Tag Cloud
Berita Terakhir

Lima Pejabat Kemenkeu Dicopot

24 Januari 2011 | 23:49 wib

Jakarta, CyberNews. Lima pejabat di jajaran Kementrian Keuangan telah dicopot karena terindikasi terlibat kasus mafia pajak dengan terdakwa Gayus Halomoan Tambunan. Demikian disampaikan Menteri Keuangan Agus Martowardjojo, Senin (24/1).

“Pada Jumat (21/1) kemaren kami telah melakukan pencopotan terhadap lima orang pejabat eselon tiga di Kementerian Keuangan yang terindikasi terlibat kasus Gayus,” terangnya usai menghadiri rapat koordinasi terbatas bidang hukum di Kantor Wakil Presiden, di Jakarta.

Agus menjelaskan, kelimanya diperiksa oleh Irjen dan telah mendapat sanksi adminitrasi sejak Jumat pekan lalu. “Mereka merupakan tambahan dari sejumlah pejabat Kementerian Keuangan yang telah dicopot, diperiksa sebelumnya pada periode Maret hingga Juni 2010 saat kasus ini mulai merebak,” ungkap Agus.

Namun ketika disinggung apakah Dirjen Pajak Mochamad Tjiptardjo termasuk satu di antaranya, Agus membantah, “Dirjen Pajak tidak. Itu termasuk dalam perubahan jajaran eselon I,” tukas Agus.

Ia mengemukakan, akhir pekan lalu pihaknya sudah melakukan pengisian kursi di jajaran pejabat eselon I, antara lain perubahan kepemimpinan di Ditjen Pajak dari Mochamad Tjiptardjo ke Fuad Rahmany.

( Ant / CN16 )

http://suaramerdeka.com

Crop Circle Muncul Setelah Terdengar Suara Gemuruh

Yogyakarta, CyberNews. Lokasi diketemukannya Crop Circle atau lingkaran taman di hamparan areal persawahan warga di Desa Jogotirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta Minggu (23/1) kemarin, saat ini telah dipasangi garis polisi, Senin, (24/1).

Warga setempat beranggapan bahwa, lingkaran yang membentuk suatu pola tertentu atau tanda tersebut adalah jejak pendaratan sebuah pesawat dari planet lain, yakni Unidentified Flying Object (UFO). Menurut warga setempat fenomena itu muncul sebelum hujan turun. Saat itu terdengar suara gemuruh dan angin kencang.

Tidak ada jejak, jika lingkaran itu adalah buatan manusi. Karena, Sabtu (22/1) malam tidak ada orang yang mencurigakan di areal persawahan itu dan keesokan harinya sudah terbentuk. Selain itu, dari potongan tanaman padi ini tidak mungkin kalau disebabkan angin puting beliung.

Pasalnya, areal sawah itu sangat luas hingga mencapai 70 meter dan padi yang rubuh tersebut terlihat sangat rapi. Melihat anehnya lambang bekas pendaratan pesawat “UFO” tersebut, warga langsung melapor ke kepala desa dan ke kepolisian. Langkah yang diambil dari pihak kepolisian langsung memasang garis polisi agar tidak terjadi kerusakan di lokasi tersebut.

Kapolsek Berbah, Kompol I Made Muliawan mengatakan garis tersebut selain itu agar tidak merugikan petani pemilik sawah tersebut. “Lokasi ini agar tidak rusak karena didatangi warga yang ingin melihat dari dekat, dan untuk penyelidikan lebih lanjut serta untuk penelitian dari pihak yang berkepentingan,” katanya, Senin (24/1).

( Yulianto / CN26 / JBSM )

http://m.suaramerdeka.com

Kronologi ‘Perang’ Korea Utara – Korea Selatan

Posted on 23 November 2010 by yunita_95vip

 Kronologi ‘Perang’ Korea Utara – Korea Selatan

Ini memang bukan tentang para idol, tapi mengenai berita perang Korea Utara dan Korea Selatan. Di twitter, Korea menjadi Trending Topic jadi nggak ada salahnya kita tahu apa yang sebenarnya terjadi diantara kedua negara ini.

Seoul – Serangan artileri Korea Utara ke Korea Selatan membuat suasana di kawasan itu mendadak tegang. Provokasi dari Korut sungguh di luar dugaan.

Sejauh ini, tidak ada pihak di Korsel yang menduga akan mendapatkan bombardir peluru artileri. Seperti dilansir Reuters, Selasa (23/11/2010), provokasi memang dimulai oleh Korut.

Pada sekitar pukul 15.00 waktu Korea, atau 13.00 WIB, Korut tiba-tiba menembakkan artileri ke arah Pulau Yeonpyeong. Tidak lama kemudian, saksi mata melihat bangunan-bangunan di pulau itu terkena serangan bombardir.

Api kemudian langsung membara. Saksi mata mengatakan 60-70 rumah di Yeonpyeong kebakaran akibat serangan artileri.

Sekitar 10 menit kemudian, Korsel langsung membalas serangan artileri. Kedua pihak saling balas bombardir. Sementara saksi mata mengatakan warga Yeonpyeong dievakuasi ke dalam bungker.

Artileri Korut pun melumpuhkan listrik di Pulau Yeonpyeong, dua warga dilaporkan terluka. Asap mulai mengepul tinggi dari rumah-rumah warga. Pihak militer Korsel menyatakan status siaga tinggi.

Kebakaran semakin luas di Pulau Yeonpyeong. Beberapa rumah runtuh setelah terbakar hebat. Jet tempur Korsel langsung diterbangkan ke lokasi. Diperkirakan sudah sekitar 200 peluru artileri menghantam pulau itu.

Pemerintah Korsel langsung menggelar rapat mendadak. Mereka mengatakan akan mengambil tindakan tegas jika Korut melanjutkan provokasi. Namun Presiden Korsel Lee Myung-bak menyerukan upaya untuk meredam aksi saling tembak.

Satu jam berlalu atau sekitar pukul 16.00 waktu Korea, pihak Korsel menyerukan penghentian aksi saling bombardir. Warga Pulau Yeonpyeong mulau diungsikan ke luar pulau dengan perahu nelayan.

Perang bombardir berhenti. Militer Korsel mengumumkan satu tentara tewas, 13 luka-luka termasuk 3 orang luka berat.

 detiknews.com

Investasi AS di Indonesia Meningkat

JAKARTA – Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan investasi Amerika Serikat di Indonesia meningkat, yang ditandai dengan pencapaian investasi negara itu pada kuartal III sebesar 871 juta dollar AS.

“Pada kuartal III 2010 sudah 871 juta dollar AS. Itu investasi meningkat pesat di luar migas,” ujarnya saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Selasa (9/11/2010).

Ia menjelaskan investasi AS di Indonesia makin meningkat setiap tahun. Pada 2008 nilai investasi AS mencapai 157 juta dollar AS, pada 2009 mencapai 171 juta dollar AS dan pada kuartal III 2010 telah mencapai 871 juta dollar AS.

Hatta juga mengharapkan agar kalangan investor AS melakukan penanaman modal dalam bidang energi terbarukan sehingga potensi energi terbarukan dapat digali dan dimanfaatkan. “Kita ingin ada transfer teknologi bidang energi terbarukan, kita berharap ada investasi teknologinya maupun dalam pengelolaan energi terbarukan,” kata dia.

Ia mengatakan, kedatangan Presiden AS Barack Obama ke Indonesia harus dimanfaatkan untuk peningkatan kondisi ekonomi Indonesia.

Apalagi, Hatta menambahkan, AS merupakan negara tujuan ekspor yang cukup besar bagi Indonesia dan masih banyak peluang yang dapat dikembangkan bagi kedua negara terutama dalam bidang perdagangan. “Dalam volume perdagangan dan tujuan ekspor kita, AS itu rangking dua dan selalu memberikan surplus (perdagangan) pada Indonesia dengan demikian AS adalah negara tujuan ekspor yang cukup besar,” ujarnya.

Ia mengharapkan tren perdagangan antara Indonesia dan AS dapat kembali meningkat seperti pada 2008 yang mencapai 21 miliar dollar AS. “Pada 2009 memang menurun sedikit, 2010 menunjukkan tren naik lagi dan trennya akan kembali pada kondisi 2008 sekitar 21 miliar dollar AS. Dimana Indonesia selalu surplus lebih dari 5 miliar dollar AS,” ujarnya.

Hatta belum mengatakan agenda apa saja yang akan dibicarakan antara pemerintah dengan Presiden Obama dalam bidang ekonomi, namun menurut dia, AS memandang Indonesia sebagai mitra yang strategis. “Itu nanti saja setelah dilakukan pembicaraan, namun kalau terkait potensi nanti para menteri yang akan membicarakan dan tentu akan di-follow up,” katanya.

Sumber : www.kompas.com

Hujan pasir di Klaten, sejumlah warga diperkirakan terjebak

Rabu, 03 November 2010 18:43:03
20101103184303 breaking news Hujan pasir di Klaten, sejumlah warga diperkirakan terjebak

KLATEN: Merapi yang kembali meletus sekitar pukul 15.30 WIB tadi menimbulkan hujan abu yang cukup lebat di wilayah Boyolali dan bahkan hujan pasir di wilayah Kemalang, Klaten. Diperkirakan puluhan warga terjebak di sejumlah desa di Kecamatan Kemalang, Klaten.

Dari pantauan Solopos, Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) ratusan warga memadati Lapangan Keputran, Kemalang, Klaten untuk menyelamatkan diri dari letusan Merapi. Namun mereka tidak selamat dari hujan pasir yang mengguyur mereka.  Namun menurut sejumlah pengungsi, diperkirakan masih ada warga yang belum turun dan terjebak di desa yang tempatnya lebih tinggi.

Atas kondisi ini,  radius zona aman di daerah itu diperpanjang menjadi 10 km dari sebelumnya sepanjang 7 km. Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Klaten, Sunarna.

Di sisi lain, situasi ini tampaknya juga dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Dilaporkan, ada sejumlah orang yang menjarah rumah-rumah penduduk di saat warga panik. mengetahui hal ini sejumlah warga dan petugas kembali naik ke atas untuk mencari pelaku.

Kepanikan warga juga terjadi di kawasan Selo, Boyolali sesaat setelah Merapi meletus. Dilaporkan Merapi memang terus menerus meletus sejak pukul 14.00 WIB dengan interval kurang lebih satu menit. Namun demikian, letusan tersebut tidak bisa terpantau dari tempat tersebut karena pada saat yang bersamaan turun hujan yang cukup lebat.

Namun orang-orang di pos pemantauan langsung panik dan turun setelah mendengar kabar dari radio komunikasi bahwa Merapi meletus. Tidak berapa kemudian setelah meletus hujan abu mengguyur wilayah Boyolali.(Solopos/JIBI)

Sumber:www.harianjogja.com

Bagaimana Badai Tropis Anggrek Terbentuk?

KOMPAS.com – Adanya Badai Tropis Anggrek di perairan Samudera Hindia yang berdekatan dengan Mentawai telah mengakibatkan pengiriman bantuan pada para korban tsunami terganggu. Badai tropis itu mengakibatkan ketinggian gelombang laut dan kecepatan angin meningkat sehingga mengganggu jalur transportasi lewat udara dan laut.

Apa sebenarnya Badai Tropis Anggrek tersebut? A Fahri Radjab, Kepala Sub Bidang Siklon Tropis Tropical Center Warning Center (TCWC) Badan Meteorologi Kilmatologi dan Geofisika, mengungkapkan, badai tropis Anggrek sebenarnya merupakan sesuatu yang disebut siklon tropis, yaitu sirkulasi angin yang berputar dan bersumber dari wilayah tropis yang hangat. Anggrek hanya nama yang diberikan untuk siklon tropis itu.

Terjadinya Badai Tropis Anggrek tersebut juga memiliki faktor-faktor tertentu. Secara umum, siklon tropis itu terbentuk oleh tiga faktor utama. “Faktor pertama adalah suhu muka air laut yang hangat yang mengakibatkan penguapan air laut. Air laut tersebut akan berubah menjadi uap air dan terkondensasi di atmosfer,” jelas Fahri ketika diwawancara Kompas.com hari ini (2/11/2010). Kumpulan uap air di atmosfer akan menjadi sumber energi utama bagi badai tropis.

Faktor kedua adalah adanya pemusatan tekanan rendah. “Adanya pemusatan tekanan rendah itu akan menyebabkan udara dari tempat lain terkumpul di wilayah pusat tersebut. Sebab, pada prinsipnya udara akan bergerak dari tempat bertekanan tinggi ke tempat bertekanan rendah,” kata Fahri melanjutkan penjelasannya. Udara yang terkumpul tersebut nantinya akan menjadi sesuatu yang digerakkan sehingga bisa menciptakan sistem putaran.

Sementara, faktor ketiga atau faktor penggeraknya adalah rotasi bumi. “Bumi yang bergerak pada sumbunya akan menjadi faktor penggerak. Angin yang terkumpul di wilayah tersebut dan uap air yang ada akan digerakkan oleh energi kinetik akibat rotasi bumi, sehingga membentuk badai tropis,” ungkapnya. Jika pusat tekanan rendah berada di bumi bagian selatan, sifat putaran adalah searah jarum jam, dan sebaliknya.

Ketiga faktor itu akan saling mempengaruhi dan bekerjasama membentuk badai tropis lewat tiga tahapan. Tahapan pertama adalah tahap pembentukan dimana kecepatan putaran angin mulai meningkat. Sementara, tahap kedua adalah tahap matang yang dicirikan dari maksimumnya kecepatan putaran angin. Tahap terakhir adalah tahap punah dimana kecepatan putaran angin mulai melemah dan akhirnya menghilang. Waktu pembentukannya bisa berbeda-beda dalam tiap badai.

Setiap faktor sendiri akan menentukan karakteristik badai tropis yang bisa dilihat dari kecepatan putaran anginnya. Misalnya, Fahri mengungkapkan, “Semakin rendah tekanan udara di wilayah pusat tekanan, maka kecepatan putaran badai tropis akan semakin tinggi. Tapi, tempat tidak menentukan. Tidak bisa digeneralisir bahwa badai tropis di Pasifik jauh lebih kuat daripada di Hindia. Hanya tergantung pada tekanan udara, uap air dan rotasi bumi,” kata Fahri.

Berdasarkan kecepatannya, badan tropis bisa dikategorikan menjadi lima. Kategori pertama memiliki kecepatan 73 – 90 km/jam, kategori 2 berkecepatan 90 – 125 km/jam dan kategori 3 memiliki kecepatan 125 – 166 km/jam. Sementara itu, kategori 4 memiliki kecepatan 166 – 205 km/jam dan kategori 5 berkecepatan 205 – 277 km/jam. Pengelompokan karakteristik bada tropis tersebut dilakukan oleh Australia.

Melihat kecepatan Badai Tropis Anggrek hari ini, Fahri mengungkapkan bahwa badai tersebut masih termasuk dalam kategori 2 dan dalam tahap matang dimana kecepatan anginnya maksimal. “Kecepatan putaran angin pada hari ini sekitar pukul 7.00 WIB adalah 110 km/jam. Masih termasuk dalam kategori 2″ katanya. Fahri memperkirakan, kecepatannya masih akan tinggi esok hari dan akan memasuki tahap punah sekitar tanggal 5 November 2010 mendatang.

Sumber : www.kompas.com

“Kami targetkan inden bisa turun jadi hanya dua minggu,” ujar Senior General Manager Sales AHM, Sigit Kumala, di Jakarta, Minggu.

Sigit menilai, AHM tidak dapat menurunkan inden secara langsung. Apalagi, kata dia, bulan ini produksi tidak dapat digenjot karena ada libur Lebaran. “Susah mengejar volume kalau hari kerja sedikit. Tapi bulan depan kami upayakan kejar produksi,” ujar Sigit.

Sampai Agustus, penjualan Scoppy mencapai 37 ribu unit. Scoopy adalah skutik retro pertama di pasar Tanah Air. Menurut Sigit, produksi Scoopy dapat dinaikkan karena ekspansi lini produksi skuter terus berlajan.

Kapasitas produksi skutik AHM kini mencapai 150 ribu unit dari sebelumnya 90 ribu unit. Selain Scoopy, AHM menjamah pasar skutik lewat Beat, Vario, dan model skutik premium, PCX.

Hingga akhir tahun ini, AHM mengincar 47% pasar skutik domestik dari total pasar sekitar 3 juta unit. Sampai Juli 2010, penjualan AHM mencapai 2 juta unit dengan pangsa pasar 47%. (gor/ant)

sumber: www.investorindonesia.com