cetak jawapos Dick Chandra Adrianus, chief operation officer (COO) Electronic Solution, mengatakan sekitar 50 persen dari total pasar elektronik masih disumbang penjualan di Jakarta. “Pasar Jakarta masih menjadi andalan,” ungkap Dick.
Karena itu, lanjut dia, untuk melayani pasar Jakarta yang demikian besar, jaringan outlet tidak cukup satu. Minimal harus hadir di setiap penjuru Jakarta. “Hanya dengan strategi itu bisa menjangkau konsumen paling potensial,” jelasnya. Electronic Solution sampai saat ini telah membuka 9 gerai di Jakarta, dengan outlet terbaru di Mal Puri Indah, Jakarta Barat, yang dibuka 19 Desember 2007.
Investasi untuk mendirikan setiap unit outlet berkisar Rp 5 miliar-Rp10 miliar. Itu bergantung besar-kecilnya serta lokasi outlet. Biasanya, outlet Electronic Solution paling kecil 2.500 m2 dan paling besar 10.000 m2. Sementara jumlah SDM yang dipekerjakan di tiap outlet berkisar 100-150 orang. “Investasi di luar Jakarta dan di luar Jawa untuk tiap outlet biasanya jauh lebih kecil,” ungkapnya.
Biaya yang lebih kecil membuat Electronic Solution cenderung memperbesar outlet di luar Jawa tahun ini. Kehadiran outlet elektronik di daerah diharapkan mengusung konsumen masuk ke pasar modern. “Selama 2007, kami menargetkan masing-masing outlet mampu merebut 20-30 persen pangsa pasar tradisional,” ujarnya.
Daniel Trisno, GM Operation Electronic Solution, mengakui pasar tradisional masih mendominasi sebagai tempat penjualan produk-produk elektronik. “Pangsa pasarnya mendominasi sekitar 70 persen,” ujarnya. Kemudian disusul pangsa hypermarket 20 persen dan 10 persen pangsa outlet khusus elektronik.
Dia optimistis pasar elektronik modern semakin berkembang di masa mendatang. Selain karena perkembangan produk elektronik yang semakin cepat, juga karena berbagai nilai tambah yang didapat konsumen dari pasar modern serta kemudahan dalam mendapatkan barang elektornik yang dibutuhkan dengan harga yang kompetitif. [yos/balance]
Filed Under: Ekonomi
