<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Surat Kabar Online Mahasiswa Balance</title>
	<atom:link href="http://balancepers.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://balancepers.com</link>
	<description>Media Komunikasi Mahasiswa</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Apr 2010 18:56:35 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Alternatif Usaha Mahasiswa</title>
		<link>http://balancepers.com/alternatif-usaha-mahasiswa/</link>
		<comments>http://balancepers.com/alternatif-usaha-mahasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Apr 2010 17:07:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>melisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivations]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & Trick]]></category>
		<category><![CDATA[kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balancepers.com/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[Sudah gak jamannya lagi bagi mahasiswa independen seperti kita terus-terusan menggantungkan hidup pada kekayaan orang tua. Kalo buat membiayai kuliah sih masih wajar, tapi kalo buat jajan? Malu ah,minta orang tua terus. Paling gak kita pernah kepikiran dong, gimana ya caranya, biar bisa jajan dengan hasil keringat sendiri?
Tak heran jaman sekarang banyak mahasiswa yang termotivasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah gak jamannya lagi bagi mahasiswa independen seperti kita terus-terusan menggantungkan hidup pada kekayaan orang tua. Kalo buat membiayai kuliah sih masih wajar, tapi kalo buat jajan? Malu ah,minta orang tua terus. Paling gak kita pernah kepikiran dong, gimana ya caranya, biar bisa jajan dengan hasil keringat sendiri?</p>
<p>Tak heran jaman sekarang banyak mahasiswa yang termotivasi mencari penghasilan. Apa sih alternatif pekerjaan yang bisa dilakukan mahasiswa? Seperti yang sama-sama kita tahu, mahasiswa pasti punya banyak keterbatasan. Salah satu diantaranya ya, keterbatasan modal. Selain itu, mahasiswa seperti kita juga punya kewajiban utama yaitu  <strong>belajar</strong>. Jangan sampai dong, kita asyik bekerja, terus kuliahnya malah keteteran. Bukannya mau ngurangin biaya, eh malah nambah-nambahin, gara-gara harus ngulang mata kuliah yang nilainya jelek..!! hahaha.<br /> Nah, disini ada beberapa alternatif usaha yang bisa kita lakukan, sambil tetep fokus di kegiatan belajar kita.</p>
<p> </p>
<p><strong>Menjual Barang<span id="more-250"></span></strong></p>
<p>Menjual barang secara perorangan bisa dilakukan sewaktu-waktu. Contohnya aja, jual pakaian ke temen-temen. Kegiatan itu, tentu bisa dilakukan saat punya waktu luang. Cukup dengan menawarkan kepada teman-teman di kampus, menunjukkan barangnya, dan ketika ada yang suka dengan barangnya, transaksi pun terjadi. Selesai. Atau gak, bisa promosiin barang dagangan kita lewat facebook. Sekarang kan lagi ngetrend tuh, yang namanya bisnis online. Intinya, banyak banget barang yang bisa dijual, semua barang-barang yang bisa dipakai dan dikonsumsi, bisa diperjualbelikan. Yang penting pinter mencari tempat membeli barang tersebut dengan harga murah. Dan juga, harus tau bener sasaran pasar kita seperti apa, biar gak salah target.</p>
<p> </p>
<p><strong>Menjual Keahlian</strong></p>
<p>Mahasiswa pasti punya keahlian yang bisa dijual. Contohnya, yang kuliah di bidang sastra bisa menawarkan jasa penterjemah. Yang kuliah di bidang komputer, banyak pilihannya. Yang menekuni studi teknik informatika bisa menjual jasa pembuatan software sederhana kepada perusahaan-perusahaan. Mereka yang kuliah akuntansi bisa mengajar akuntansi privat kepada anak-anak SMA. Yang gemar menulis, juga bisa membuat cerpen dan kirimkan ke media cetak. Yang kuliah di bidang sosial politik? Bisa mengirim artikel ke koran. Cuma jeleknya, kadang-kadang tidak semua mahasiswa memiliki rasa PD (percaya diri) yang cukup ketika mereka harus menjual keahliannya.</p>
<p><strong>Membuka Usaha</strong></p>
<p>Yang punya modal lebih, buka usaha bias dijadikan pilihan. Mulai dari toko kelontong, rental komputer atau tempat makan. Untuk menekuni usaha ini harus hati-hati, khususnya soal waktu. Maklum, usaha ini butuh waktu yang banyak. Terutama tahun-tahun pertama. Wah betapa repotnya jika memilih usaha ini. Harus kuliah dan menjalankan usaha yang butuh waktu dan tenaga yang banyak. Usaha ini pas dilakukan saat tugas-tugas kuliah tidak terlalu banyak.<br /> Satu lagi yang harus diperhatikan adalah manajemen, baik ke dalam maupun ke luar yang baik.  Bagaimana cara untuk mengatur stok penjualan dan bagaimana memasarkan dan memperkenalkan usahanya kepada masyarakat luar.</p>
<p> </p>
<p><strong>Menjadi Karyawan</strong></p>
<p>Pilihan lain adalah menjadi karyawan. Prinsipnya, sebagai karyawan akan menerima gaji tetap. Tapi banyak hal yang harus diperhatikan, seperti masalah waktu. Pasti tidak ingin, kan, kesibukan sebagai karyawan akan mengganggu kuliahnya? Jadi, bagi mereka yang kuliah hanya di pagi hari, mungkin bisa memilih untuk mencari pekerjaan sebagai karyawan yang hanya bertugas di siang hari. Atau, bagi mereka yang kuliah pagi dan siang, bisa bekerja sebagai karyawan pada usaha-usaha yang berjalan di malam hari, mislanya restoran atau wartel. Prinsipnya, bekerja sebagai karyawan tidak harus dilakukan 8 jam sehari dan tidak harus selalu dilakukan jam 9 sampai 5 sore. Yang namanya usaha kan banyak jenisnya. Bukan begitu?</p>
<p> </p>
<p><strong>Network Marketing</strong></p>
<p>Alternatif yang juga bisa dijalankan oleh mahasiswa adalah dengan menjalankan usaha network marketing. Pada network marketing, si mahasiswa itu seperti sedang membuka toko, dan dia bisa mengajak banyak orang di sekililingnya untuk membuka toko juga seperti dia. Seperti layaknya toko, pada network marketing, si mahasiswa bisa mendapatkan penghasilan tambahan berupa keuntungan eceran dari penjualan barang. Selain itu juga bisa mengejar penghasilan lain berupa komisi jaringan. Nah, inilah yang biasanya “diincar”.</p>
<p>Enaknya network marketing, si mahasiswa bisa menjalankan usaha ini pada waktu-waktu yang memang dia inginkan. Bukan berarti dia tidak akan sibuk. Dia mungkin akan sibuk, tetapi waktunya biasanya fleksibel. Sudah begitu, modal uang yang dibutuhkan biasanya jauh lebih sedikit.</p>
<p> </p>
<p>disunting dari berbagai sumber</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://balancepers.com/111/" rel="bookmark">Melamun ADA Gunaya Lho.......!!!</a></li><li><a href="http://balancepers.com/mahasiswa-dipersimpang-jalan/" rel="bookmark">Mahasiswa Dipersimpang Jalan</a></li><li><a href="http://balancepers.com/meraih-impian-perut-six-pack/" rel="bookmark">Meraih Impian Perut Six-pack!!</a></li><li><a href="http://balancepers.com/akuntansi-manajemen/" rel="bookmark">Akuntansi = Manajemen?</a></li><li><a href="http://balancepers.com/akusisi-sigma-cipta-direspons-positif/" rel="bookmark">Akusisi Sigma Cipta Direspons Positif</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balancepers.com/alternatif-usaha-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>What Is a Journalist?</title>
		<link>http://balancepers.com/journalist-2/</link>
		<comments>http://balancepers.com/journalist-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 17:03:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>melisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnalistik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balancepers.com/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[A journalist is:
· someone who is curious about new things and who has a wide range of interests.
· someone who can view various sides of a situation and present the facts fairly.
· someone who understands other people, and knows what they care about.
· someone who can take complicated ideas and facts and write about them [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>A journalist is:</p>
<p>· someone who is curious about new things and who has a wide range of interests.</p>
<p>· someone who can view various sides of a situation and present the facts fairly.</p>
<p>· someone who understands other people, and knows what they care about.</p>
<p>· someone who can take complicated ideas and facts and write about them clearly.</p>
<p>· someone who can sift through many facts and present only the important ones.</p>
<p>· someone who wants to explain a new fact, a new issue, or a new idea to other people.</p>
<p>From : The Young Journalist’s Book: How to Write and Produce Your Own Newspaper by Nancy Bentley</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://balancepers.com/journalist/" rel="bookmark">How to Become A Journalist???</a></li><li><a href="http://balancepers.com/journalism/" rel="bookmark">What is Journalism?</a></li><li><a href="http://balancepers.com/elements-journalism/" rel="bookmark">The Elements of Journalism</a></li><li><a href="http://balancepers.com/15/" rel="bookmark">Foto-foto Balancers</a></li><li><a href="http://balancepers.com/akhir-2007-npf-bank-syariah-di-bawah-5/" rel="bookmark">Akhir 2007, NPF Bank Syariah di Bawah 5%</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balancepers.com/journalist-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>How to Become A Journalist???</title>
		<link>http://balancepers.com/journalist/</link>
		<comments>http://balancepers.com/journalist/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 17:02:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>melisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnalistik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balancepers.com/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[What a Journalist Does
Journalism is, in most respects, the backbone of the media industry. Therefore many media jobs require some aspect of journalism. The type of writing a journalist does depends largely on the subject they cover. Another thing which affects a journalist’s job is the outlet they produce news for: TV, the Internet, a [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>What a Journalist Does</p>
<p>Journalism is, in most respects, the backbone of the media industry. Therefore many media jobs require some aspect of journalism. The type of writing a journalist does depends largely on the subject they cover. Another thing which affects a journalist’s job is the outlet they produce news for: TV, the Internet, a newspaper, etc.</p>
<p>That being said, a “traditional” journalist reports the news. What does that mean? Well it can mean various things. The standard image of a journalist, and one often portrayed in movies, is of someone working a beat for a newspaper and finding stories. Which begs the question: What is a beat?</p>
<p>Working a Beat<span id="more-209"></span></p>
<p>A beat is a media term for the area, or topic, a journalist covers. So a beat could be anything from local crime, to national news to Hollywood movies. Beats can be very specific, or broader, depending on the kind of publication you’re working for. A mid-size daily newspaper, for example, will have reporters covering everything from local police goings-on to local sports.</p>
<p>Why You Need a Beat</p>
<p>A journalist’s job is to report the news. To find the news, you need to understand the subject matter and the people you’re writing about. Let’s say you’re working a crime beat for a newspaper in Chicago. One morning the police report that there’s been a murder in a posh neighborhood of the city. Now, in order to write about that murder, you need to know what’s been going on in the city. Is this an isolated incident? Was there a similar crime two weeks ago? Two years ago?</p>
<p>People always discuss the five pillars of journalism or the Five Ws — who, what, where, when and why — and, the “why,” section can only be filled out by someone with a background and knowledge of their beat. If, for example, you were asked to write about the aforementioned murder in Chicago, and didn’t know anything about the city or the recent criminal activity there, you wouldn’t be able to cover the story in the best way. Because, let’s face it, the story is very different if it’s a random act instead of a potential sign of a crime spree or, let’s say, a serial murderer.</p>
<p>Developing Sources</p>
<p>The other big reason journalists work beats, aside from developing a deep knowledge of the subject they’re covering, is to develop sources. Sources are people you talk to report a story. Now some sources are obvious. If we continue with the example of working as a crime reporter in Chicago, you would have regular sources in the police department. Now some would be obvious — you would likely speak to a spokesperson for the department whose job it is to handle reporters (a kind of publicist) — but other contacts might be developed from relations you foster over years of covering a beat.</p>
<p>A journalist often refers to their sources — everyone knows the saying, ‘I can’t reveal my sources’ — because these are people they turn to get inside information, or perspective, on a story. Now that bit about “revealing” sources points to an instance when a journalist gets an important piece of information from a person who does not want their identity revealed. If, for example, you’re working on that story about the murder in Chicago and you get information from someone in the police department that the murder looks like it might be the work of a serial killer, that officer might not want his name given out. After all, he’s giving you information that might get him in trouble. So, when you write the story about the murder, you wouldn’t name your source or reveal his identity to anyone. (If you did reveal his identity, no one would ever want to give you secret information, or information that people in business refer to as stuff that’s “off the record.”)</p>
<p>When a journalist works a beat over time they develop a multitude of sources. This means that they know who to call when something happens and they know the people who will talk to them. A good journalist establishes solid relationships with his sources so he can turn to them to get information. Although people don’t always like talking to reporters — especially when the story is about a scandal or something negative — a good journalist will have sources who recognize that there is a positive in getting a story out, and getting it out correctly. In other words, a good journalist will develop a respectful relationship with his sources.</p>
<p>Source:  <a rel="nofollow" href="http://balancepers.com/goto/About_com/209/1" target="_blank">About.com</a></p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://balancepers.com/journalism/" rel="bookmark">What is Journalism?</a></li><li><a href="http://balancepers.com/journalist-2/" rel="bookmark">What Is a Journalist?</a></li><li><a href="http://balancepers.com/elements-journalism/" rel="bookmark">The Elements of Journalism</a></li><li><a href="http://balancepers.com/57/" rel="bookmark">Kondom Bekas Impor Tak Berbahaya Didaur Ulang</a></li><li><a href="http://balancepers.com/pangsa-pasar-elektronik-mencapai-rp-3-t-per-bulan/" rel="bookmark">Pangsa Pasar Elektronik Mencapai Rp 3 T Per Bulan</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balancepers.com/journalist/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Elements of Journalism</title>
		<link>http://balancepers.com/elements-journalism/</link>
		<comments>http://balancepers.com/elements-journalism/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 16:59:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>melisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnalistik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balancepers.com/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[According to The Elements of Journalism, a book by Bill Kovach and Tom Rosenstiel, there are nine elements of journalism [1]. In order for a journalist to fulfill their duty of providing the people with the information they need to be free and self-governing. They must follow these guidelines:
1. Journalism’s first obligation is to the [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>According to The Elements of Journalism, a book by Bill Kovach and Tom Rosenstiel, there are nine elements of journalism [1]. In order for a journalist to fulfill their duty of providing the people with the information they need to be free and self-governing. They must follow these guidelines:</p>
<p>1. Journalism’s first obligation is to the truth.<br />
2. Its first loyalty is to the citizens.<br />
3. Its essence is discipline of verification.<br />
4. Its practitioners must maintain an independence from those they cover.<br />
5. It must serve as an independent monitor of power.<br />
6. It must provide a forum for public criticism and compromise.<br />
7. It must strive to make the significant interesting, and relevant.<br />
8. It must keep the news comprehensive and proportional.<br />
9. Its practitioners must be allowed to exercise their personal conscience.</p>
<p>In the April 2007 edition of the book [2], they have added one additional element, the rights and responsibilities of citizens to make it a total of ten elements of journalism.</p>
<p>Source: <a rel="nofollow" href="http://balancepers.com/goto/Wikipedia/207/1" target="_blank">Wikipedia</a></p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://balancepers.com/journalism/" rel="bookmark">What is Journalism?</a></li><li><a href="http://balancepers.com/journalist/" rel="bookmark">How to Become A Journalist???</a></li><li><a href="http://balancepers.com/journalist-2/" rel="bookmark">What Is a Journalist?</a></li><li><a href="http://balancepers.com/situs-departemen-komunikasi-dan-informatika-di-bobol/" rel="bookmark">Situs Departemen Komunikasi dan Informatika di bobol.</a></li><li><a href="http://balancepers.com/aset-jamsostek-tembus-rp-60-t/" rel="bookmark">Aset Jamsostek Tembus Rp 60 T</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balancepers.com/elements-journalism/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>What is Journalism?</title>
		<link>http://balancepers.com/journalism/</link>
		<comments>http://balancepers.com/journalism/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 16:42:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>melisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnalistik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balancepers.com/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[Journalism is the timely reporting of events at the local, provincial, national and international levels. Reporting involves the gathering of information through interviewing and research, the results of which are turned into a fair and balanced story for publication or for television or radio broadcast.
Journalism is not just
* fact-finding
* media analysis
* opinion writing, or
* commentary
although [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Journalism is the timely reporting of events at the local, provincial, national and international levels. Reporting involves the gathering of information through interviewing and research, the results of which are turned into a fair and balanced story for publication or for television or radio broadcast.</p>
<p>Journalism is not just</p>
<p>* fact-finding<br />
* media analysis<br />
* opinion writing, or<br />
* commentary</p>
<p>although all of those aspects can play a part at times.</p>
<p>What do beginning journalists do?<span id="more-198"></span></p>
<p>Journalists who are starting their careers normally do not do commentary or opinion pieces. Rather, they cover hard news stories such as community news, courts, crime and speeches by notable people. In broadcast, beginning journalists also may do pre-interviews and research for senior journalists.</p>
<p>An entry-level reporter often does “general assignment” stories rather than stories for a specific beat. General assignment stories are given out to reporters by the city desk or assignment editor.</p>
<p>Is journalism for you?</p>
<p>Asking yourself the questions below will help you determine whether journalism is a good career choice for you.</p>
<p>* Do you regularly read at least one newspaper or consult an online equivalent, such as GlobeandMail.com?<br />
* Do you regularly watch or listen to television or radio newscasts?<br />
* Is it important to you to keep up with current events?<br />
* Are you interested in other people’s lives?<br />
* Are you able to talk to a wide variety of people?<br />
* Do you work well to deadlines?<br />
* Are you persistent and willing to dig for information?<br />
* Have you mastered basic writing skills? (see below for expectations)</p>
<p>If you answered NO to even one of the above questions, you may want to think again about whether journalism is a good match for your interests and abilities.</p>
<p>What does the Journalism Program at Western cover?</p>
<p>The Master of Arts in Journalism is a well-rounded, professional program that prepares graduates for entry-level positions in newsrooms. The program stresses a balance of academic and practical courses and offers a solid grounding in the basic tools and practices of print, broadcast and online journalism. The curriculum of the Master of Arts in Journalism program is not focused on producing graduates to work in public relations or communications positions.</p>
<p>Expectation of writing ability in the journalism program</p>
<p>It is expected that students entering the MA in Journalism program have mastered basic writing skills, including grammar, syntax and the ability to conceptualize and articulate ideas in writing. It is also expected that students possess the ability to write in English at a post-graduate level. The Admissions Panel assumes that the entrance essay provided by applicants is entirely their own work and is an accurate reflection of their writing ability. Journalism, by necessity, requires that its practitioners produce clean, competent copy on deadline, often without the benefit of external editing or extensive rewriting. Students who do not meet the expectations of writing may not achieve marks necessary for progression and could be required to withdraw from the program.</p>
<p>Source: <a rel="nofollow" href="http://balancepers.com/goto/What_is_journalism/198/1" target="_blank">What is journalism</a></p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://balancepers.com/journalist/" rel="bookmark">How to Become A Journalist???</a></li><li><a href="http://balancepers.com/elements-journalism/" rel="bookmark">The Elements of Journalism</a></li><li><a href="http://balancepers.com/journalist-2/" rel="bookmark">What Is a Journalist?</a></li><li><a href="http://balancepers.com/mp3-gratisan-siapa-mau/" rel="bookmark">Mp3 Gratisan, siapa mau?</a></li><li><a href="http://balancepers.com/sunu-wibirama-wwwsunuconr/" rel="bookmark">Sunu Wibirama [www.sunu.co.nr]</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balancepers.com/journalism/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bikin Design Web &#8220;Instantly&#8221;</title>
		<link>http://balancepers.com/bikin-design-web-instantly/</link>
		<comments>http://balancepers.com/bikin-design-web-instantly/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Apr 2010 15:41:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>melisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hobby]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & Trick]]></category>
		<category><![CDATA[blogging]]></category>
		<category><![CDATA[design]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[web]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balancepers.com/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[Punya hobi blogging??? Pengen bikin desain web sendiri, tapi kurang capabilitas dalam PHP, CSS, dan sebagainya?? Gak perlu pusing lagi Sahabat Pers. Jalan keluar sudah terbuka lebar. Memang  jaman ini udah modern banget, cuci baju bisa di laundry, beli barang bisa lewat online shop, kenalan sama gebetan bisa lewat facebook plus YM, hahaha. Teknologi gak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Punya hobi blogging??? Pengen bikin desain web sendiri, tapi kurang capabilitas dalam PHP, CSS, dan sebagainya?? Gak perlu pusing lagi Sahabat Pers. Jalan keluar sudah terbuka lebar. Memang  jaman ini udah modern banget, cuci baju bisa di laundry, beli barang bisa lewat online shop, kenalan sama gebetan bisa lewat facebook plus YM, hahaha. Teknologi gak dipungkiri menyelamatkan kita dalam hal-hal <span style="text-decoration: line-through;">pelik</span> (lebay). Sekarang ada aplikasi design web, namanya adalah&#8230;Artisteer&#8230;! Yup,disini kamu bisa bikin tampilan web semau kamu, sekreatif kamu. tampilannya pun user friendly, kayak lagi make microsoft office aja. Tinggal klik sana sini, dan&#8230;jadi deh template bikinan kamu.</p>
<p style="text-align: left;">Caranya mudah aja kok:</p>
<ol>
<li>Pada tampilan awal, kamu akan ditanyakan, template macam apa yang  akan dibuat. Apakah Blogger, WordPress, Joomla, Drupal atau HTML biasa.<span id="more-190"></span></li>
<li> Kemudian muncul tampilan template yang disarankan. Klik tombol  Suggest Design pada toolbar untuk melihat berbagai alternatif tampilan  yang lain.</li>
<li> Setelah ketemu desain yang cocok, kamu bisa mulai menyunting tema  sesuka hati. Mengatur layout, header, gambar, blok-blok  tulisan, jenis huruf, warna, footer, tombol, ikon, dan sebagainya.</li>
<li> Kalo udah dirasa cocok, klik menu Export deh.</li>
</ol>
<p>LPM Balance udah nyobain, dan tuh hasilnya jadi tampilan web kami saat ini. Gimana, lumayan kan, keren tau&#8230;</p>
<p style="text-align: left;">pengen? download aja <a rel="nofollow" href="http://balancepers.com/goto/disini/190/1">disini</a></p>
<p style="text-align: left;">dan ikuti instruksinya..</p>
<p style="text-align: left;">happy web designing sahabat persma!! <img src='http://balancepers.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' title="Bikin Design Web Instantly" /> </p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://balancepers.com/friendster-deface/" rel="bookmark">Friendster Deface</a></li><li><a href="http://balancepers.com/tolong-aku/" rel="bookmark">Tolong Aku....</a></li><li><a href="http://balancepers.com/17/" rel="bookmark">Filateli: “The 1847 Two Pence Mauritius Post Office”</a></li><li><a href="http://balancepers.com/kiat-berhenti-merokok/" rel="bookmark">Kiat Berhenti Merokok!</a></li><li><a href="http://balancepers.com/mahasiswa-dipersimpang-jalan/" rel="bookmark">Mahasiswa Dipersimpang Jalan</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balancepers.com/bikin-design-web-instantly/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ACFTA &#8211; PASAR BEBAS 2010: &#8220;BUNUH DIRI EKONOMI INDONESIA&#8221;</title>
		<link>http://balancepers.com/acfta-pasar-bebas-2010/</link>
		<comments>http://balancepers.com/acfta-pasar-bebas-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 02:54:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bintan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[ACFTA]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[pasar bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balancepers.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Mulai 1 Januari 2010, Indonesia harus membuka pasar dalam negeri secara luas kepada negara-negara ASEAN dan Cina. Sebaliknya, Indonesia dipandang akan mendapatkan kesempatan lebih luas untuk memasuki pasar dalam negeri negara-negara tersebut.
Pembukaan pasar ini merupakan perwujudan dari perjanjian perdagangan bebas antara enam negara anggota ASEAN (Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina dan Brunei Darussalam) dengan Cina, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Mulai 1 Januari 2010, Indonesia harus membuka pasar dalam negeri secara luas kepada negara-negara ASEAN dan Cina. Sebaliknya, Indonesia dipandang akan mendapatkan kesempatan lebih luas untuk memasuki pasar dalam negeri negara-negara tersebut.</p>
<p align="justify">Pembukaan pasar ini merupakan perwujudan dari perjanjian perdagangan bebas antara enam negara anggota ASEAN (Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina dan Brunei Darussalam) dengan Cina, yang disebut dengan ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA). Perjanjian ini sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun 2002. Pertanyaannya, apakah kebijakan pasar bebas ini akan membawa perubahan nasib rakyat negeri ini yang masih dihimpit dengan kemiskinan?<span id="more-181"></span></p>
<p align="justify"><strong>Pro-Kontra Pasar Bebas ASEAN-Cina</strong></p>
<p align="justify">Pihak yang pro menyatakan ACFTA tidak hanya berarti ancaman serbuan produk-produk Cina ke Idonesia, tetapi juga peluang Indonesia untuk meningkatkan ekspor ke Cina dan negara-negara ASEAN. Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menegaskan bahwa <em>free trade agreement</em> (FTA) memberikan banyak manfaat bagi ekspor dan penanaman modal di Indonesia (<em>Kompas</em>, 5/1/2010).</p>
<p align="justify">Kekhawatiran akan dampak negatif perdagangan bebas ASEAN-Cina juga ditepis Pemerintah melalui Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu. Menurut Abimanyu, proporsi perdagangan antara Indonesia, ASEAN dan Cina hanya 20% saja.</p>
<p align="justify">Sebaliknya, Ernovian G Ismy, Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia menyatakan kekhawatirannya atas pemberlakukan perdagangan bebas ASEAN-Cina, di antaranya terjadinya perubahan pola usaha yang ada dari pengusaha menjadi pedagang. Intinya, jika berdagang lebih menguntungkan karena faktor harga barang-barang impor yang lebih murah, akan banyak industri nasional dan lokal yang gulung tikar hingga akhirnya berpindah menjadi pedagang saja (<em>Republika</em>, 4/1/2010).</p>
<p align="justify">Ernovian mencontohkan, jumlah industri tekstil dari kelas industri kecil hingga besar bisa mencapai 2.000. Jika setiap industri tekstil mampu menyerap 12-50 orang tenaga kerja, maka bisa dibayangkan kehancuran industri karena akan banyak pengusaha yang beralih dari produsen tekstil menjadi pedagang. Hal ini sekaligus berdampak pada berkurangnya penyerapan tenaga kerja.</p>
<p align="justify">Mantan Dirjen Bea Cukai, Anwar Surijadi, juga mempertanyakan manfaat pemberlakukan perdagangan bebas ini bagi masyarakat (<em>Republika</em>, 4/1/2010).</p>
<p align="justify">Hal yang sangat dikhawatirkan mengenai dominasi Cina terhadap Indonesia juga disampaikan Menteri Perindustrian MS Hidayat. Menurut Hidayat, dalam kerangka ACFTA yang berlatar belakang semangat bisnis, Cina bisa berbuat apa pun untuk mempengaruhi Indonesia mengingat kekuatan ekonominya jauh di atas Indonesia (<em>Bisnis Indonesia</em>, 9/1/2010).</p>
<p align="justify">Pelaku pasar di sektor usaha kecil memahami dan merasakan betul risiko dan dampak dari perdagangan bebas ini. Sekitar 1.000 orang pelaku usaha kecil dan menengah yang tergabung dalam komunitas UMKM DI Yogyakarta mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DIY, Senin (11/1/2010). Mereka mendesak DPRD, DPR dan pemerintah pusat melindungi produk-produk UMKM yang terancam produk-produk Cina seperti batik, tekstil, kerajinan, jamu dan lainnya. Para petani di bagian Indonesia timur juga mengeluh dan mengkawatirkan dampak matinya produk beras mereka. (<em>Antara</em>, 11/1/2010). Masih banyak lagi kenyataan yang menunjukkan bahwa perdagangan bebas secara liar justru akan menjerumuskan rakyat ke dalam jurang kemiskinan dan menjadikan rakyat hanya sebatas konsumen, jongos bahkan lebih buruk dari itu.</p>
<p align="justify"><strong>‘Bunuh Diri Ekonomi’ </strong></p>
<p align="justify">Sebelum adanya perjanjian perdagangan bebas dengan Cina saja, kita sudah mendapatkan hampir segala lini produk yang dipergunakan di rumah dan perkantoran bertuliskan <em>Made in China</em>. Bahkan tidak sedikit produk dari negara maju yang masuk ke Indonesia pun mengikutsertakan produk Cina sebagai perlengkapannya. Seorang ekonom yang juga pejabat menteri ekonomi di Kabinet Pemerintahan sekarang mengomentari bahwa dengan dimulainya perdagangan bebas Indonesia-Cina, serbuan produk Cina ke Indonesia akan <em>“seperti air bah”</em>.</p>
<p align="justify">Karena itu, pemberlakuan pasar bebas ASEAN-Cina sudah pasti menimbulkan dampak sangat negatif. <em>Pertama</em>: serbuan produk asing terutama dari Cina dapat mengakibatkan kehancuran sektor-sektor ekonomi yang diserbu. Padahal sebelum tahun 2009 saja Indonesia telah mengalami proses deindustrialisasi (penurunan industri). Berdasarkan data Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, peran industri pengolahan mengalami penurunan dari 28,1% pada 2004 menjadi 27,9% pada 2008. Diproyeksikan 5 tahun ke depan penanaman modal di sektor industri pengolahan mengalami penurunan US$ 5 miliar yang sebagian besar dipicu oleh penutupan sentra-sentra usaha strategis IKM (industri kecil menegah). Jumlah IKM yang terdaftar pada Kementrian Perindustrian tahun 2008 mencapai 16.806 dengan skala modal Rp 1 miliar hingga Rp 5 miliar. Dari jumlah tersebut, 85% di antaranya akan mengalami kesulitan dalam menghadapi persaingan dengan produk dari Cina (<em>Bisnis Indonesia</em>, 9/1/2010).</p>
<p align="justify"><em>Kedua</em>: pasar dalam negeri yang diserbu produk asing dengan kualitas dan harga yang sangat bersaing akan mendorong pengusaha dalam negeri berpindah usaha dari produsen di berbagai sektor ekonomi menjadi importir atau pedagang saja. Sebagai contoh, harga tekstil dan produk tekstik (TPT) Cina lebih murah antara 15% hingga 25%. Menurut Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat Usman, selisih 5% saja sudah membuat industri lokal kelabakan, apalagi perbedaannya besar (<em>Bisnis Indonesia</em>, 9/1/2010). Hal yang sangat memungkinkan bagi pengusaha lokal untuk bertahan hidup adalah bersikap pragmatis, yakni dengan banting setir dari produsen tekstil menjadi importir tekstil Cina atau setidaknya pedagang tekstil. Sederhananya, <em>&#8220;Buat apa memproduksi tekstil bila kalah bersaing? Lebih baik impor saja, murah dan tidak perlu repot-repot jika diproduksi sendiri.&#8221;</em></p>
<p align="justify">Gejala inilah yang mulai tampak sejak awal tahun 2010. Misal, para pedagang jamu sangat senang dengan membanjirnya produk jamu Cina secara legal yang harganya murah dan dianggap lebih manjur dibandingkan dengan jamu lokal. Akibatnya, produsen jamu lokal terancam gulung tikar.</p>
<p align="justify"><em>Ketiga</em>:<em> </em>karakter perekomian dalam negeri akan semakin tidak mandiri dan lemah. Segalanya bergantung pada asing. Bahkan produk &#8220;tetek bengek&#8221; seperti jarum saja harus diimpor. Jika banyak sektor ekonomi bergantung pada impor, sedangkan sektor-sektor vital ekonomi dalam negeri juga sudah dirambah dan dikuasai asing, maka apalagi yang bisa diharapkan dari kekuatan ekonomi Indonesia?</p>
<p align="justify"><em>Keempat</em>: jika di dalam negeri saja kalah bersaing, bagaimana mungkin produk-produk Indonesia memiliki kemampuan hebat bersaing di pasar ASEAN dan Cina? Data menunjukkan bahwa tren pertumbuhan ekspor non-migas Indonesia ke Cina sejak 2004 hingga 2008 hanya 24,95%, sedangkan tren pertumbuhan ekspor Cina ke Indonesia mencapai 35,09%. Kalaupun ekspor Indonesia bisa digenjot, yang sangat mungkin berkembang adalah ekspor bahan mentah, bukannya hasil olahan yang memiliki nilai tambah seperti ekspor hasil industri. Pola ini malah sangat digemari oleh Cina yang memang sedang &#8220;haus&#8221; bahan mentah dan sumber energi untuk menggerakkan ekonominya.</p>
<p align="justify"><em>Kelima</em>:<em> </em>peranan produksi terutama sektor industri manufaktur dan IKM dalam pasar nasional akan terpangkas dan digantikan impor. Dampaknya, ketersediaan lapangan kerja semakin menurun. Padahal setiap tahun angkatan kerja baru bertambah lebih dari 2 juta orang, sementara pada periode Agustus 2009 saja jumlah pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 8,96 juta orang.</p>
<p align="justify">Walhasil, perdagangan bebas yang dijalani Pemerintah hakikatnya adalah ‘bunuh diri’ secara ekonomi.</p>
<p align="justify">sumber : <a rel="nofollow" href="http://balancepers.com/goto/www_hizbut_tahrir_or_id/181/1">www.hizbut-tahrir.or.id</a></p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://balancepers.com/rekasadana-dilirik-kembali/" rel="bookmark">Rekasadana dilirik kembali</a></li><li><a href="http://balancepers.com/market-pc-nasional-dikusai-acer/" rel="bookmark">Market PC Nasional dikusai Acer</a></li><li><a href="http://balancepers.com/musik-indonesia-2007-maju-jalan-di-tempat-atau-malah-mundur-1/" rel="bookmark">Musik Indonesia 2007 : Maju, Jalan di Tempat, atau Malah Mundur? (1)</a></li><li><a href="http://balancepers.com/bankir-bumn-siap-hadapi-bank-asing/" rel="bookmark">Bankir BUMN Siap Hadapi Bank Asing</a></li><li><a href="http://balancepers.com/2008-asuransi-umum-naikkan-premi-banjir/" rel="bookmark">2008, ASURANSI UMUM NAIKKAN PREMI BANJIR</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balancepers.com/acfta-pasar-bebas-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Awal 2012 &#8220;Kiamat&#8221; bagi akuntan, Is it true?</title>
		<link>http://balancepers.com/awal-2012-kiamat-bagi-akuntan-true/</link>
		<comments>http://balancepers.com/awal-2012-kiamat-bagi-akuntan-true/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 03:23:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bintan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[Akuntan]]></category>
		<category><![CDATA[Appraisal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balancepers.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin sekarang ini angka 2012 sangatlah populer, bahkan mampu mengalahkan popularitas SuperAnggodo. Film yang berjudul 2012 itu pun laris manis di berbagai bioskop di Indonesia dan seluruh dunia. Akuntansi pun tidak luput dari angka 2012 yang sangat hebat itu.
Sebuah kabar yang mengejutkan di pagi hari, dosen kami berkata bahwa awal tahun 2012 akan menjadi &#8220;kiamat&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin sekarang ini angka 2012 sangatlah populer, bahkan mampu mengalahkan popularitas SuperAnggodo. Film yang berjudul 2012 itu pun laris manis di berbagai bioskop di Indonesia dan seluruh dunia. Akuntansi pun tidak luput dari angka 2012 yang sangat hebat itu.</p>
<p>Sebuah kabar yang mengejutkan di pagi hari, dosen kami berkata bahwa awal tahun 2012 akan menjadi &#8220;kiamat&#8221; bagi profesi akuntan. Kami bertanya-tanya, mengapa bisa begitu. Apakah pada tahun itu profesi akuntan sudah tidak diperlukan lagi atau tenaga akuntan sudah habis. Kabar di pagi itu sedikit tidak enak di dengar oleh kami yang akan menjadi tenaga akuntan.<span id="more-162"></span></p>
<p>Dosen kami menjelaskan, mengapa awal tahun 2012 dapat disebut menjadi &#8220;kiamat&#8221; bagi profesi akuntan adalah bahwa pada awal tahun 2012 profesi akuntan tidak dapat bekerja sendiri, tetapi membutuhkan bantuan dari appraisal.</p>
<p>Appraisal adalah tenaga memberikan suatu estimasi dan pendapat atas nilai ekonomis suatu properti, baik harta berwujud (tangible assets) maupun harta tidak berwujud (intangible assets), berdasarkan hasil analisis terhadap fakta-fakta yang objektif dan relevan dengan menggunakan metode dan prinsip-prinsip penilaian yang berlaku.</p>
<p>Jadi, tenaga appraisal sangat diperlukan tetapi tenaga appraisal di Indonesia sangatlah kurang. Saat ini di Indonesia yang luas seperti ini, tenaga appraisal hanya ada 34 orang, sedangkan di Yogyakarta tenaga appraisal hanya 1 orang. Saat ini mungkin kebanyakan orang kurang mengenal dengan tenaga appraisal dikarenakan belum banyak yang membutuhkan tetapi mungkin pada tahun 2012 tenaga appraisal adalah pekerjaan yang cukup menjanjikan karena banyak dibutuhkan.</p>
<p>Jadi, apa yang harus kita lakukan sebagai calon tenaga akuntan di masa yang akan datang? Ditambah lagi, pada tahun 2010 ini akan dimulai menggunakan IFRS (International Financial Reporting Standart) pengganti dari PSAK yang selama ini kita gunakan di Indonesia.</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://balancepers.com/iai-akan-mensyahkan-psak-asuransi-syariah/" rel="bookmark">IAI akan mensyahkan PSAK Asuransi Syariah</a></li><li><a href="http://balancepers.com/27/" rel="bookmark">Butuh 2 Ribu Auditor</a></li><li><a href="http://balancepers.com/tsunami-dam/" rel="bookmark">TSUNAMI DAM</a></li><li><a href="http://balancepers.com/musik-indonesia-2007-maju-jalan-di-tempat-atau-malah-mundur-1/" rel="bookmark">Musik Indonesia 2007 : Maju, Jalan di Tempat, atau Malah Mundur? (1)</a></li><li><a href="http://balancepers.com/alternatif-usaha-mahasiswa/" rel="bookmark">Alternatif Usaha Mahasiswa</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balancepers.com/awal-2012-kiamat-bagi-akuntan-true/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Tentang NTT dari Maximus Masa</title>
		<link>http://balancepers.com/kisah-tentang-ntt-dari-maximus-masa/</link>
		<comments>http://balancepers.com/kisah-tentang-ntt-dari-maximus-masa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 17:53:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dEe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tahukah Kalian?]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Tentang NTT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balancepers.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Rentetan peristiwa terus mendera propinsi NTT. Bencana demi bencana terus datang silih berganti seakan tak ada habisnya. Peristiwa tanah longsor yang melanda kabupaten Ruteng yang menewaskan puluhan orang, onggokan mayat dan derita luka ratusan warga kabupaten Ende akibat banjir bandang sampai penyakit gila anjing ( rabies ) yang menyerang kabupaten Sika dan Flores Timur menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Arial;"><span style="small;">Rentetan peristiwa terus mendera propinsi NTT. Bencana demi bencana terus datang silih berganti seakan tak ada habisnya. Peristiwa tanah longsor yang melanda kabupaten Ruteng yang menewaskan puluhan orang, onggokan mayat dan derita luka ratusan warga kabupaten Ende akibat banjir bandang sampai penyakit gila anjing <em>( rabies )</em> yang menyerang kabupaten Sika dan Flores Timur menjadi topik hangat untuk diliput oleh pers baik domestik maupun mancanegara. Semuanya soal derita rana NTT yang tak pernah usai. Sapuan air mata belum kering benar ternyata datang lagi bencana kemanusiaan lain yang sangat gencar yakni penyakit <strong>busung lapar</strong> yang sempat menjadi momok yang sangat menakutkan bagi masyarakat yang dililiti ekonomi lemah. Derita NTT, judul yang diliput oleh wartawan Flores Pos menggenapkan aliran berita bahwa NTT saat ini sedang berada dalam jurang bencana baik bencana alam maupun<span style="yes;"> </span>bencana penyakit. Dari tahun 1998 penyakit gila anjing atau rabies adalah penyakit yang terserang melalui anjing gila. Berita</span></span><span id="more-140"></span><span style="Arial;"><span style="small;"> memang kurang terlalu gencar karena pada saat yang bersamaan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia memperjuangkan reformasi yang sampai kini hasilnya yang masih jauh dari harapan. Penyakit <em>rabies </em>dilewatkan dari berita. Akan tetapi meskipun Indonesia sedang memperjuangkan reformasi namun para pemerhati masalah sosial tetap dengan setia meliputi berita itu dan berusaha menempatkan pada posisi yang sama dengan perjuangan mahasiswa tentang reformasi. Tahun 2002 gunung Hegong di Maumere, kabupaten Sika meletus dan menyebabkan masyarakat yang bermukim di lembah gunung itu mengungsi. Gunung itu seakan tidak mau kalah dengan amukan gunung Pinatibo yang ada di Filipina. Letusannya membuat masyarakat menderita. Betapa tidak, laharnya yang panas sebagian menyapu bersih pemukiman penduduk walau sebelumnya telah diantisipasi. Akibatnya ratusan warga kehilangan tempat tinggal dan material lain yang menjadi pegangan hidup mereka. Tahun 2005, awal dari penyakit baru yang namanya <strong>busung lapar</strong> menyapu NTT. Penyakit ini adalah yang paling parah karena menyerang bayi dan anak-anak usia balita di antara 1-3 tahun dan tidak tertutup kemungkinan untuk menyerang orang dewasa yang kekurangan pasokkan protein dalam tubuhnya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Arial;"><span style="small;">Dari sini timbul berbagai pertanyaan yang bersifat analisis; Apa itu busung lapar?<span style="yes;"> </span>Apa penyebabnya? Jenis macam apa penyakit busung lapar itu? Bagaimana cara penanganannya agar penyakit yang membawa maut ini tidak <span style="yes;"> </span>tersebar ke seluruh pelosok desa yang ada di sana?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Arial;"><span style="small;"><span style="1;"> </span><strong>Busung lapar</strong> atau biasa disebut dengan <strong><span style="underline;">“Kwashiorkor”,</span></strong> pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Cecilie Williams pada tahun 1933 sewaktu ia berada di Gold Coast, Afrika. Saat itu, Dr Cecilie banyak menemui anak-anak yang menderita penyakit <strong><span style="underline;">kwashiorkor</span></strong> atau busung lapar. Istilah <strong><span style="underline;">kwashiorkor</span></strong> sendiri berasal dari bahasa setempat yang berarti “penyakit anak pertama yang timbul ketika anak ke dua muncul”.<span style="yes;"> </span>Maknanya dari kata-kata ini intinya adalah menggambarkan pada suatu penyakit yang timbul pada anak pertama akibat anak tersebut ditelantarkan oleh orangtua akibat adanya adik yang baru lahir. <strong><span style="underline;">Kwashiorkor </span></strong>adalah salah satu bentuk dari gangguan gizi yang dikenal sebagai Kurang Energi dan Protein ( KEP ), dengan berat badan kurang dari 60% disertai bengkak ditungkai kaki. Ada juga yang mendefinisikan bahwa kwashiorkor adalah suatu sindrom yang diakibatkan defisiensi protein yang berat.<span style="yes;"> </span>Defisiensi ini sangat para, meskipun konsumsi energi atau kalori tubuh mencukupi kebutuhan.<span style="yes;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Arial;"><span style="small;">Seperti yang disebutkan di atas bahwa <strong><span style="underline;">kwashiorkor</span></strong> ini lebih banyak menyerang bayi dan balita pada usia enam bulan sampai tiga tahun. Usia paling rawan terkena defisiensi ini adalah dua tahun. Pada usia itu berlangsung masa peralihan dari ASI ke pengganti ASI atau makanan sapihan. Pada umumnya kandungan karbohidrat tinggi, tapi mutu dan kandungan proteinnya sangat rendah. Gajala awal KEP dimulai dengan anak yang tidak mengalami pertambahan tinggi maupun berat badan. Anak terlihat sembab, lesuh, gelisah, cengeng, dan pada tahap yang lebih berat akan terlihat tak peduli ( apatis ) bahkan tak sadarkan diri ( koma ). Pertumbuhan anak akan terhambat karena terdapat bengkak pada seluruh tubuh sehingga sering sekali penurunan berat badan; dengan menekan pada tungkai karena kulit yang ditekan tidak segera kembali.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Arial;"><span style="small;">Jika anak-anak mengalami kurang energi dan protein, akan mudah terserang infeksi seperti diare, <em>ISPA</em> ( infeksi saluran pernapasan atas ), TBC, polio,cacingan dan lain-lain. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Arial;"><span style="small;">Apabila keadaan menjadi lebih buruk, anak yang mengalami kekurangan energi dan protein sekaligus akan menjadi kurus kering. Gejala kurus kering demikian disebut sebagai <strong><span style="underline;">marasmus</span></strong>. Istilah marasmus berasal dari bahasa Yunani, yang berarti kurus kering.<span style="yes;"> </span>Sebaliknya, walau asupan protein sangat kurang, tetapi si anak menerima asupan hidrat arang / karbohidrat maka yang terjadi adalah kwashiorkor. Untuk jelasnya, anak yang menderita <strong><span style="underline;">kwashiorkor</span></strong> akan mengalami edema ( penumpukkan cairan di jaringan bawah kulit; umumnya di ujung-ujung tungkai bawah ) dan adanya akumulasi cairan di rongga usus. Bagian tubuh yang menderita edema akan menjadi bengkak, bagian tersebut bila dipencet memberikan suatu cekungan. Terjadi pula <strong><em>penimbunan cairan di rongga perut</em></strong> <strong><em>yang menyebabkan perut si anak menjadi busung</em></strong> ( oleh karenanya disebut busung lapar ). Apabila keadaan menjadi lebih berat, kulit menjadi kusam dan mudah terkelupas, otot-otot terlihat mengecil, rambut terlihat pirang pucat dan mudah dicabut tanpa rasa sakit. Selain itu kurang darah, gangguan pada fungsi hati, kelenjar ludah perut dan usus pada pemeriksaan laboratorium.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Arial;"><span style="small;">Ciri-ciri lain penderita <strong><span style="underline;">kwashiorkor</span></strong> adalah hambatan pertumbuhan, perubahan pada pigmen rambut dan kulit, edema, dan perubahan patologi pada hati. Hal ini terlihat pada infiltrasi lemak, nekrosis, dan fibrosis. Temuan lain adalah gangguan saluran pencernaan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Arial;"><span style="small;"><span style="1;"> </span>Anak-anak yang mengalami hal ini biasanya kehilangan nafsu makan, rewel, diare, dan sikap apatis. Dan biasanya pula mereka mengalami infeksi lambung. Wajahnya bengkak. Pada orang dewasa, keadaan ini bisa terjadi, dan yang terparah adalah busung lapar.<span style="yes;"> </span><strong><span style="underline;">Kwashiorkor</span></strong> dianggap ada hubungan dengan marasmus. Ini adalah satu kondisi terjadi defisiensi, baik kalori, maupun protein.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Arial;"><span style="small;">Gejala klinis Balita KEP berat / Gizi buruk :</span></span></p>
<p>Untuk KEP ringan dan sedang, gejala klinis yang ditemukan hanya anak tampak kurus. Gejala klinis KEP berat / gizi buruk secara garis besar dapat dibedakan sebagai marasmus, kwashiorkor, atau marasmic-kwashiorkor. Tanpa mengukur atau melihat berat badan bila disertai edema yang bukan karena penyakit lain adalah KEP berat / gizi buruk tipe <strong>kwashiorkor.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Arial;"><span style="small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Arial;"><span style="small;">a. <strong><em><span style="underline;">Kwashiorkor</span></em></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Arial;"><span style="small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="list .5in;"><span style="Arial;"><span style="Ignore;"><span style="small;">-</span><span style="7pt "> </span></span></span><span style="Arial;"><span style="small;">Edema, umumnya seluruh tubuh, terutama pada punggung kaki ( dorsum pedis)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="list .5in;"><span style="Arial;"><span style="Ignore;"><span style="small;">-</span><span style="7pt "> </span></span></span><span style="Arial;"><span style="small;">Wajah membulat dan sembab</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="list .5in;"><span style="Arial;"><span style="Ignore;"><span style="small;">-</span><span style="7pt "> </span></span></span><span style="Arial;"><span style="small;">Pandangan mata sayu</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="list .5in;"><span style="Arial;"><span style="Ignore;"><span style="small;">-</span><span style="7pt "> </span></span></span><span style="Arial;"><span style="small;">Rambut tipis, kemerahan seperti warna rambut jagung, mudah dicabut tanpa rasa sakit atau rontok</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="list .5in;"><span style="Arial;"><span style="Ignore;"><span style="small;">-</span><span style="7pt "> </span></span></span><span style="Arial;"><span style="small;">Perubahan status mental, apatis, dan rewel</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="list .5in;"><span style="Arial;"><span style="Ignore;"><span style="small;">-</span><span style="7pt "> </span></span></span><span style="Arial;"><span style="small;">Pembesaran hati</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="list .5in;"><span style="Arial;"><span style="Ignore;"><span style="small;">-</span><span style="7pt "> </span></span></span><span style="Arial;"><span style="small;">Otot mengecil ( hipotrofi ), lebih nyata bila diperiksa pada posisi berdiri atau duduk</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="list .5in;"><span style="Arial;"><span style="Ignore;"><span style="small;">-</span><span style="7pt "> </span></span></span><span style="Arial;"><span style="small;">Kelainan kulit berupa bercak merah muda yang meluas dan berubah warna menjadi coklat kehitaman dan terkelupas ( crazy pavement dermatosis )</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="list .5in;"><span style="Arial;"><span style="Ignore;"><span style="small;">-</span><span style="7pt "> </span></span></span><span style="Arial;"><span style="small;">Sering disertai : penyakit infeksi, anemia, diare.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Arial;"><span style="small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Arial;"><span style="small;">b. <strong><span style="underline;">Marasmus</span></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Arial;"><span style="small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="list .5in;"><span style="Arial;"><span style="Ignore;"><span style="small;">-</span><span style="7pt "> </span></span></span><span style="Arial;"><span style="small;">Tampak sangat kurus, tinggal tulang terbungkus kulit</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="list .5in;"><span style="Arial;"><span style="Ignore;"><span style="small;">-</span><span style="7pt "> </span></span></span><span style="Arial;"><span style="small;">Wajah seperti orangtua</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="list .5in;"><span style="Arial;"><span style="Ignore;"><span style="small;">-</span><span style="7pt "> </span></span></span><span style="Arial;"><span style="small;">Cengeng, rewel</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="list .5in;"><span style="Arial;"><span style="Ignore;"><span style="small;">-</span><span style="7pt "> </span></span></span><span style="Arial;"><span style="small;">Kulit keriput, jaringan lemak subkutis sangat sedikit sampai tidak ada (baggy pant / pakai celana longgar)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="list .5in;"><span style="Arial;"><span style="Ignore;"><span style="small;">-</span><span style="7pt "> </span></span></span><span style="Arial;"><span style="small;">Perut cekung</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="list .5in;"><span style="Arial;"><span style="Ignore;"><span style="small;">-</span><span style="7pt "> </span></span></span><span style="Arial;"><span style="small;">Sering disertai : penyakit infeksi ( umumnya kronis berulang )</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="list .5in;"><span style="Arial;"><span style="Ignore;"><span style="small;">-</span><span style="7pt "> </span></span></span><span style="Arial;"><span style="small;">Diare kronis atau konstipasi / susah buang air</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Arial;"><span style="small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Arial;"><span style="small;">c. <strong><span style="underline;">Marasmik-Kwashiorkor</span></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Arial;"><span style="small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="list .5in;"><span style="Arial;"><span style="Ignore;"><span style="small;">-</span><span style="7pt "> </span></span></span><span style="Arial;"><span style="small;">Gambaran klinis merupakan campuran dari beberapa gejala klinik <strong><span style="underline;">kwashiorkor</span></strong> dan marasmus, dengan BB/U &lt;60% baku median WHO- NCHS disertai edema<span style="yes;"> </span>yang tidak mencolok.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Arial;"><span style="small;">Semua yang dipaparkan adalah gejala- gejalanya yang timbul dan yang biasa diderita oleh si penderita.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Arial;"><span style="small;"><span style="1;"> </span>Penyakit busung lapar melanda NTT bukanlah tanpa sebab. Banyak yang menjadi indikasi penyebabnya diantaranya : </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Arial;"><span style="small;">Menurut <em>penelitian Institut for Ecosoc Right</em> menyimpulkan secara umum untuk wilayah Nusa Tenggara Timur, busung lapar dan gizi buruk terjadi berakar pada persoalan strutktural yakni kelemahan rumah tangga, komunitas dan kebijakan publik. Menurut Ketua Institute for Ecosoc Right, Sri Palupi, busung lapar dan gizi buruk pada prinsipnya lahir dari beragam faktor, bukan hanya karena kemiskinan sebab miskin tidak harus busung lapar. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Arial;"><span style="small;">Institute for Ecosoc Right merupakan sebuah lembaga riset dan pendidikan untuk hak ekonomi, sosial dan budaya yang berbasis di Jakarta. Lembaga ini telah mengkaji masalah gizi buruk dan busung lapar yang mencuat di wilayah NTT. Riset tahun pertama pada tahun 2006 berlangsung di empat kabupaten yakni Sumba Barat, Sumba Timur, Timor Tengah Selatan dan kota Kupang. Riset itu berkaitan dengan berbagai hal yang menjadi penyebab kasus busung lapar dan gizi buruk yang terus dialami masyarakat NTT sepanjang tahun dan sistem penanggulangan yang memungkinkan ditempuh pemerintah, khususnya di empat kabupaten sampel. Palupi mengatakan, penyebab busung lapar dari aspek rumah tangga antara lain dipicu oleh kondisi ekonomi, asupan gizi pada anak yang tidak sesuai standar gizi dan tingkat pengetahuan serta kesadaran orangtua yang rendah. Pada tingkat komunitas masyarakat, lebih disebabkan oleh pergeseran nilai-nilai adat dan praktek hidup yang selalu mengedepankan kebersamaan. Pergeseran itu dapat dilihat dari rendahnya kebutuhan berorganisasi dalam kehidupan bermasyarakat serta kecenderungan masyarakat untuk menghindari<span style="yes;"> </span>seseorang yang terkena gizi buruk dan busung lapar. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Arial;"><span style="small;"><span style="1;"> </span>Penyebab busung lapar dan gizi buruk pada level kebijakan publik merupakan aspek yang dianggap paling menarik karena beragam bencana disikapi dengan politik bantuan sesuai dengan karakter alam dan tipikal masyarakat NTT. Politik bantuan itu justru melemahkan kapasitas komunitas dalam pengelolaan bencana ( termasuk busung lapar dan gizi buruk ) yang berujung pada sikap ketergantungan. <span style="yes;"> </span>Ada juga pemahaman yang keliru yang menempatkan kasus busung lapar sebagai masalah kesehatan sehingga model penanggulangan bersifat kuratif, karitatif, emergency dan bersifat jangka pendek sehingga hasilnya pun tidak optimal. Peneliti Institute for Ecosoc Right, juga menyimpulkan bahwa upaya yang telah dilakukan lembaga non pemerintahan baik skala internasional,nasional dan lokal dalam penanggulangan bencana yang tidak mengutamakan aspek koordinasi juga tidak membuahkan hasil yang diharapkan.<span style="yes;"> </span>Bahkan, timbul kesan persoalan yang sama pada lokasi yang sama ditangani lebih dari satu lembaga non pemerintahan sehingga dana yang dikucurkan relatif besar namun hasilnya tidak optimal dan hanya menciptakan ketergantungan pada bantuan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Arial;"><span style="small;">Untuk mengatasi berbagai persoalan itu diperlukan adanya pemahaman masalah yang substansial, perluasan partisipasi perempuan dan semua elemen yang ada di dalamnya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Arial;"><span style="small;">Menurut versi dari pemerintah terjadinya busung lapar ( kwashiorkor ) lebih disebabkan pola konsumsi warga yang kurang memperhatikan keseimbangan gizi, sanitasi lingkungan yang buruk serta kurangnya pemahaman warga tentang kesehatan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Arial;"><span style="small;">Menurut bapak Stefanus, salah seorang dari petugas kesehatan propinsi NTT, busung lapar disebabkan oleh dua faktor yakni : pertama, anak tidak mendapatkan makanan bergizi dan penderita telah mengidap jenis penyakit lain yang menyebabkan kekebalan tubuh lemah, kedua, minimnya pendapatan masyarakat sehingga tidak mampu membeli makanan bergizi bagi balita dan anak-anak. Dan faktor lainnya adalah lingkungan yang kurang sehat sehingga akan dengan mudah tersebar busung lapar.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Arial;"><span style="small;">Pendapat senada juga dikemukakan oleh dr. Harun Riyanto, bahwa penyebab busung lapar sangat kompleks, multi faktor dan bukan hanya masalah kesehatan saja, namun penyebabnya juga dipengaruhi oleh kondisi sosial, politik, ekonomi dan berbagai sebab lainnya yang tidak jauh berbeda dengan pendapat-pendapat yang telah dikemukakan di atas.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Arial;"><span style="small;">Menurut Siswono, kurang maksimalnya peran posyandu akibat penerapan otonomi daerah. Dan diperkuat lagi dengan pendapat menteri kesehatan bahwa sejak lima tahun terakhir, ketika desentralisasi diterapkan, pos yang paling banyak dipotong adalah posyandu dan penanganan kesehatan secara sistimatik<span style="yes;"> </span>di Indonesia. Sehingga tidak heran ketika muncul kasus busung lapar atau gizi buruk, karena memang pemerintah pusat sama sekali tidak mendapat laporan dari daerah sehingga penanganan tidak dilakukan secara cepat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Arial;"><span style="small;"><span style="1;"> </span>Daerah-daerah yang rawan terserang busung lapar adalah Flores Timur, sedangkan penderita marasmus tersebar di wilayah kabupaten Timor Tengah Utara ( 2 orang ), Timor Tengah Selatan ( 9 orang ), kota Kupang ( 8 orang ), kabupaten Kupang ( 7 orang ), Alor ( 2 orang ), Lembata dan Manggarai masing-masing 2 orang. Jumlah angka para penderita di atas adalah yang dapat terdeteksi dan bisa saja masih banyak korban lain yang tidak terdeteksi mengingat wilayah NTT adalah wilayah yang secara geografis sangat tidak mendukung untuk dijangkau. Artinya banyak daerah pelosok desa yang sangat sulit untuk ditempuh baik melalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Daerahnya sangat terisolasi dari daerah lain sehingga transportasi, komunikasi dan informasi terputus total. Dan juga daerah seperti Ende, Bajawa, Maumere, Waikabubak, atau Waingapu bukan berarti tidak ada indikasi busung lapar dan gizi buruk. Daerah-daerah ini juga tergolong sangat rawan karena tandus, gersang sehingga pada musim kemarau sering dilanda kekeringan yang menyebabkan kekurangan bahan makanan untuk dikonsumsi apalagi makanan bergizi. Kekurangan bahan makanan ini juga menjadi sebab timbulnya marasmus dan busung lapar walaupun pemerintah daerah sendiri membantah karena telah menyalurkan pasokan pangan melalui Bulog sebanyak 9000 ton.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Arial;"><span style="small;">Berdasarkan data hasil survei dari Care International Indonesia ( CII ), di wilayah Timor Tengah Utara terdapat 400 anak di antaranya kurang gizi dan berpotensi busung lapar. Di kabupaten Alor terdapat 400 anak dilaporkan mengalami gizi buruk. Dari jumlah tersebut, 10-15 persen di antaranya sudah mengarah pada gangguan gizi kronis. Kondisi yang sama juga terjadi di daerah lain di wilayah NTT. Berbagai pendapat mencuat sebagai reaksi atas penyakit busung lapar dan gizi buruk ini. Dan masing-masing pendapat mempunyai tujuan yakni bagaimana mencari jalan untuk mencegah dan mengobati para penderita.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Arial;"><span style="small;"><span style="1;"> </span>Langkah-langkah yang perlu diambil dalam penanggulangan masalah ini perlu dilihat dari dua sisi yaitu jangka pendek dan jangkah panjang. Untuk jangka pendek lebih terfokus pada pengobatan yaitu pertama, melakukan koordinasi secara tepat agar proses penanganannya dapat berjalan dengan baik. Proses pengkoordinasian ini perlu melibatkan berbagai elemen yang mempunyai tujuan baik yakni membantu para penderita agar bisa sembuh dari penyakit yang sedang diderita. Kedua, Menyalurkan bahan makanan tambahan berupa susu, kacang hijau pada setiap daerah. Bantuan sembako untuk daerah yang kekurangan bahan makanan. Ketiga, menyalurkan obat-obatan ke semua daerah baik yang sudah dilanda maupun yang belum sehingga dapat mencegah penyebarannya. Keempat, tingkatkan pelayanan kesehatan lewat pelayanan posyandu, puskesmas. Kelima, menambah tenaga medis seperti dokter dan para perawat. Dengan memenuhi kelima langkah ini akan semakin cepat untuk diatasi. Untuk jangka panjang yakni : Pertama, meningkatkan kesadaran masyarakat lewat penyuluhan dan pembinaan tentang peran penting kesehatan bagi kehidupan, mensosialisasikan tentang keberadaan posyandu dan puskesmas bahwa kehadirannya dapat membantu mengobati penyakit dengan biaya yang mudah terjangkau atau ada program pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat ekonomi lemah, biasakan gaya hidup sehat dengan mencuci tangan sebelum makan, membersihkan lingkungan baik di sekitar lingkungan rumah maupun lingkungan di dalam rumah. Kedua, menyadarkan masyarakat akan pentingnya kesehatan dengan meningkatkan pendidikan bagi anak-anak mereka sehingga dengan pendidikan yang memadai maka tingkat kesadaran masyarakat pun semakin tinggi, pengetahuannya makin luas, informasinya pun dapat diakses dengan mudah. <span style="yes;"> </span>Ketiga, memberikan kepelatihan / kursus latihan kerja kepada masyarakat agar dapat memiliki ketrampilan yang baik dalam mengerjakan aktivitasnya dalam usaha untuk bertanggungjawab terhadap diri dan keluarga secara keseluruhan. Dengan adanya ketrampilan yang dimiliki maka hasil dari pekerjaan yang diperoleh pun diharapkan akan menjadi lebih baik.<span style="yes;"> </span>Ini adalah salah satu cara meningkatkan pendapatan dalam rumah tangga, dengan pendapatan yang memadai maka tingkat ekonomi masyarakat pun kian semakin baik yang bisa mengarah ke keluarga yang sejahtera. Itulah yang menjadi harapan pada saat sekarang dan yang akan datang.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Arial;"><span style="small;"><span style="1;"> </span>Dengan berbagai persoalan yang meliliti kehidupan warga NTT, kiranya warga NTT semakin sadar tentang betapa pentingnya kesehatan. Belajar dari kasus-kasus yang telah terjadi dari gejala, penyebab dan solusi yang diterapkan dapat membawa warga untuk memahami lebih dalam tentang fenomena penyakit sehingga tidak berdampak pada situasi yang ruwet dan sulit untuk keluar dari kemelut yang dialami. Kami dari kejauhan selalu mendukung walau saban hari kami akan kembali dalam suasana yang lebih segar ketimbang sekarang yang dirundung duka dan derita. Bangkitlah saudaraku dari tidurmu yang panjang, jangan biarkan rona luka terus menganga, kita tingkatkan persaudaraan membangun kebersamaan dalam satu nasib memajukan Nusa Tenggara Timur, rana FLOBAMORA, tempat kita dihadirkan oleh sang khalik.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Arial;"><span style="small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Arial;"><span style="small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Arial;"><span style="small;">Sumber Referensi :</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="l0 level1 lfo2;"><span style="Arial;"><span style="Ignore;"><span style="small;">1.</span><span style="7pt "> </span></span></span><span style="Arial;"><span style="small;">Korban NTT bertambah ( Artikel )</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="l0 level1 lfo2;"><span style="Arial;"><span style="Ignore;"><span style="small;">2.</span><span style="7pt "> </span></span></span><span style="Arial;"><span style="small;">45 anak NTT positif Busung Lapar ( Artikel )</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="l0 level1 lfo2;"><span style="Arial;"><span style="Ignore;"><span style="small;">3.</span><span style="7pt "> </span></span></span><span style="Arial;"><span style="small;">Busung Lapar ( Artikel )</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="l0 level1 lfo2;"><span style="Arial;"><span style="Ignore;"><span style="small;">4.</span><span style="7pt "> </span></span></span><span style="Arial;"><span style="small;">Penyakit Busung Lapar Akibat Posyandu kurang Maksimal ( Artikel )</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="l0 level1 lfo2;"><span style="Arial;"><span style="Ignore;"><span style="small;">5.</span><span style="7pt "> </span></span></span><span style="Arial;"><span style="small;">KEMKOKESRA ( Kementrian Koordinator Kesejahteraan Rakyat ( Artikel )</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="l0 level1 lfo2;"><span style="Arial;"><span style="Ignore;"><span style="small;">6.</span><span style="7pt "> </span></span></span><span style="Arial;"><span style="small;">Gizi Buruk. Kwashiorkor, Marasmus atau Marasmik Kwashiorkor ( Artikel ) DISKESJATIM</span></span></p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://balancepers.com/17/" rel="bookmark">Filateli: “The 1847 Two Pence Mauritius Post Office”</a></li><li><a href="http://balancepers.com/acton-figure-ultimate-bumblebee/" rel="bookmark">Acton Figure: Ultimate Bumblebee</a></li><li><a href="http://balancepers.com/27/" rel="bookmark">Butuh 2 Ribu Auditor</a></li><li><a href="http://balancepers.com/pelihara-anthurium-bisa-beli-nissan-x-trail/" rel="bookmark">Pelihara Anthurium bisa beli Nissan X-Trail</a></li><li><a href="http://balancepers.com/gaya-hidup-sehat/" rel="bookmark">Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah Influenza</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balancepers.com/kisah-tentang-ntt-dari-maximus-masa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengaruh Syukur Secara Fisik</title>
		<link>http://balancepers.com/pengaruh-syukur-secara-fisik/</link>
		<comments>http://balancepers.com/pengaruh-syukur-secara-fisik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 May 2008 12:30:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pitoy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tahukah Kalian?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balancepers.com/pengaruh-syukur-secara-fisik/</guid>
		<description><![CDATA[????????Menurut Rollin McCraty dari HearthMath Researc Center dan Doc Childre of Quantum Iatec. Inc., pernyataan terima kasih yang murni tidak hanya menjaga hubungan sosoial tetap utuh tetapi secara fisik dapat menyehatkan tubuk kita.
Related Posts:Taruhan Ronaldo dan FergusonMerawat Gigi, Investasi Hidup SehatPT Intern Mitra Futures YogyaActon Figure: Ultimate BumblebeeManusia bijak]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><font style="position: absolute;overflow: hidden;height: 0;width: 0"><a rel="nofollow" href="http://balancepers.com/goto/_/139/1">????????</a></font>Menurut Rollin McCraty dari HearthMath Researc Center dan Doc Childre of Quantum Iatec. Inc., pernyataan terima kasih yang murni tidak hanya menjaga hubungan sosoial tetap utuh tetapi secara fisik dapat menyehatkan tubuk kita.</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://balancepers.com/taruhan-ronaldo-dan-ferguson/" rel="bookmark">Taruhan Ronaldo dan Ferguson</a></li><li><a href="http://balancepers.com/50/" rel="bookmark">Merawat Gigi, Investasi Hidup Sehat</a></li><li><a href="http://balancepers.com/pt-intern-mitra-futures-yogya/" rel="bookmark">PT Intern Mitra Futures Yogya</a></li><li><a href="http://balancepers.com/acton-figure-ultimate-bumblebee/" rel="bookmark">Acton Figure: Ultimate Bumblebee</a></li><li><a href="http://balancepers.com/manusia-bijak/" rel="bookmark">Manusia bijak</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balancepers.com/pengaruh-syukur-secara-fisik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
