<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Surat Kabar Online Mahasiswa Balance &#187; Music &amp; Art</title>
	<atom:link href="http://balancepers.com/category/music-art/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://balancepers.com</link>
	<description>Media Komunikasi Mahasiswa</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Apr 2010 18:56:35 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>11 Januari 2008, GIGI Konser Tunggal Di Jogja</title>
		<link>http://balancepers.com/11-januari-2008-gigi-konser-tunggal-di-jogja/</link>
		<comments>http://balancepers.com/11-januari-2008-gigi-konser-tunggal-di-jogja/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Dec 2007 07:43:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dimas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Music & Art]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balancepers.com/11-januari-2008-gigi-konser-tunggal-di-jogja/</guid>
		<description><![CDATA[Kota Yogyakarta memang selalu memberikan kenangan tersendiri bagi banyak orang. Tak terkecuali dengan grup band GIGI. “Yogyakarta merupakan kota yang asyik banget. Respon penonton terhadap Gigi selalu hangat dan setiap pertunjukan selalu ramai, disamping itu penonton banyak yang hafal lagu-lagu kami,&#8221; kata Armand, sang vokalis.Band yang digawangi Armand Maulana (vokal), Bewa Budjana (gitar), Thomas Ramdhan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana"><img src="http://balancepers.com/wp-content/uploads/2008/01/gigi-konserplnr-poster-w2.jpg" align="left" height="563" width="338" title="11 Januari 2008, GIGI Konser Tunggal Di Jogja" alt="gigi konserplnr poster w2 11 Januari 2008, GIGI Konser Tunggal Di Jogja" />Kota Yogyakarta memang selalu memberikan kenangan tersendiri bagi banyak orang. Tak terkecuali dengan grup band GIGI. <em>“Yogyakarta merupakan kota yang asyik banget. Respon penonton terhadap Gigi selalu hangat dan setiap pertunjukan selalu ramai, disamping itu penonton banyak yang hafal lagu-lagu kami,&#8221;</em> kata Armand, sang vokalis.Band yang digawangi Armand Maulana (vokal), Bewa Budjana (gitar), Thomas Ramdhan (bass), dan Gusti Hendi (drum) mengaku kota gudeg itu merupakan kota yang spesial. Untuk itu, mereka pun berencana menggelar konser musiknya yang bertajuk <em>Peace, Love, n&#8217; Respect </em>selama kurang lebih dua jam tanpa band lain di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, pada 11 Januari 2008 mendatang dengan membawakan 30 lagu yang repertoarnya telah rampung &#8216;digodog&#8217;.</span><span id="more-113"></span><o:p></o:p></p>
<p style="text-align: justify"><em><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana">&#8220;Kenapa Jogja? Karena kota itu sangat spesial bagi GIGI. Jogja adalah kota yang sangat bersejarah bagi kita. Karena untuk pertama kalinya sejak GIGI terbentuk pada tahun 1994, dengan formasi berlima, kita manggung di luar kota Jakarta. Selain itu, kita juga membuat video klip &#8216;Kuingin&#8217;, di Jogja juga. Jogja juga merupakan kota pelajar, jadi sangat mewakili Indonesia,&#8221;</span></em><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana"> terang Thomas, sang basis yang diamini personil GIGI lainnya, di Hard Rock Cafe, kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (13/12).<em> &#8220;Kenapa 11 Januari? Karena lagu itu sangat tinggi permintaan RBT-nya (Ring Back Tone-red). Dan juga sedang menjadi theme song sebuah sinetron,&#8221;</em> imbuh Armand Maulana.Lebih lanjut, Armand menambahkan, konser ini merupakan konser terbesar dan termegah GIGI setelah konser tahun 1999. Panggung konser tunggal Gigi tersebut akan dibuat megah dengan <em>lighting</em> dan sistem audio-visual yang dikonsep menyatu dengan repertoar. GIGI menginginkan pecinta musik di Yogyakarta dan sekitarnya menjadi saksi dan mengambil bagian dalam sejarah perjalanan Gigi. Selain itu, lewat konser ini GIGI ingin memberikan pembelajaran terhadap masyarakat bagaimana menghargai musisi. Pasalnya, belakangan banyak diadakan konser gratis. Ketika disinggung mengenai tujuan dari konser tersebut, Thomas menjelaskan. <em>&#8220;Niatan kita konser, GIGI pengen punya standar konser baku yang telah dipersiapkan secara matang. Jadi, kita ingin menjadikan konser ini sebagai acuan untuk setiap pertunjukan GIGI. Atau mungkin juga untuk musisi lain yang ingin menggelar konser musiknya,&#8221;</em> paparnya. Yang menarik, GIGI mengadakan konser itu dengan biaya sendiri. Dengan kata lain, tidak menggaet sponsor. Selain itu, tiket yang dijual sangat terjangkau. Cukup dengan 10 ribu rupiah. <em>So, </em>buat semua warga jogja dan sekitarnya, khususnya <em>balancer</em>, jangan lupa nonton ya, wajib! <em>See you there!</em> (dimas)</span><o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><o:p> </o:p></p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://balancepers.com/50/" rel="bookmark">Merawat Gigi, Investasi Hidup Sehat</a></li><li><a href="http://balancepers.com/kiat-berhenti-merokok/" rel="bookmark">Kiat Berhenti Merokok!</a></li><li><a href="http://balancepers.com/27/" rel="bookmark">Butuh 2 Ribu Auditor</a></li><li><a href="http://balancepers.com/17/" rel="bookmark">Filateli: “The 1847 Two Pence Mauritius Post Office”</a></li><li><a href="http://balancepers.com/acton-figure-ultimate-bumblebee/" rel="bookmark">Acton Figure: Ultimate Bumblebee</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balancepers.com/11-januari-2008-gigi-konser-tunggal-di-jogja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Liputan Teater Ra Dhe Jeneng</title>
		<link>http://balancepers.com/liputan-teater-ra-dhe-jeneng/</link>
		<comments>http://balancepers.com/liputan-teater-ra-dhe-jeneng/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Dec 2007 17:02:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ZhiesCha VillaGe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Music & Art]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balancepers.com/liputan-teater-ra-dhe-jeneng/</guid>
		<description><![CDATA[Teater Ra Dhe Jeneng (RDJ), merupakan kelompok teater anak-anak jalanan Yogyakarta. Kelompok ini dibentuk oleh kaukus untuk anak jalanan Yogyakarta sebagai sarana penguatan dan pengorganisasian kelompok. Melalui organisasi yang berbentuk grup teater ini, anak-anak jalanan dapat mengekspresikan apa yang ingin disuarakan secara positif.
	    Jumat, 14 Desember 2007 kemarin, teater RDJ mempersembahkan sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img src="http://trulyjogja.com/modules/news/images/4765e20648329.jpg" align="left" height="220" width="290" title="Liputan Teater Ra Dhe Jeneng" alt="4765e20648329 Liputan Teater Ra Dhe Jeneng" />T<em>eater Ra Dhe Jeneng (RDJ), </em>merupakan kelompok teater anak-anak jalanan Yogyakarta. Kelompok ini dibentuk oleh kaukus untuk anak jalanan Yogyakarta sebagai sarana penguatan dan pengorganisasian kelompok. Melalui organisasi yang berbentuk grup teater ini, anak-anak jalanan dapat mengekspresikan apa yang ingin disuarakan secara positif.</p>
<p align="justify">	    Jumat, 14 Desember 2007 kemarin, teater RDJ mempersembahkan sebuah karya kedua<span id="more-49"></span> mereka yang berjudul <em>”Anak apa Adik?”</em> . Pementasan yang dimulai pukul 19.00 ini, merupakan rangkaian dari kegiatan Hari AIDS sedunia yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Propinsi DIY dan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah Propinsi DIY. Sebagaimana diketahui bahwa anak-anak jalanan salah satu pihak yang beresiko tinggi tertular virus HIV/AIDS.</p>
<p align="justify"><!--more--> Di ruang pertunjukan Kedai Kebun yang terletak di jalan Tirtodipuran no.3 ini, pertunjukan dipertontonkan. Dengan memiliki tiket seharga Rp 5000,00, kita bisa menikmati pementasan ini. Drama ini mengisahkan tentang sebuah kehidupan yang sederhana tetapi diliputi oleh berbagai masalah.</p>
<p align="justify">    Tokoh utama dalam drama ini adalah Tarman dan keluarganya. Tarman yang diperankan oleh Ferry Anjasmara (20 th), merupakan tokoh suami yang tidak bertanggung jawab. Setiap hari kerjanya hanya maen judi dan mabuk-mabukan. Kenyataan ini yang membuat istrinya, Timah (diperankan Dhenok, 22 th), untuk bekerja banting tulang demi mencukupi kebutuhan keluarganya. Kesehariannya, Timah hanya bekerja sebagai penjual makanan dari sekolah satu ke sekolah lainnya.</p>
<p align="justify"> Semua derita yang dialami keluarga ini berdampak pula pada anak semata wayang mereka yang bernama Cempluk (diperankan Dian, 22 th). Yang pada akhirnya harus mengandung seorang anak yang merupakan darah daging ayahnya sendiri. Inilah yang membuat dia bertanya, ”Sebenarnya ini Anakku apa Adikku?”</p>
<p align="justify"> Dalam pementasan ini, digambarkan situasi yang dihadapi oleh orang kebanyakan, seperti tak punya uang untuk menyambung hidup, konflik keluarga, dan berbagai permasalahan lainnya. Penyampaiannya begitu ekspresif dan serasa begitu nyata. Hal ini diperkuat dengan pengucapan dalam bahasa Jawa. Kita seakan diajak untuk lebih mengenal budaya kita lebih dalam.</p>
<p align="justify">Pementasan teater RDJ ini memberi banyak pesan moral dan memberi kita gambaran bagaimana situasi yang sering dihadapi oleh berbagai rumah tangga. Selain itu, dalam pementasan ini, juga diselipkan beberapa pesan tentang bahayanya virus HIV/AIDS. Sehingga melalui pementasan Teater Ra Dhe Jeneng ini<em>, </em>   kita dapat menginformasikan dan menyuarakan hak kita dan ikut andil dalam penanggulangan HIV/AIDS di Yogyakarta. <em>(siska)</em></p>
<p align="justify"><em>Berita sejenis, <a rel="nofollow" href="http://balancepers.com/goto/klik_disini_/49/1" target="_blank">klik disini.</a></em></p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://balancepers.com/kesepian-ditengah-keramaian/" rel="bookmark">KESEPIAN DITENGAH KERAMAIAN</a></li><li><a href="http://balancepers.com/musik-indonesia-2007-maju-jalan-di-tempat-atau-malah-mundur-1/" rel="bookmark">Musik Indonesia 2007 : Maju, Jalan di Tempat, atau Malah Mundur? (1)</a></li><li><a href="http://balancepers.com/kisah-tentang-ntt-dari-maximus-masa/" rel="bookmark">Kisah Tentang NTT dari Maximus Masa</a></li><li><a href="http://balancepers.com/alternatif-usaha-mahasiswa/" rel="bookmark">Alternatif Usaha Mahasiswa</a></li><li><a href="http://balancepers.com/10-langkah-menggali-dan-mewujudkan-impian-terdalam/" rel="bookmark">10 Langkah Menggali Dan Mewujudkan Impian Terdalam</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balancepers.com/liputan-teater-ra-dhe-jeneng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manusia bijak</title>
		<link>http://balancepers.com/manusia-bijak/</link>
		<comments>http://balancepers.com/manusia-bijak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Dec 2007 06:19:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rangga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Music & Art]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balancepers.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[

                     &#8220;Manusia bijak adalah manusia yang cinta dan sekaligus takut pada Tuhan. Nilai hakiki manusia tidak pernah terselip di antara warna kulitnya, agamanya, sukunya atau pun keturunannya, melainkan pada ilmu pengetahuan dan perilaku-perilakunya&#8221;. 
  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font size="3"><font face="Times New Roman"><span><a href="http://balancepers.com/wp-content/uploads/2007/12/lonely.jpg" title="lonely.jpg"></a><a href="http://balancepers.com/wp-content/uploads/2007/12/lonely.jpg" title="lonely.jpg"></a></span></font></font><font size="3"><font face="Times New Roman"><span><a href="http://balancepers.com/wp-content/uploads/2007/12/lonely.jpg" title="lonely.jpg"></a></span></font></font></p>
<p style="text-align: center"><font size="3"><img src="http://balancepers.com/wp-content/uploads/2007/12/lonely.jpg" alt="lonely Manusia bijak" align="left" height="199" width="258" title="Manusia bijak" /></font></p>
<p><font size="3"><font face="Times New Roman"><span>                     </span><em>&#8220;Manusia bijak adalah manusia yang cinta dan sekaligus takut pada Tuhan. Nilai hakiki manusia tidak pernah terselip di antara warna kulitnya, agamanya, sukunya atau pun keturunannya, melainkan pada ilmu pengetahuan dan perilaku-perilakunya&#8221;.</em></font></font><font face="Times New Roman" size="3"> </font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify" class="MsoNormal"><font size="3"><font face="Times New Roman"><span>            </span>Saya sangat tertarik dengan puisi di atas, seusai membaca, di dalam benak saya langsung terbersit sebuah pertanyaan, &#8220;Siapa yang merasa telah menjadi manusia bijak?&#8221; </font></font><span id="more-45"></span><font face="Times New Roman" size="3">Pertanyaan sederhana yang mungkin belum banyak orang yang bisa menjawab, &#8220;Ya, saya sudah menjadi manusia bijak!&#8221;. Seperti lirik puisi di atas, memberi gambaran pada saya, bahwa menjadi manusia bijak itu tidak mudah. Betapa kita saat ini melupakan, bagaimana ilmu pengetahuan kita, bagaimana perilaku kita dengan ilmu pengetahuan kita. Banyak orang pintar berperilaku tak sepintar ilmunya, contoh yang baru saja terjadi, seorang profesor sebuah universitas ternama di Medan, melakukan tindak asusila terhadap seorang waitrees di sebuah restoran pada saat berkunjung di Yogyakarta. <em>”Opo</em> <em>Tumon&#8221;</em>, istilah orang jawa, seorang yang tinggi ilmu saja berperilaku seperti itu, bagaimana kalau orang yang rendah ilmunya, perilakunya seperti apa?? Mungkin kalau saja seorang preman yang melakukan kita masih bisa maklum, lha ini profesor<em> jee!!</em></font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify" class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman" size="3">Lirik puisi Kahlil Gibran tersebut mungkin bisa di jadikan cermin diri kita. Bagaimanapun, tidak ada orang yang menyebut dirinya sendiri sebagai manusia bijak, hanya orang lain yang bisa menilai diri kita seperti apa. Jadilah orang bijak teman-temanku, <em>sumpe dee</em> ga ada ruginya..!!</font><em><font size="3"><font face="Times New Roman">(tea/balance)</font></font></em></p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://balancepers.com/taruhan-ronaldo-dan-ferguson/" rel="bookmark">Taruhan Ronaldo dan Ferguson</a></li><li><a href="http://balancepers.com/grup-neraka-di-euro-2008/" rel="bookmark">Grup Neraka di Euro 2008</a></li><li><a href="http://balancepers.com/50/" rel="bookmark">Merawat Gigi, Investasi Hidup Sehat</a></li><li><a href="http://balancepers.com/kiat-berhenti-merokok/" rel="bookmark">Kiat Berhenti Merokok!</a></li><li><a href="http://balancepers.com/pelihara-anthurium-bisa-beli-nissan-x-trail/" rel="bookmark">Pelihara Anthurium bisa beli Nissan X-Trail</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balancepers.com/manusia-bijak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Musik Indonesia 2007 : Maju, Jalan di Tempat, atau Malah Mundur? (1)</title>
		<link>http://balancepers.com/musik-indonesia-2007-maju-jalan-di-tempat-atau-malah-mundur-1/</link>
		<comments>http://balancepers.com/musik-indonesia-2007-maju-jalan-di-tempat-atau-malah-mundur-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Dec 2007 18:39:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dimas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Music & Art]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balancepers.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[ Musik adalah bagian yang sudah tidak bisa dipisahkan lagi dari gemerlapnya kehidupan di planet ini. Setiap detik seakan tak akan berlalu tanpa hadirnya nada-nada yang akan merangkai kejadian-kejadian yang telah, sedang, dan akan terjadi. Apalagi di era serba modern dewasa ini, setiap sudut kehidupan seolah selalu menghadirkan irama-irama – apapun itu – yang tentunya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"> <img src="http://balancepers.com/wp-content/uploads/2007/12/musik.jpg" align="left" height="155" width="221" title="Musik Indonesia 2007 : Maju, Jalan di Tempat, atau Malah Mundur? (1)" alt="musik Musik Indonesia 2007 : Maju, Jalan di Tempat, atau Malah Mundur? (1)" /><em>Musik adalah bagian yang sudah tidak bisa dipisahkan lagi dari gemerlapnya kehidupan di planet ini. Setiap detik seakan tak akan berlalu tanpa hadirnya nada-nada yang akan merangkai kejadian-kejadian yang telah, sedang, dan akan terjadi. Apalagi di era serba modern dewasa ini, setiap sudut kehidupan seolah selalu menghadirkan irama-irama – apapun itu – yang tentunya akan menjadi kenangan yang tak akan terlupakan. Pendek kata, setiap orang pasti akan selalu mempunyai jawaban jika kepadanya ditanyakan perihal musik. Siapapun dan apapun statusnya, dalam dunia musik hanya ada satu bahasa yang mampu meleburkan segala atribut ‘kemanusiaannya’ yaitu musik itu sendiri.</em><span id="more-40"></span><o:p></o:p></p>
<p style="text-align: justify">Musik Indonesia. Sebuah kata yang bisa berarti musik yang asli Indonesia, tapi bisa juga bermakna dunia musik yang berkembang di Indonesia, tanpa embel-embel kata asli. Masih bisa diperdebatkan, karena sejatinya musik Indonesia terangkum dalam rentang panjang yang tentu saja banyak dipengaruhi oleh banyak warna. Ada yang mengklaim keroncong adalah musik asli Indonesia. Padahal dalam sejarahnya, keroncong justru kental dengan aroma Portugis. Ini bisa kita temukan di daerah Tugu Jakarta Utara yang konon merupakan &#8220;awal mula&#8221; keroncong berkembang di Indonesia. Atau gambang kromong Betawi yang diklaim musik asli Indonesia. Padahal pengaruh dari Cina sangatlah kental pada musik Betawi ini. Artinya, ketika kita mengklaim satu musik tertentu sebagai &#8220;asli&#8221; perlu satu penelitian panjang yang cukup <em>valid</em>. Tidak banyak orang tahu bahwa gambang kromong, yang sempat dipopulerkan oleh Lilis Suryani di tahun 60-an dan duet Benyamin S &#8211; Ida Royani di tahun 70-an, adalah sebuah musik akulturatif berbagai etnis di Indonesia yang cikal bakalnya telah dirintis lebih dari dua abad lalu. Irama gambang kromong dengan tata laras Salendro Cina pertama kali diperkenalkan oleh orang-orang Tionghoa Peranakan sebelum akhirnya mengalami percampuran dengan budaya Jawa, Sunda, hingga Deli, membentuk sebuah musik harmonis yang kini menjadi salah satu ciri khas Betawi. Lalu?<o:p></o:p></p>
<p style="text-align: justify">Mengapa maju, jalan di tempat, atau malah mundur?<o:p></o:p></p>
<p style="text-align: justify">Gagasan yang kemudian menjadi judul artikel ini lebih mengarah kepada banyaknya polemik mengenai musik Indonesia (khususnya dewasa ini) di tengah kemajuan musik Indonesia dari sisi industrinya. Industri musik Indonesia telah mengalami kemajuan yang sangat pesat, sejalan dengan kemajuan teknologi yang sangat membantu baik para musisi maupun para konsumen (penikmat musik) pada umumnya. Akan tetapi masih ada saja orang yang mengapresiasi karya-karya anak negeri dengan kurang bijaksana. Yang disebut musik berkelas lah, yang disebut <em>ancur</em> lah, musik kampungan lah, dan lain sebagainya. Sehingga banyak memunculkan sentimen-sentimen tertentu yang akan menjadikan persaingan yang kurang sehat. Bahkan ada radio yang tidak berkenan untuk memutar lagu dari sebuah band baru yang dianggap ‘kurang pantas’ melintas di telinga pendengarnya. Atau jangan-jangan hal ini memang suatu imbas dan konsekuensi dari kemajuan industri sendiri?<o:p></o:p></p>
<p style="text-align: justify">Paragraf kedua diatas mencoba untuk sedikit mengulas (sangat sedikit) tentang perjalanan musik sebagai kebudayaan Indonesia. Bagaimana sebuah karya itu dihasilkan, kemudian dinikmati oleh masyarakat yang berasal dari latar belakang kebudayaan yang berbeda juga. Apa yang dihasilkan oleh para musisi dalam bentuk komposisi notasi dan lirik adalah apa yang sudah dialaminya, atau biasa disebut influence. Faktor lingkungan juga sangat berpengaruh terhadap penciptaan karya tersebut. Kemudian jika yang telah dihasilkan tersebut disukai orang (apalagi banyak), apakah menjadi ‘penting’ bagi kita untuk mengatakan begini begitu tentang sesuatu yang telah disukai banyak orang tersebut dengan tujuan untuk merendahkan atau bahkan mencaci makinya? Apakah perlu untuk mengklaim musik jaman sekarang lebih ngetrend dibanding era 70-an, 80-an?<o:p></o:p></p>
<p style="text-align: justify">Kemajuan industri musik di Indonesia yang sangat pesat ini seharusnya bisa membuat siapapun juga untuk lebih menghargai lagi karya-karya yang ditelurkan. Lebih membuka diri terhadap siapapun juga. Masalah suka <em>nggak</em> suka, selera <em>nggak</em> selera, janganlah menjadi sebuah fanatisme yang sempit. Biarlah musik yang menentukan sendiri arah dan tujuannya. Ia berasal dari hati, dan akan berlabuh disetiap hati yang akan selalu mencintainya juga. Bukankah dalam bermusik, semua telah melebur menjadi satu kan? (dimas)<o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><o:p> </o:p></p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://balancepers.com/mp3-gratisan-siapa-mau/" rel="bookmark">Mp3 Gratisan, siapa mau?</a></li><li><a href="http://balancepers.com/11-januari-2008-gigi-konser-tunggal-di-jogja/" rel="bookmark">11 Januari 2008, GIGI Konser Tunggal Di Jogja</a></li><li><a href="http://balancepers.com/demi-dcinnamons-rela-mengantri/" rel="bookmark">Demi D'Cinnamons Rela Mengantri</a></li><li><a href="http://balancepers.com/acfta-pasar-bebas-2010/" rel="bookmark">ACFTA - PASAR BEBAS 2010: "BUNUH DIRI EKONOMI INDONESIA"</a></li><li><a href="http://balancepers.com/sejarah-origami/" rel="bookmark">SEJARAH ORIGAMI</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balancepers.com/musik-indonesia-2007-maju-jalan-di-tempat-atau-malah-mundur-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Demi D&#8217;Cinnamons Rela Mengantri</title>
		<link>http://balancepers.com/demi-dcinnamons-rela-mengantri/</link>
		<comments>http://balancepers.com/demi-dcinnamons-rela-mengantri/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Dec 2007 08:39:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>LPM Balance</dc:creator>
				<category><![CDATA[Music & Art]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balancepers.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu, 1 Desember 2007, ratusan orang mengantri di depan gedung auditorium STIE YKPN Yogyakarta. Mereka mengantri untuk sebuah tiket pertunjukan konser dCinnamon. Sebuah band pendatang baru di belantika musik Indonesia. Tiket box dibuka pukul 18.00 WIB, namun sudah dipadati sejak pukul 16.00 WIB. Anggi dan Sakti, pasangan yang sudah mengantri sejak pukul 17.00 terpaksa harus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><img src="http://i220.photobucket.com/albums/dd301/buntara/LautdCinnamonkecil.jpg" alt="LautdCinnamonkecil Demi DCinnamons Rela Mengantri" width="219" height="155" align="left" title="Demi DCinnamons Rela Mengantri" />Sabtu, 1 Desember 2007, ratusan orang mengantri di depan gedung auditorium STIE YKPN Yogyakarta. Mereka mengantri untuk sebuah tiket pertunjukan konser dCinnamon. Sebuah band pendatang baru di belantika musik Indonesia. Tiket box dibuka pukul 18.00 WIB, namun sudah dipadati sejak pukul 16.00 WIB. Anggi dan Sakti, pasangan yang sudah mengantri sejak pukul 17.00 terpaksa harus kecewa, karena <!--[if gte vml 1]><v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600"  o:spt="75" o:preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f"  stroked="f"> <v:stroke joinstyle="miter" /> <v:formulas> <v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0" /> <v:f eqn="sum @0 1 0" /> <v:f eqn="sum 0 0 @1" /> <v:f eqn="prod @2 1 2" /> <v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth" /> <v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight" /> <v:f eqn="sum @0 0 1" /> <v:f eqn="prod @6 1 2" /> <v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth" /> <v:f eqn="sum @8 21600 0" /> <v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight" /> <v:f eqn="sum @10 21600 0" /> </v:formulas> <v:path o:extrusionok="f" gradientshapeok="t" o:connecttype="rect" /> <o:lock v:ext="edit" aspectratio="t" /> </v:shapetype><v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" alt="More..."  style='width:600pt;height:7.5pt'> <v:imagedata src="file:///C:\Users\24042006\AppData\Local\Temp\msohtml1\06\clip_image001.gif" mce_src="file:///C:\Users\24042006\AppData\Local\Temp\msohtml1\06\clip_image001.gif"   o:href="http://balancepers.com/wp-includes/js/tinymce/themes/advanced/images/spacer.gif" /> </v:shape><![endif]--><!--[if !vml]--><span id="more-28"></span><!--[endif]-->ada pemberitahuan dari pihak panitia kalau tiket sudah habis.<br /> &#8220;Sebenarnya tiket untuk reservasi sudah ditutup sejak 1 hari sebelumnya,&#8221; kata Ninunk, salah seorang panitia. Di Kopma STIE sendiri 100 lembar tiket langsung habis hanya dalam waktu 3 jam saja. &#8220;Sial, nunggu jebolan aja kalo gitu, oke!,&#8221; ujar Dimas yang tampak sangat kecewa.</p>
<p style="text-align: justify">Beberapa calo yang terlihat, menawarkan tiket dengan harga fantastis. Rp50.000,- untuk selembar tiketnya! Bahkan Hendra, salah seorang penonton, mengaku ditawari untuk menjual tiketnya pada calo dengan harga Rp25.000,- Beberapa orang terlihat melakukan transaksi, namun banyak juga yang masih menunggu di luar dengan harapan ada quota tambahan dari panitia.</p>
<p style="text-align: justify">D’Cinnamons sendiri berdiri sejak Bulan September 2004 di Bandung. Personilnya terdiri atas Dodo/Diana Widoera (Lead Vokal dan akustik gitar), Bona/Ismail Bonaventura (akustik gitar) dan Laut/Louise Laura Lalitanaya (backing vokal dan bass gitar). D’Cinnamons ini mengusung musik unpluged acoustic. Sepintas lagu-lagu mereka mengingatkan kita pada Alanis Morisette, Cranberies atau mungkin The Corrs. Tapi bagaimanapun D&#8217;Cinnamons telah memberikan nuansa baru di dunia musik tanah air.<br /> Laut, photo by: Buntara<br /> <strong>(Btr/btr)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"> </p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://balancepers.com/kaka-terbaik-di-eropa/" rel="bookmark">KAKA TERBAIK di EROPA</a></li><li><a href="http://balancepers.com/78/" rel="bookmark">16 Besar Liga Champions</a></li><li><a href="http://balancepers.com/akhir-2007-npf-bank-syariah-di-bawah-5/" rel="bookmark">Akhir 2007, NPF Bank Syariah di Bawah 5%</a></li><li><a href="http://balancepers.com/hadiah-dari-pacar-tetap-terhutang-pph/" rel="bookmark">Hadiah dari pacar tetap terhutang PPh</a></li><li><a href="http://balancepers.com/bi-terus-kaji-insentif-pajak-bagi-bank-merger/" rel="bookmark">BI Terus Kaji Insentif Pajak Bagi Bank Merger</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balancepers.com/demi-dcinnamons-rela-mengantri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
