<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Surat Kabar Online Mahasiswa Balance &#187; Psikology</title>
	<atom:link href="http://balancepers.com/category/psikology/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://balancepers.com</link>
	<description>Media Komunikasi Mahasiswa</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Apr 2010 18:56:35 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>KESEPIAN DITENGAH KERAMAIAN</title>
		<link>http://balancepers.com/kesepian-ditengah-keramaian/</link>
		<comments>http://balancepers.com/kesepian-ditengah-keramaian/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 07:11:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>LPM Balance</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balancepers.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[    Adalah situasi dimana individu mengalami perasaan kesepian meskipun sesungguhnya mereka dikelilingi banyak orang. Istilah lain untuk menyebut keadaan semacam ini dinamakan Living Together Lonelines (LTL). DR. Kiley dalam bukunya yang berjudul, Living Together Feeling Alone menyebutkan bahwa sekitar seperempat penduduk dunia mengalaminya. Terutamanya, situasi demikian ini dialami oleh manusia dewasa.

Pada umumnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%"><img src="http://venus-to-mars.com/wp-content/uploads/2007/04/200013545-001-sad-woman.jpg" align="left" height="280" width="230" title="KESEPIAN DITENGAH KERAMAIAN" alt="200013545 001 sad woman KESEPIAN DITENGAH KERAMAIAN" />    Adalah situasi dimana individu mengalami perasaan kesepian meskipun sesungguhnya mereka dikelilingi banyak orang. Istilah lain untuk menyebut keadaan semacam ini dinamakan <em>Living Together Lonelines</em> (LTL). DR. Kiley dalam bukunya yang berjudul, <em>Living Together Feeling Alone</em> menyebutkan bahwa sekitar seperempat penduduk dunia mengalaminya. Terutamanya, situasi demikian ini dialami oleh manusia dewasa.<o:p></o:p></p>
<p><u1:p></u1:p></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%">Pada umumnya LTL ini dilekatkan oleh orang-orang yang ditinggal pergi seseorang, hidup menjanda/duda, dan lain sebagainya yang pada intinya adalah hidup seorang diri. Namun,<span id="more-9"></span> ternyata kedekatan secara fisik dengan orang lain tidak menjamin seseorang untuk lepas dari permasalahan LTL. Kasus yang banyak ditemui adalah pada perempuan. Sedangkan pada laki-laki tidak banyak terungkap. Kemungkinan hal tersebut dikarenakan sifat laki-laki yang introvert terhadap perasaannya. Namun demikian, tanpa melihat kepada masalah gender, memang hampir setiap orang didunia ini pernah mengalami perasaan kesepian.<o:p></o:p></p>
<p><u1:p></u1:p></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%">Kesepian pada masa dewasa awal terjadi pada masa transisi seseorang dari sekolah menengah atas ke perguruan tinggi. Suatu penelitian yang disebutkan dalam buku <em>Life Span Development</em> menyebutkan bahwa 75% mahasiswa baru mengalami kesepian semenjak datang ke kampus. Meskipun mereka terlibat dalam kegiatan-kegiatan bersama semisal OSPEK, namun banyak diantaranya yang tidak terlibat secara emosional. Prestasi-prestasi pribadi dimasa sekolah menengah atas juga tidak dapat serta merta dapat ditunjukkan kepada setiap orang dilingkungannya yang baru tersebut. Akibatnya individu seolah harus memulai hubungan dari nol lagi. Disinilah peran keterbukaan menjadi penentu.<o:p></o:p></p>
<p><u1:p></u1:p></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%">Keterbukaan sangat penting dalam menjalin suatu hubungan. Individu yang kesulitan membuka diri akan mengalami kesulitan menjalin hubungan dengan orang-orang baru. Akibatnya kondisi ini akan menambah perasaan kesepian mereka. Kesulitan pembukaan diri ini biasa diekspresikan melalui pernyataan seperti, “Saya merasa tidak cocok dengan orang-orang disekeliling saya”, “Saya tidak menemukan perasaan kebersamaan seperti yang pernah saya alami sebelumnya”, dan lain sebagainya.<o:p></o:p></p>
<p><u1:p></u1:p></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%">Kesepian dimasa pernikahan juga dapat terjadi manakala salah satu pasangan misalnya tidak mendapatkan perhatian dari yang lainnya. Misalnya pada kasus perempuan yang banyak terjadi adalah ketika suami bersikap isolatif. Hal ini antara lain tercermin dalam sikap menolak. Monolak bisa dalam segala hal, misalnya menolak saat diajak ngobrol/berdiskusi, sampai menolak saat tiap kali diajak berhubungan intim. Suami yang suka menyalahkan, banyak mengkritik tanpa memberi solusi, dan memboikot pergaulan istri adalah salah satu faktor penyebabnya.<o:p></o:p></p>
<p><u1:p></u1:p></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%">Contoh diatas merupakan penyebab kesepian dipandang dari sisi external yang secara luas menyangkut permasalahan budaya dan kemasyarakatan. Misal dengan adanya perubahan peran pada perempuan, serta mobilitas yang kian tinggi. Perempuan kini tidak hanya mengurusi permasalahan rumah saja, tetapi juga berfungsi lain untuk mencari nafkah keluarga baik bersifat tambahan ataupun penuh. Sepulang dari kerja masih dihadapkan pada masalah-masalah rumah tangga seperti menyiapkan makanan, mengurus anak, dan lain sebagainya. Sementara mobilitas yang tinggi semakin menjauhkan kita dari sentuhan-sentuhan sosial. Sebab bagaimanapun cara berkomunikasi tak langsung dengan langsung tetap berbeda. <o:p></o:p></p>
<p><u1:p></u1:p></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%">Kemudian dari sisi internal sendiri, kesepian dapat disebabkan oleh perkembangan kepribadian dan konflik peran yang dialaminya. Misalnya dikarenakan penghargaan yang rendah terhadap dirinya sendiri, kecintaan yang berlebihan pada dirinya sendiri (narsisme), dan perasaan tidak berdaya.<o:p></o:p></p>
<p><u1:p></u1:p></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%">Konflik peran timbul ketika seseorang mendapati adanya harapan yang baru terhadap mereka. Seperti kasus transisi ke perguruan tinggi diatas, harapan yang diinginkannya berbeda jauh dengan kenyataan. Yaitu disaat seseorang mengharapkan perlakuan yang sama seperti ketika masih di sekolah menengah atas, namun ternyata tidak didapat di perguruan tinggi. Pada kasus perempuan, seringkali disatu sisi kini dituntut untuk independen, mandiri atau tidak tergantung, yang merupakan konsekuensi dari persamaan gender. Sementara, disisi lain masih ada nilai-nilai tradisional yang menganggap tabu atas beberapa aktivitas perempuan seperti misalnya: perempuan dianggap tidak pantas bilamana pulang larut malam, perempuan hendaknya tidak menonjolkan diri melebihi suaminya, dan lain sebagainya.<o:p></o:p></p>
<p><u1:p></u1:p></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><u1:p></u1:p>Lalu bagaimanakah cara keluar dari situasi demikian ini? Banyak sekali cara yang dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik perorangan. Namun menurut Dr. Kiley, ada suatu terapi yang diberikan oleh psikolog klinis. Cara lainnya adalah dengan pendekatan spiritual. Bisa dengan mendatangi seorang spiritualis, seperti pada kasus Reza-Ajie masaid-Aa Gatot.<o:p></o:p></p>
<p><u1:p></u1:p></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%">Namun demikian, apapun langkah yang ditenpuh untuk mengatasinya, tiga hal utama yang menjadi prinsip adalah: kebenaran, harapan, dan cinta. Kebenaran sejati sebenarnya dapat digali dari dalam diri sendiri. Dapat dilakukan dengan cara-cara sederhana yang jelas sudah teruji. Seperti menyempatkan diri untuk berkontemplasi, merenungi diri disertai dengan solusi konkrit dari hasil pemikiran yang mendalam. Kekaburan harapan yang menyebabkan pula konflik peran pada contoh diatas sejatinya berkaitan dengan bagaimana manusia memiliki kesanggupan untuk merespon lingkungannya. Selama kita dapat merespon lingkungan kita maka harapan akan selalu ada untuk kita. Yang terakhir adalah, cinta, nyawa bagi kehidupan. Cinta memberikan arti hidup yang ditemukan dengan menjaga keintiman berhubungan dengan orang lain.<o:p></o:p></p>
<p><u1:p></u1:p></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%">Dengan kombinasi ketiga prinsip utama tersebut, secara positif mampu menghapuskan perasaan kesepian yang diderita. Kehidupan yang penuh arti, makna, nilai, harapan, dan kebenaran akan membawa ke kehidupan yang hangat, membahagiakan, dan juga menentramkan jiwa.<o:p></o:p></p>
<p><u1:p></u1:p></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><strong><u1:p></u1:p><u1:p></u1:p><u1:p></u1:p><u1:p>Kontributor:</u1:p></strong><br />
Buntara<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><strong><em>Sumber:</em></strong><em><br />
<u1:p></u1:p>Life Span Development Jilid 2</em><br />
<u1:p></u1:p><em>Majalah SENIOR no 275 Oktober 2004</em><o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><o:p> </o:p></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%"><span><o:p></o:p></span></p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://balancepers.com/gangguan-kepribadian/" rel="bookmark">GANGGUAN KEPRIBADIAN</a></li><li><a href="http://balancepers.com/kiat-berhenti-merokok/" rel="bookmark">Kiat Berhenti Merokok!</a></li><li><a href="http://balancepers.com/tsunami-dam/" rel="bookmark">TSUNAMI DAM</a></li><li><a href="http://balancepers.com/acton-figure-ultimate-bumblebee/" rel="bookmark">Acton Figure: Ultimate Bumblebee</a></li><li><a href="http://balancepers.com/17/" rel="bookmark">Filateli: “The 1847 Two Pence Mauritius Post Office”</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balancepers.com/kesepian-ditengah-keramaian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>GANGGUAN KEPRIBADIAN</title>
		<link>http://balancepers.com/gangguan-kepribadian/</link>
		<comments>http://balancepers.com/gangguan-kepribadian/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 07:07:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>LPM Balance</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balancepers.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[ 
Gangguan-gangguan dalam kategori ini bersumber dari perkembangan kepribadian yang tidak masak dan menyimpang. Kerena mengalami proses perkembangan yang tidak semestinya, individu-individu tertentu memiliki cara pandang, cara pikir dan berhubungan dengan dunia sekelilingnya secara maladaptif. Akibatnya, mereka tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan dalam kasus-kasus tertentu mereka menjadi menderita.
        [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%"><span><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%"><strong><span><img src="http://klinikservo.files.wordpress.com/2007/02/pop0111.jpg" align="left" height="170" width="63" title="GANGGUAN KEPRIBADIAN" alt="pop0111 GANGGUAN KEPRIBADIAN" /></span></strong><span><o:p></o:p>Gangguan-gangguan dalam kategori ini bersumber dari perkembangan kepribadian yang tidak masak dan menyimpang. Kerena mengalami proses perkembangan yang tidak semestinya, individu-individu tertentu memiliki cara pandang, cara pikir dan berhubungan dengan dunia sekelilingnya secara maladaptif. Akibatnya, mereka tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan dalam kasus-kasus tertentu mereka menjadi menderita.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%"><span><span>            </span><st1:place w:st="on"><st1:city w:st="on">Ada</st1:city></st1:place> tiga kelompok gangguan utama dalam kategori ini, yaitu gangguan kepribadian, kepribadian antisosial, dan perilaku kriminal.</span><span id="more-8"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%"><span><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%"><strong><span>1. Gangguan Kepribadian<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%"><span>Penderita jenis gangguan ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:<o:p></o:p></span></p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span><span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"></span></span></span></strong><span><strong>Hubungan pribadinya dengan orang lain terganggu, dalam arti sikap dan perilakunya cenderung merugikan orang lain.</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol"><span>·<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">        </span></span></span><!--[endif]--><span>memandang bahwa kesulitannya disebabkan oleh nasib buruk atau perbuatan jahat orang lain. Dengan kata lain, penderita gangguan ini tidak pernah merasa bersalah.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol"><span>·<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">        </span></span></span><!--[endif]--><span>tidak memiliki rasa tanggung jawab terhadap orang lain: bersikap manipulatif atau senang mengakali, mementingkan diri sendiri, tidak punya rasa bersalah, dan tidak mengenal rasa sesal bila mencalakakan orang lain.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol"><span>·<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">        </span></span></span><!--[endif]--><span>celakanya, orang ini tidak pernah dapat melepaskan diri dari pola tingkah lakunya yang maladaptif itu.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol"><span>·<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">        </span></span></span><!--[endif]--><span>selalu menghindari tanggung jawab atas masalah-masalah yang mereka timbulkan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%"><span><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 18pt; line-height: 150%"><span>Selain itu, gangguan ini lebih merupakan gangguan terhadapa nama baik si penderita (disorders of reputation). Artinya, masalahnya lebih berupa akibat tidak menyenangkan dari tindakan sipenderitan terhadap orang lain, bukan berupa penderitaan yang harus ditanggung oleh yang bersangkutan, seperti misalnya pada kasus neurosis. Dalam kasus neurosis, yang menderita dan merasa tidak bahagia adalah penderita itu sendiri. Sebaliknya dalam gangguan kepribadian ini yang menjadi korban perbuatan tidak bertanggung jawab dari si penderita. Penderita sendiri hanya mengalami reputasi yang buruk, yang bagi penderita gangguan ini sama sekali bukan soal.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 18pt; line-height: 150%"><span>Beberapa jenis gangguan kepribadian yang cukup menonjol adalah kepribadian paranoid-skizoid-skizotipe, kepribadian histrionik-narcisistik-antisosial, dan kepribadian aviodan-tergantung-kompulsif-agresif pasif.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>a.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">       </span></span></span></strong><!--[endif]--><span><strong>Kepribadian Paranoid, Skizoid, dan Skizotipe</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 18pt; line-height: 150%"><span>Penderita ketiga jenis gangguan ini berperilaku eksentrik, ditambah beberapa kekhususan sebagai berikut:<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%"><!--[if !supportLists]--><span><span>1)<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Kepribadian Paranoid memiliki ciri-ciri tambahan: serba curiga; hipersensitif atau sangat perasa; rigid atau kaku; mudah iri; sangat egois; argumentatif atau suka menentang; suka menyalahkan orang lain; suka menuduh orang lain jahat.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%"><!--[if !supportLists]--><span><span>2)<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Kepribadian Skizoid memiliki ciri-ciri khas: tidak mampu dan menghindari menjalin hunbungan sosial; terkesan dingin dan tidak akrab atau tidak ramah; tidak terampil bergaul dan suka menyendiri.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%"><!--[if !supportLists]--><span><span>3)<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Kepribadian Skizotipe memiliki ciri-cri khas: suka menyendiri; suka menghindari oang lain; egosentrik; dihantui oleh pikiran-pikiran autistik, yaitu pikiran-pikiran yang tidak dapat dimengerti oleh orang lain selain oleh dirinya sendiri, dan takhayul-takhayul; dan amat perasa.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>b.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">      </span></span></span></strong><!--[endif]--><span><strong>Gangguan Kepribadian Historik, Narcisistik, dan Antisosial</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 18pt; line-height: 150%"><span>Penderita ketiga jenis gangguan ini memiliki ciri umum berperilaku dramatik atau penuh aksi serba menonjolkan diri, emosional, dan eratik atau aneh-aneh, di samping beberapa ciri khusus sebagai berikut:<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%"><!--[if !supportLists]--><span><span>1)<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Kepribadian Histrionik: tidak matang; emosinya labil; haus akan hal-hal yang serba menggairahkan (excitement); senang mendramatisasi diri secara berlebihan untuk mencari perhatian; penyesuaian seksual dan hubungan pribadinya kacau; tergantung, tak berdaya, dan mudah ditipu; egois, congkak, sangat haus akan pengukuhan orang lain; sangat reaktif; dangkal atau picik, dan tudal tulus.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%"><!--[if !supportLists]--><span><span>2)<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Kepribadian Narcisistik: merasa diri penting dan haus akan perhatian dari orang lain; selalu menuntut perhatian dan perlakuan istimewa dari orang lain; sangat peka pada pandangan orang lain terhadap dirinya (harga dirinya rapuh); bersikap exploitatif: memikirkan kepentingannya sendir, mangabaikan hak dan perasaan orang lain.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%"><!--[if !supportLists]--><span><span>3)<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Kepribadian Antisosial: selalu melanggar hak orang lain lewat perilaku agresif, antisosial, dan tanpa rasa sesal; tidak sedikit diantara penderita cukup cerdas dan pandai menampilkna diri secara meyakinkan untuk menjadi penipu ulung.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>c.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">       </span></span></span></strong><!--[endif]--><span><strong>Gangguan Kepribadian Avoidan, Tergantung, Kompulsif, dan Agrasif Pasif</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 18pt; line-height: 150%"><span>Penderita dalam kategori ini memiliki ciri umum diliputi kecemasan dan rasa takut, sehingga kadang-kadang susah dibedakan dari penderita neurosis, ditambah ciri-ciri khusus sebagai berikut:<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%"><!--[if !supportLists]--><span><span>1)<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Kepribadian Avoidan tau menghindar: sangat peka terhadap penolakan atau hinaan prng lain; cenderung mudah mempersepsikan olok-olokan atau pelecehan yang belum tentu benar; pergaulan sempit dan segan emnjalin pergaulau; takut bergaul dengan orang lain disebabkan takut untuk dikritik atau ditolak, kendati sering merasa butuh afeksi dari orang lain dan merasa sepi; merasa sedih karena tidak punya teman, dan ketidakmampuan bergaul tersebut menjadi sumber kesusahan dan penyebab harga dirinya yang rendah.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%"><!--[if !supportLists]--><span><span>2)<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Kepribadian Tergantung: sangat tergantung pada orang lain dan merasa tidak berdaya, kendati sesungguhnya tidak demikian; dapat berfungsi baik sepanjang tidak dituntut melakukan sesuatu seorang diri.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%"><!--[if !supportLists]--><span><span>3)<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Kepribadian Kompulsif: memiliki perhatian yang berlebihan pada aturan-atiran, ketertiban, efisiensi, dan pada pekerjaan; menginginkan semua orang bekerja seperti dirinya; tidak mampu mengungkapkan sikap dan perasaan hangat; perilakunya serba terhambat, sangat perasa, namun juga sangat rajin; kepribadiannya kaku; sulit untuk bersantai; sangat memperhatikan hal kecil-kecil; dan sangat sulit membagi waktu.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%"><!--[if !supportLists]--><span><span>4)<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Kepribadian Agresif-pasif. Simtom ini sesungguhnya merupakan sikap bermusuhan yang diungkapkan lewat cara-cara yang bersifat tidak langsung dan bukan melalui kekerasan. Sebagai contoh, untuk mengungkapkan kebenciannya pada majikan yang lalim, seorang pembantu sengaja senang menangguhkan atau menghambat-hambat pelaksanaan pekerjaan, bersikap keras kepala, sengaja bekerja tidak efisien, dan sebagainya. Beberapa ciri khasnya adalah: tidak suka patuh pada tuntutan orang lain; benci pada figur otoritas, tetapi takut menyatakan atau mengungkapkannya (tidak asertif).<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%"><span><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%"><span>Gangguan-gangguan ini diduga dapat disebabkan oleh faktor bawaan (masih hipotesis); faktor psikososial, seperti pola hubungan keluarga yang patogenik; dan faktor sosiokultural, seperti munculnya sistem nilai dan pola perilaku tertentu yang jauh berbeda dari yang lazim berlaku di masyarakat akibat kondisi kemiskinan. Misalnya, dalam bentuk standar yang sangat longgar tentang kejujuran, tanggung jawab sosial, dan sebagainya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%"><span>Penderita aneka jenis gangguan ini biasanya sulit ditangani untuk ditolong. Mereka harus dipaksa. Usaha memberikan pertolongan biasanya lebih efektif bila dilakukan dalam lingkungan tertentu yang membatasi runga gerak penderita, misalnya di penjara atau pusat rehabilitasi lainnya. Penanganan di luar jarang berhasil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%"> <strong>Kontributor:</strong><br />
Buntara</p>
<p><strong>Sumber: </strong><br />
Supratiknya, A. (1995). Mengenal Perilaku Abnormal. Yogyakarta: Kanisius</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://balancepers.com/kiat-berhenti-merokok/" rel="bookmark">Kiat Berhenti Merokok!</a></li><li><a href="http://balancepers.com/17/" rel="bookmark">Filateli: “The 1847 Two Pence Mauritius Post Office”</a></li><li><a href="http://balancepers.com/taruhan-ronaldo-dan-ferguson/" rel="bookmark">Taruhan Ronaldo dan Ferguson</a></li><li><a href="http://balancepers.com/acton-figure-ultimate-bumblebee/" rel="bookmark">Acton Figure: Ultimate Bumblebee</a></li><li><a href="http://balancepers.com/manusia-bijak/" rel="bookmark">Manusia bijak</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balancepers.com/gangguan-kepribadian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
