<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Surat Kabar Online Mahasiswa Balance &#187; Motivations</title>
	<atom:link href="http://balancepers.com/category/motivasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://balancepers.com</link>
	<description>Media Komunikasi Mahasiswa</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Jan 2012 15:03:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Alternatif Usaha Mahasiswa</title>
		<link>http://balancepers.com/alternatif-usaha-mahasiswa/</link>
		<comments>http://balancepers.com/alternatif-usaha-mahasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Apr 2010 17:07:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>melisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivations]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & Trick]]></category>
		<category><![CDATA[kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balancepers.com/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[Sudah gak jamannya lagi bagi mahasiswa independen seperti kita terus-terusan menggantungkan hidup pada kekayaan orang tua. Kalo buat membiayai kuliah sih masih wajar, tapi kalo buat jajan? Malu ah,minta orang tua terus. Paling gak kita pernah kepikiran dong, gimana ya caranya, biar bisa jajan dengan hasil keringat sendiri? Tak heran jaman sekarang banyak mahasiswa yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah gak jamannya lagi bagi mahasiswa independen seperti kita terus-terusan menggantungkan hidup pada kekayaan orang tua. Kalo buat membiayai kuliah sih masih wajar, tapi kalo buat jajan? Malu ah,minta orang tua terus. Paling gak kita pernah kepikiran dong, gimana ya caranya, biar bisa jajan dengan hasil keringat sendiri?</p>
<p>Tak heran jaman sekarang banyak mahasiswa yang termotivasi mencari penghasilan. Apa sih alternatif pekerjaan yang bisa dilakukan mahasiswa? Seperti yang sama-sama kita tahu, mahasiswa pasti punya banyak keterbatasan. Salah satu diantaranya ya, keterbatasan modal. Selain itu, mahasiswa seperti kita juga punya kewajiban utama yaitu  <strong>belajar</strong>. Jangan sampai dong, kita asyik bekerja, terus kuliahnya malah keteteran. Bukannya mau ngurangin biaya, eh malah nambah-nambahin, gara-gara harus ngulang mata kuliah yang nilainya jelek..!! hahaha.<br /> Nah, disini ada beberapa alternatif usaha yang bisa kita lakukan, sambil tetep fokus di kegiatan belajar kita.</p>
<p> </p>
<p><strong>Menjual Barang<span id="more-250"></span></strong></p>
<p>Menjual barang secara perorangan bisa dilakukan sewaktu-waktu. Contohnya aja, jual pakaian ke temen-temen. Kegiatan itu, tentu bisa dilakukan saat punya waktu luang. Cukup dengan menawarkan kepada teman-teman di kampus, menunjukkan barangnya, dan ketika ada yang suka dengan barangnya, transaksi pun terjadi. Selesai. Atau gak, bisa promosiin barang dagangan kita lewat facebook. Sekarang kan lagi ngetrend tuh, yang namanya bisnis online. Intinya, banyak banget barang yang bisa dijual, semua barang-barang yang bisa dipakai dan dikonsumsi, bisa diperjualbelikan. Yang penting pinter mencari tempat membeli barang tersebut dengan harga murah. Dan juga, harus tau bener sasaran pasar kita seperti apa, biar gak salah target.</p>
<p> </p>
<p><strong>Menjual Keahlian</strong></p>
<p>Mahasiswa pasti punya keahlian yang bisa dijual. Contohnya, yang kuliah di bidang sastra bisa menawarkan jasa penterjemah. Yang kuliah di bidang komputer, banyak pilihannya. Yang menekuni studi teknik informatika bisa menjual jasa pembuatan software sederhana kepada perusahaan-perusahaan. Mereka yang kuliah akuntansi bisa mengajar akuntansi privat kepada anak-anak SMA. Yang gemar menulis, juga bisa membuat cerpen dan kirimkan ke media cetak. Yang kuliah di bidang sosial politik? Bisa mengirim artikel ke koran. Cuma jeleknya, kadang-kadang tidak semua mahasiswa memiliki rasa PD (percaya diri) yang cukup ketika mereka harus menjual keahliannya.</p>
<p><strong>Membuka Usaha</strong></p>
<p>Yang punya modal lebih, buka usaha bias dijadikan pilihan. Mulai dari toko kelontong, rental komputer atau tempat makan. Untuk menekuni usaha ini harus hati-hati, khususnya soal waktu. Maklum, usaha ini butuh waktu yang banyak. Terutama tahun-tahun pertama. Wah betapa repotnya jika memilih usaha ini. Harus kuliah dan menjalankan usaha yang butuh waktu dan tenaga yang banyak. Usaha ini pas dilakukan saat tugas-tugas kuliah tidak terlalu banyak.<br /> Satu lagi yang harus diperhatikan adalah manajemen, baik ke dalam maupun ke luar yang baik.  Bagaimana cara untuk mengatur stok penjualan dan bagaimana memasarkan dan memperkenalkan usahanya kepada masyarakat luar.</p>
<p> </p>
<p><strong>Menjadi Karyawan</strong></p>
<p>Pilihan lain adalah menjadi karyawan. Prinsipnya, sebagai karyawan akan menerima gaji tetap. Tapi banyak hal yang harus diperhatikan, seperti masalah waktu. Pasti tidak ingin, kan, kesibukan sebagai karyawan akan mengganggu kuliahnya? Jadi, bagi mereka yang kuliah hanya di pagi hari, mungkin bisa memilih untuk mencari pekerjaan sebagai karyawan yang hanya bertugas di siang hari. Atau, bagi mereka yang kuliah pagi dan siang, bisa bekerja sebagai karyawan pada usaha-usaha yang berjalan di malam hari, mislanya restoran atau wartel. Prinsipnya, bekerja sebagai karyawan tidak harus dilakukan 8 jam sehari dan tidak harus selalu dilakukan jam 9 sampai 5 sore. Yang namanya usaha kan banyak jenisnya. Bukan begitu?</p>
<p> </p>
<p><strong>Network Marketing</strong></p>
<p>Alternatif yang juga bisa dijalankan oleh mahasiswa adalah dengan menjalankan usaha network marketing. Pada network marketing, si mahasiswa itu seperti sedang membuka toko, dan dia bisa mengajak banyak orang di sekililingnya untuk membuka toko juga seperti dia. Seperti layaknya toko, pada network marketing, si mahasiswa bisa mendapatkan penghasilan tambahan berupa keuntungan eceran dari penjualan barang. Selain itu juga bisa mengejar penghasilan lain berupa komisi jaringan. Nah, inilah yang biasanya “diincar”.</p>
<p>Enaknya network marketing, si mahasiswa bisa menjalankan usaha ini pada waktu-waktu yang memang dia inginkan. Bukan berarti dia tidak akan sibuk. Dia mungkin akan sibuk, tetapi waktunya biasanya fleksibel. Sudah begitu, modal uang yang dibutuhkan biasanya jauh lebih sedikit.</p>
<p> </p>
<p>disunting dari berbagai sumber</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://balancepers.com/111/" rel="bookmark">Melamun ADA Gunaya Lho.......!!!</a></li><li><a href="http://balancepers.com/mahasiswa-dipersimpang-jalan/" rel="bookmark">Mahasiswa Dipersimpang Jalan</a></li><li><a href="http://balancepers.com/meraih-impian-perut-six-pack/" rel="bookmark">Meraih Impian Perut Six-pack!!</a></li><li><a href="http://balancepers.com/akuntansi-manajemen/" rel="bookmark">Akuntansi = Manajemen?</a></li><li><a href="http://balancepers.com/akusisi-sigma-cipta-direspons-positif/" rel="bookmark">Akusisi Sigma Cipta Direspons Positif</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balancepers.com/alternatif-usaha-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Great Question!</title>
		<link>http://balancepers.com/great-question/</link>
		<comments>http://balancepers.com/great-question/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Nov 2007 06:15:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>LPM Balance</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivations]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balancepers.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[SWA no 18/XXIII/23 Agustus &#8211; 2 September 2007 John Sculley, kala itu masih memimpin Pepsi Co, hanya tersenyum simpul tatkala Stephen Jobs, kala itu memimpin Apple Inc, secara serius bertanya ” Apakah anda mau bergabung ke Apple ?”. Pertanyaan ini dengan mudah dijawab dengan penolakan halus semacam ”Berapa anda berani bayar saya ?”. Atau ”Posisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a rel="nofollow" class="post1" href="http://balancepers.com/goto/link/23/1"><img src="http://www.inkycircus.com/jargon/images/ive_and_jobs_imac_4.gif" alt="ive and jobs imac 4  Great Question!" width="242" height="213" align="left" title=" Great Question!" /></a>SWA no 18/XXIII/23 Agustus &#8211; 2 September 2007</h3>
<p style="text-align: justify"><strong> </strong><br /> John Sculley, kala itu masih memimpin Pepsi Co, hanya tersenyum simpul tatkala Stephen Jobs, kala itu memimpin Apple Inc, secara serius bertanya ” Apakah anda mau bergabung ke Apple ?”. Pertanyaan ini dengan mudah dijawab dengan penolakan halus semacam ”Berapa anda berani bayar saya ?”. Atau ”Posisi apa yang anda tawarkan kepada saya yang jauh melebihi dari apa yang saya duduki sekarang ?”.<span id="more-23"></span><br /> Steve Jobs memang bukan recruiter by training, tapi ia memiliki insting head hunter tulen. Ia tidak menjawab dengan gaya pedagang pasar pagi seperti ”Berapa anda mau minta ?”. Atau serangkaian janji fantastis bak illusionist dengan menyodorkan hamparan dollar di tatanan mimpi dan visi yang belum tentu tercapai. Sebaliknya ia melontarkan pertanyaan kedua yang tak pernah diduga oleh tokoh karismatis itu :” “Do you want to sell sugar water for the rest of your life, or do you want to change the world?”.</p>
<p style="text-align: justify">Kalimat itu seperti pedang yang membelah tubuh dan jiwa. Pepsi Challenge yang menjadi ikon dari Sculley untuk mendobrak dominasi Coca Cola di tahun 80 an, ternyata jauh lebih mudah dari Steve Jobs Challenge. Sculley tertusuk pada sebuah ruang yang paling ia kagumi yakni ‘pride’.</p>
<p style="text-align: justify">Ketika pertanyaan tadi menusuk kepada ’tantangan baru’ yang tak terukur dengan uang tapi suatu kedigdayaan baru, Sculley tak mudah menjawab ya atau tidak. Ia butuh waktu untuk merenung. Itu adalah ”A Great Question”. Sebuah pertanyaan singkat yang mampu mengubah otak, hati dan roh. Ketiganya sekaligus dibelah dan runtuhlah kedigdayaan materi.</p>
<p style="text-align: justify">Menjadi ‘The company’s youngest marketing vice-president’ hanya 3 tahun dari trainee dan pada usia 30 sudah mencapai ‘Pepsi’s youngest-ever president’, itu akhirnya menekan kontrak kerja dengan Steve Jobs. Hanya sebuah pertanyaan, dan itu yang membawa ‘the best and the brightest man in the industry’ saat itu, hengkang ke Apple tanpa tawaran paket keuangan yang sangat aduhai. “Change the world”, mengubah paradigma jawara ‘sugar water’.</p>
<p style="text-align: justify">Anda tentunya tidak mungkin mengingat banyak pertanyaan yang sudah anda jawab dalam hidup ini. Kalau mau jujur, berapa pertanyaan yang mengubah paradigma hidup anda. Entah itu perubahan kecil atau besar seperti pekerjaan, karir, pindah perusahaan dan bahkan nilai hidup. Ternyata tidak banyak bukan. Artinya anda tidak memiliki rekan yang mampu memberikan great question. Yang ada hanya ordinary sampai good question yang hanya menyentuh rasio, otak dan perasaan tapi tak sampai mengubah hati dan roh anda. Itu berarti mudah dilupakan.</p>
<p style="text-align: justify">Saya teringat kejadian 20 tahun lalu, ketika saya mendapat tawaran untuk memimpin bidang SDM. Atasan saya bertanya :”Kalau anda mau jadi transformator kelompok perusahaan ini, anda harus masuk untuk membenahi aspek manusianya. Bukan sistim dan komputerisasi seperti yang anda kerjakan sekarang. Apa anda mau ?”. Pak Charlo, begitu kami memanggilnya, membelah seluruh jiwa dan raga saya bukan dengan iming-iming posisi, karir yang bahkan saat itu sering diklasifikan sebagai jabatan kelas dua dan mentok untuk jadi pimpinan perusahaan. Banyak yang beranggapan itu jabatan buangan. “Buat apa kesana?”, tanya teman-teman yang tahu potensiku.</p>
<p style="text-align: justify">Great Question dari Pak Charlo, saya jawab dengan Great Decision. “Pak, saya berani ambil tantangan itu. Saya mau jadi transformator yang akan dikenang bukan karena menghasilkan angka dan bilangan kinerja keuangan tapi nilai yang tertera di hati sanubari karyawan”, jawabku yang saat itu sedang berkobar tanpa memikirkan “Apa kata dunia, mau jadi orang personalia ?”.</p>
<p style="text-align: justify">Pernyataan dan pertanyaan itu mengubah seluruh arah perjalanan karirku. Dari bidang IT menjadi bidang SDM. Dua disiplin ilmu yang bak bumi dan langit. Yang satu berkutat dengan mesin yang kaku, tak mudah marah, tersinggung dan, yang lainnya adalah manusia yang penuh dinamika dan tak mudah ditebak kemana maunya. Itulah tantangan yang sebenarnya. Sebelas tahun akhirnya aku terbenam dalam bidang baru yang tak pernah menjadi cita-citaku. Kesimpulannya hanya satu. Ternyata Pak Charlo benar.</p>
<p style="text-align: justify">Masih jelas diingatan, tatkala saya juga berusaha merayu calon lulusan luar negeri dan sudah berkarir di luar negeri dalam bidang piston engineering. “Anda mau jadi ahli piston seumur hidup ? Hasil tertinggi anda adalah mobil dengan ayunan yang lebih empuk dan enak dikendarai. Produk anda tidak akan mengubah di pengendara mobil”. “Maksud Bapak ?”, tanya si calon serius. “Dari hasil test dan wawancara ini, saya lihat anda memiliki kemampuan yang jauh lebih baik di bidang manajemen dibandingkan di bidang enjineering. Anda bukan hanya mampu membuat piston yang baik tapi mampu membuat mobil atau industri mobil secara terintegrasi. Anda jauh lebih besar dari sekedar piston engineer”, saya menerangkannya secara serius karena ia memang berpotensi.</p>
<p style="text-align: justify">Beberapa saat kemudian, saya mendapat jawaban positip. Wisry, begitu saya memanggilnya, berani melepas ‘ilmu piston’nya dan bergabung dengan kami. Ia saya tugaskan mengepalai bidang perencanaan korporasi. Dalam perjalanan karirnya, ia bukan hanya mampu mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang sekuritas tapi juga mampu membidani perusahaan rental otomotif. Kini ia diminta memimpin lembaga keuangan mikro. Ia sedang belajar menjadi seorang Muhamad Yunus dengan Grameen Banknya.</p>
<p style="text-align: justify">Kalau begitu, alangkah idealnya kalau seorang pemimpin memiliki ketajaman melancarkan pertanyaan yang tidak sekedar ‘ordinary’ atau ‘good’ tapi juga ‘great’. Ini bukan hanya memerlukan kepiawaian intelektual tapi juga kedalaman emosional dan spiritual. Bukan banyaknya pertanyaan yang penting tapi kualitas pertanyaan yang mampu mengubah arah perusahaan, pekerjaan bahkan pribadi seseorang. Kalau sudah salah dalam bertanya, akan ada yang salah pula dalam menjawab.</p>
<p style="text-align: justify">Kalau pertanyaan yang salah itu dilakukan oleh pemimpin kelas satu, maka arah organisasinya bisa melenceng keluar jalur. Tidak heran hanya karena satu pertanyaan yang salah, perusahaan bisa bangkrut. Mari belajar mengajukan ‘ a great question’. Larry King dan Ophrah adalah guru yang dapat kita pelajari. Mereka adalah Socrates modern yang ‘change the world through great questions”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"> </p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://balancepers.com/tidur-dikelasgimana-sih-rasanya/" rel="bookmark">Tidur dikelas,,gimana sih rasanya??</a></li><li><a href="http://balancepers.com/kiat-berhenti-merokok/" rel="bookmark">Kiat Berhenti Merokok!</a></li><li><a href="http://balancepers.com/111/" rel="bookmark">Melamun ADA Gunaya Lho.......!!!</a></li><li><a href="http://balancepers.com/manusia-bijak/" rel="bookmark">Manusia bijak</a></li><li><a href="http://balancepers.com/mahasiswa-dipersimpang-jalan/" rel="bookmark">Mahasiswa Dipersimpang Jalan</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balancepers.com/great-question/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

