<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Surat Kabar Online Mahasiswa Balance &#187; Ekonomi</title>
	<atom:link href="http://balancepers.com/category/ekonomi-bisnis-keuangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://balancepers.com</link>
	<description>Media Komunikasi Mahasiswa</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Apr 2010 18:56:35 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Alternatif Usaha Mahasiswa</title>
		<link>http://balancepers.com/alternatif-usaha-mahasiswa/</link>
		<comments>http://balancepers.com/alternatif-usaha-mahasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Apr 2010 17:07:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>melisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivations]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & Trick]]></category>
		<category><![CDATA[kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balancepers.com/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[Sudah gak jamannya lagi bagi mahasiswa independen seperti kita terus-terusan menggantungkan hidup pada kekayaan orang tua. Kalo buat membiayai kuliah sih masih wajar, tapi kalo buat jajan? Malu ah,minta orang tua terus. Paling gak kita pernah kepikiran dong, gimana ya caranya, biar bisa jajan dengan hasil keringat sendiri?
Tak heran jaman sekarang banyak mahasiswa yang termotivasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah gak jamannya lagi bagi mahasiswa independen seperti kita terus-terusan menggantungkan hidup pada kekayaan orang tua. Kalo buat membiayai kuliah sih masih wajar, tapi kalo buat jajan? Malu ah,minta orang tua terus. Paling gak kita pernah kepikiran dong, gimana ya caranya, biar bisa jajan dengan hasil keringat sendiri?</p>
<p>Tak heran jaman sekarang banyak mahasiswa yang termotivasi mencari penghasilan. Apa sih alternatif pekerjaan yang bisa dilakukan mahasiswa? Seperti yang sama-sama kita tahu, mahasiswa pasti punya banyak keterbatasan. Salah satu diantaranya ya, keterbatasan modal. Selain itu, mahasiswa seperti kita juga punya kewajiban utama yaitu  <strong>belajar</strong>. Jangan sampai dong, kita asyik bekerja, terus kuliahnya malah keteteran. Bukannya mau ngurangin biaya, eh malah nambah-nambahin, gara-gara harus ngulang mata kuliah yang nilainya jelek..!! hahaha.<br /> Nah, disini ada beberapa alternatif usaha yang bisa kita lakukan, sambil tetep fokus di kegiatan belajar kita.</p>
<p> </p>
<p><strong>Menjual Barang<span id="more-250"></span></strong></p>
<p>Menjual barang secara perorangan bisa dilakukan sewaktu-waktu. Contohnya aja, jual pakaian ke temen-temen. Kegiatan itu, tentu bisa dilakukan saat punya waktu luang. Cukup dengan menawarkan kepada teman-teman di kampus, menunjukkan barangnya, dan ketika ada yang suka dengan barangnya, transaksi pun terjadi. Selesai. Atau gak, bisa promosiin barang dagangan kita lewat facebook. Sekarang kan lagi ngetrend tuh, yang namanya bisnis online. Intinya, banyak banget barang yang bisa dijual, semua barang-barang yang bisa dipakai dan dikonsumsi, bisa diperjualbelikan. Yang penting pinter mencari tempat membeli barang tersebut dengan harga murah. Dan juga, harus tau bener sasaran pasar kita seperti apa, biar gak salah target.</p>
<p> </p>
<p><strong>Menjual Keahlian</strong></p>
<p>Mahasiswa pasti punya keahlian yang bisa dijual. Contohnya, yang kuliah di bidang sastra bisa menawarkan jasa penterjemah. Yang kuliah di bidang komputer, banyak pilihannya. Yang menekuni studi teknik informatika bisa menjual jasa pembuatan software sederhana kepada perusahaan-perusahaan. Mereka yang kuliah akuntansi bisa mengajar akuntansi privat kepada anak-anak SMA. Yang gemar menulis, juga bisa membuat cerpen dan kirimkan ke media cetak. Yang kuliah di bidang sosial politik? Bisa mengirim artikel ke koran. Cuma jeleknya, kadang-kadang tidak semua mahasiswa memiliki rasa PD (percaya diri) yang cukup ketika mereka harus menjual keahliannya.</p>
<p><strong>Membuka Usaha</strong></p>
<p>Yang punya modal lebih, buka usaha bias dijadikan pilihan. Mulai dari toko kelontong, rental komputer atau tempat makan. Untuk menekuni usaha ini harus hati-hati, khususnya soal waktu. Maklum, usaha ini butuh waktu yang banyak. Terutama tahun-tahun pertama. Wah betapa repotnya jika memilih usaha ini. Harus kuliah dan menjalankan usaha yang butuh waktu dan tenaga yang banyak. Usaha ini pas dilakukan saat tugas-tugas kuliah tidak terlalu banyak.<br /> Satu lagi yang harus diperhatikan adalah manajemen, baik ke dalam maupun ke luar yang baik.  Bagaimana cara untuk mengatur stok penjualan dan bagaimana memasarkan dan memperkenalkan usahanya kepada masyarakat luar.</p>
<p> </p>
<p><strong>Menjadi Karyawan</strong></p>
<p>Pilihan lain adalah menjadi karyawan. Prinsipnya, sebagai karyawan akan menerima gaji tetap. Tapi banyak hal yang harus diperhatikan, seperti masalah waktu. Pasti tidak ingin, kan, kesibukan sebagai karyawan akan mengganggu kuliahnya? Jadi, bagi mereka yang kuliah hanya di pagi hari, mungkin bisa memilih untuk mencari pekerjaan sebagai karyawan yang hanya bertugas di siang hari. Atau, bagi mereka yang kuliah pagi dan siang, bisa bekerja sebagai karyawan pada usaha-usaha yang berjalan di malam hari, mislanya restoran atau wartel. Prinsipnya, bekerja sebagai karyawan tidak harus dilakukan 8 jam sehari dan tidak harus selalu dilakukan jam 9 sampai 5 sore. Yang namanya usaha kan banyak jenisnya. Bukan begitu?</p>
<p> </p>
<p><strong>Network Marketing</strong></p>
<p>Alternatif yang juga bisa dijalankan oleh mahasiswa adalah dengan menjalankan usaha network marketing. Pada network marketing, si mahasiswa itu seperti sedang membuka toko, dan dia bisa mengajak banyak orang di sekililingnya untuk membuka toko juga seperti dia. Seperti layaknya toko, pada network marketing, si mahasiswa bisa mendapatkan penghasilan tambahan berupa keuntungan eceran dari penjualan barang. Selain itu juga bisa mengejar penghasilan lain berupa komisi jaringan. Nah, inilah yang biasanya “diincar”.</p>
<p>Enaknya network marketing, si mahasiswa bisa menjalankan usaha ini pada waktu-waktu yang memang dia inginkan. Bukan berarti dia tidak akan sibuk. Dia mungkin akan sibuk, tetapi waktunya biasanya fleksibel. Sudah begitu, modal uang yang dibutuhkan biasanya jauh lebih sedikit.</p>
<p> </p>
<p>disunting dari berbagai sumber</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://balancepers.com/111/" rel="bookmark">Melamun ADA Gunaya Lho.......!!!</a></li><li><a href="http://balancepers.com/mahasiswa-dipersimpang-jalan/" rel="bookmark">Mahasiswa Dipersimpang Jalan</a></li><li><a href="http://balancepers.com/meraih-impian-perut-six-pack/" rel="bookmark">Meraih Impian Perut Six-pack!!</a></li><li><a href="http://balancepers.com/akuntansi-manajemen/" rel="bookmark">Akuntansi = Manajemen?</a></li><li><a href="http://balancepers.com/akusisi-sigma-cipta-direspons-positif/" rel="bookmark">Akusisi Sigma Cipta Direspons Positif</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balancepers.com/alternatif-usaha-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ACFTA &#8211; PASAR BEBAS 2010: &#8220;BUNUH DIRI EKONOMI INDONESIA&#8221;</title>
		<link>http://balancepers.com/acfta-pasar-bebas-2010/</link>
		<comments>http://balancepers.com/acfta-pasar-bebas-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 02:54:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bintan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[ACFTA]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[pasar bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balancepers.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Mulai 1 Januari 2010, Indonesia harus membuka pasar dalam negeri secara luas kepada negara-negara ASEAN dan Cina. Sebaliknya, Indonesia dipandang akan mendapatkan kesempatan lebih luas untuk memasuki pasar dalam negeri negara-negara tersebut.
Pembukaan pasar ini merupakan perwujudan dari perjanjian perdagangan bebas antara enam negara anggota ASEAN (Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina dan Brunei Darussalam) dengan Cina, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Mulai 1 Januari 2010, Indonesia harus membuka pasar dalam negeri secara luas kepada negara-negara ASEAN dan Cina. Sebaliknya, Indonesia dipandang akan mendapatkan kesempatan lebih luas untuk memasuki pasar dalam negeri negara-negara tersebut.</p>
<p align="justify">Pembukaan pasar ini merupakan perwujudan dari perjanjian perdagangan bebas antara enam negara anggota ASEAN (Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina dan Brunei Darussalam) dengan Cina, yang disebut dengan ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA). Perjanjian ini sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun 2002. Pertanyaannya, apakah kebijakan pasar bebas ini akan membawa perubahan nasib rakyat negeri ini yang masih dihimpit dengan kemiskinan?<span id="more-181"></span></p>
<p align="justify"><strong>Pro-Kontra Pasar Bebas ASEAN-Cina</strong></p>
<p align="justify">Pihak yang pro menyatakan ACFTA tidak hanya berarti ancaman serbuan produk-produk Cina ke Idonesia, tetapi juga peluang Indonesia untuk meningkatkan ekspor ke Cina dan negara-negara ASEAN. Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menegaskan bahwa <em>free trade agreement</em> (FTA) memberikan banyak manfaat bagi ekspor dan penanaman modal di Indonesia (<em>Kompas</em>, 5/1/2010).</p>
<p align="justify">Kekhawatiran akan dampak negatif perdagangan bebas ASEAN-Cina juga ditepis Pemerintah melalui Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu. Menurut Abimanyu, proporsi perdagangan antara Indonesia, ASEAN dan Cina hanya 20% saja.</p>
<p align="justify">Sebaliknya, Ernovian G Ismy, Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia menyatakan kekhawatirannya atas pemberlakukan perdagangan bebas ASEAN-Cina, di antaranya terjadinya perubahan pola usaha yang ada dari pengusaha menjadi pedagang. Intinya, jika berdagang lebih menguntungkan karena faktor harga barang-barang impor yang lebih murah, akan banyak industri nasional dan lokal yang gulung tikar hingga akhirnya berpindah menjadi pedagang saja (<em>Republika</em>, 4/1/2010).</p>
<p align="justify">Ernovian mencontohkan, jumlah industri tekstil dari kelas industri kecil hingga besar bisa mencapai 2.000. Jika setiap industri tekstil mampu menyerap 12-50 orang tenaga kerja, maka bisa dibayangkan kehancuran industri karena akan banyak pengusaha yang beralih dari produsen tekstil menjadi pedagang. Hal ini sekaligus berdampak pada berkurangnya penyerapan tenaga kerja.</p>
<p align="justify">Mantan Dirjen Bea Cukai, Anwar Surijadi, juga mempertanyakan manfaat pemberlakukan perdagangan bebas ini bagi masyarakat (<em>Republika</em>, 4/1/2010).</p>
<p align="justify">Hal yang sangat dikhawatirkan mengenai dominasi Cina terhadap Indonesia juga disampaikan Menteri Perindustrian MS Hidayat. Menurut Hidayat, dalam kerangka ACFTA yang berlatar belakang semangat bisnis, Cina bisa berbuat apa pun untuk mempengaruhi Indonesia mengingat kekuatan ekonominya jauh di atas Indonesia (<em>Bisnis Indonesia</em>, 9/1/2010).</p>
<p align="justify">Pelaku pasar di sektor usaha kecil memahami dan merasakan betul risiko dan dampak dari perdagangan bebas ini. Sekitar 1.000 orang pelaku usaha kecil dan menengah yang tergabung dalam komunitas UMKM DI Yogyakarta mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DIY, Senin (11/1/2010). Mereka mendesak DPRD, DPR dan pemerintah pusat melindungi produk-produk UMKM yang terancam produk-produk Cina seperti batik, tekstil, kerajinan, jamu dan lainnya. Para petani di bagian Indonesia timur juga mengeluh dan mengkawatirkan dampak matinya produk beras mereka. (<em>Antara</em>, 11/1/2010). Masih banyak lagi kenyataan yang menunjukkan bahwa perdagangan bebas secara liar justru akan menjerumuskan rakyat ke dalam jurang kemiskinan dan menjadikan rakyat hanya sebatas konsumen, jongos bahkan lebih buruk dari itu.</p>
<p align="justify"><strong>‘Bunuh Diri Ekonomi’ </strong></p>
<p align="justify">Sebelum adanya perjanjian perdagangan bebas dengan Cina saja, kita sudah mendapatkan hampir segala lini produk yang dipergunakan di rumah dan perkantoran bertuliskan <em>Made in China</em>. Bahkan tidak sedikit produk dari negara maju yang masuk ke Indonesia pun mengikutsertakan produk Cina sebagai perlengkapannya. Seorang ekonom yang juga pejabat menteri ekonomi di Kabinet Pemerintahan sekarang mengomentari bahwa dengan dimulainya perdagangan bebas Indonesia-Cina, serbuan produk Cina ke Indonesia akan <em>“seperti air bah”</em>.</p>
<p align="justify">Karena itu, pemberlakuan pasar bebas ASEAN-Cina sudah pasti menimbulkan dampak sangat negatif. <em>Pertama</em>: serbuan produk asing terutama dari Cina dapat mengakibatkan kehancuran sektor-sektor ekonomi yang diserbu. Padahal sebelum tahun 2009 saja Indonesia telah mengalami proses deindustrialisasi (penurunan industri). Berdasarkan data Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, peran industri pengolahan mengalami penurunan dari 28,1% pada 2004 menjadi 27,9% pada 2008. Diproyeksikan 5 tahun ke depan penanaman modal di sektor industri pengolahan mengalami penurunan US$ 5 miliar yang sebagian besar dipicu oleh penutupan sentra-sentra usaha strategis IKM (industri kecil menegah). Jumlah IKM yang terdaftar pada Kementrian Perindustrian tahun 2008 mencapai 16.806 dengan skala modal Rp 1 miliar hingga Rp 5 miliar. Dari jumlah tersebut, 85% di antaranya akan mengalami kesulitan dalam menghadapi persaingan dengan produk dari Cina (<em>Bisnis Indonesia</em>, 9/1/2010).</p>
<p align="justify"><em>Kedua</em>: pasar dalam negeri yang diserbu produk asing dengan kualitas dan harga yang sangat bersaing akan mendorong pengusaha dalam negeri berpindah usaha dari produsen di berbagai sektor ekonomi menjadi importir atau pedagang saja. Sebagai contoh, harga tekstil dan produk tekstik (TPT) Cina lebih murah antara 15% hingga 25%. Menurut Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat Usman, selisih 5% saja sudah membuat industri lokal kelabakan, apalagi perbedaannya besar (<em>Bisnis Indonesia</em>, 9/1/2010). Hal yang sangat memungkinkan bagi pengusaha lokal untuk bertahan hidup adalah bersikap pragmatis, yakni dengan banting setir dari produsen tekstil menjadi importir tekstil Cina atau setidaknya pedagang tekstil. Sederhananya, <em>&#8220;Buat apa memproduksi tekstil bila kalah bersaing? Lebih baik impor saja, murah dan tidak perlu repot-repot jika diproduksi sendiri.&#8221;</em></p>
<p align="justify">Gejala inilah yang mulai tampak sejak awal tahun 2010. Misal, para pedagang jamu sangat senang dengan membanjirnya produk jamu Cina secara legal yang harganya murah dan dianggap lebih manjur dibandingkan dengan jamu lokal. Akibatnya, produsen jamu lokal terancam gulung tikar.</p>
<p align="justify"><em>Ketiga</em>:<em> </em>karakter perekomian dalam negeri akan semakin tidak mandiri dan lemah. Segalanya bergantung pada asing. Bahkan produk &#8220;tetek bengek&#8221; seperti jarum saja harus diimpor. Jika banyak sektor ekonomi bergantung pada impor, sedangkan sektor-sektor vital ekonomi dalam negeri juga sudah dirambah dan dikuasai asing, maka apalagi yang bisa diharapkan dari kekuatan ekonomi Indonesia?</p>
<p align="justify"><em>Keempat</em>: jika di dalam negeri saja kalah bersaing, bagaimana mungkin produk-produk Indonesia memiliki kemampuan hebat bersaing di pasar ASEAN dan Cina? Data menunjukkan bahwa tren pertumbuhan ekspor non-migas Indonesia ke Cina sejak 2004 hingga 2008 hanya 24,95%, sedangkan tren pertumbuhan ekspor Cina ke Indonesia mencapai 35,09%. Kalaupun ekspor Indonesia bisa digenjot, yang sangat mungkin berkembang adalah ekspor bahan mentah, bukannya hasil olahan yang memiliki nilai tambah seperti ekspor hasil industri. Pola ini malah sangat digemari oleh Cina yang memang sedang &#8220;haus&#8221; bahan mentah dan sumber energi untuk menggerakkan ekonominya.</p>
<p align="justify"><em>Kelima</em>:<em> </em>peranan produksi terutama sektor industri manufaktur dan IKM dalam pasar nasional akan terpangkas dan digantikan impor. Dampaknya, ketersediaan lapangan kerja semakin menurun. Padahal setiap tahun angkatan kerja baru bertambah lebih dari 2 juta orang, sementara pada periode Agustus 2009 saja jumlah pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 8,96 juta orang.</p>
<p align="justify">Walhasil, perdagangan bebas yang dijalani Pemerintah hakikatnya adalah ‘bunuh diri’ secara ekonomi.</p>
<p align="justify">sumber : <a rel="nofollow" href="http://balancepers.com/goto/www_hizbut_tahrir_or_id/181/1">www.hizbut-tahrir.or.id</a></p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://balancepers.com/rekasadana-dilirik-kembali/" rel="bookmark">Rekasadana dilirik kembali</a></li><li><a href="http://balancepers.com/market-pc-nasional-dikusai-acer/" rel="bookmark">Market PC Nasional dikusai Acer</a></li><li><a href="http://balancepers.com/musik-indonesia-2007-maju-jalan-di-tempat-atau-malah-mundur-1/" rel="bookmark">Musik Indonesia 2007 : Maju, Jalan di Tempat, atau Malah Mundur? (1)</a></li><li><a href="http://balancepers.com/bankir-bumn-siap-hadapi-bank-asing/" rel="bookmark">Bankir BUMN Siap Hadapi Bank Asing</a></li><li><a href="http://balancepers.com/2008-asuransi-umum-naikkan-premi-banjir/" rel="bookmark">2008, ASURANSI UMUM NAIKKAN PREMI BANJIR</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balancepers.com/acfta-pasar-bebas-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Market PC Nasional dikusai Acer</title>
		<link>http://balancepers.com/market-pc-nasional-dikusai-acer/</link>
		<comments>http://balancepers.com/market-pc-nasional-dikusai-acer/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jan 2008 11:44:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoshi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balancepers.com/market-pc-nasional-dikusai-acer/</guid>
		<description><![CDATA[Produsen produk teknologi informasi (TI) asal Taiwan, Acer, masih menjadi pemimpin pasar penjualan personal computer (PC) di tanah air. Hingga akhir tahun lalu, market share Acer mencapai 15,1 persen dibanding para kompetitor yang sejenis.
sikutip dari surat kabar ternama di jawa timur Country Manager Acer Indonesia Jason Lim mengatakan bahwa pihaknya sukses memimpin pasar karena selalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Arial" size="2"><img src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:IJ8UaruBhtEIpM:http://www.hardwareportal.ru/News/Pictures/December.2005/Acer_logo.gif" align="left" height="120" width="120" title="Market PC Nasional dikusai Acer" alt="Acer logo Market PC Nasional dikusai Acer" />Produsen produk teknologi informasi (TI) asal Taiwan, Acer, masih menjadi pemimpin pasar penjualan personal computer (PC) di tanah air. Hingga akhir tahun lalu, market share Acer mencapai 15,1 persen dibanding para kompetitor yang sejenis.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">sikutip dari surat kabar ternama di jawa timur Country Manager Acer Indonesia Jason Lim mengatakan bahwa pihaknya sukses memimpin pasar karena selalu berusaha membaca karakteristik konsumen di tiap negara. Misalnya, karakteristik konsumen di Amerika atau Eropa lebih menyukai komputer desktop di rumah atau di kantor. Sementara konsumen Asia memilih komputer yang berukuran kecil karena sering bepergian. &#8220;Bila ingin berhasil dalam bisnis ini, kita perlu menjadi pemain global,&#8221;</font><span id="more-131"></span></p>
<p><font face="Arial" size="2"><br />
Untuk itu, pihaknya meluncurkan beberapa produk yang menawarkan beberapa fungsi berbeda. &#8220;Fokus kami adalah menawarkan produk yang user friendly,&#8221; ujarnya. Dia mengaku, Acer membutuhkan waktu 4-5 tahun untuk membangun brand. Hingga akhir 2007, Acer mampu meningkatkan posisinya dari urutan keempat menjadi tiga dunia dengan pertumbuhan bisnis 15 persen di seluruh dunia.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">disamping itu juga Head of Marketing Division Acer Indonesia Daniel Rustandi menambahkan, selama tiga tahun berturut-turut, Acer mampu menguasai pangsa pasar penjualan notebook nasional. Pertumbuhan penjualan notebook tahun lalu tercatat 90 persen, sedangkan total pertumbuhan produk Acer 40 persen. &#8220;Tetapi, baru tahun lalu kami mampu menguasai pangsa pasar terbesar untuk seluruh produk PC, yaitu desktop dan notebook,&#8221; jelasnya [yos/balance]</font></p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://balancepers.com/pangsa-pasar-elektronik-mencapai-rp-3-t-per-bulan/" rel="bookmark">Pangsa Pasar Elektronik Mencapai Rp 3 T Per Bulan</a></li><li><a href="http://balancepers.com/aset-jamsostek-tembus-rp-60-t/" rel="bookmark">Aset Jamsostek Tembus Rp 60 T</a></li><li><a href="http://balancepers.com/saham-di-gadai/" rel="bookmark">Saham di gadai?</a></li><li><a href="http://balancepers.com/rekasadana-dilirik-kembali/" rel="bookmark">Rekasadana dilirik kembali</a></li><li><a href="http://balancepers.com/pt-intern-mitra-futures-yogya/" rel="bookmark">PT Intern Mitra Futures Yogya</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balancepers.com/market-pc-nasional-dikusai-acer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saham di gadai?</title>
		<link>http://balancepers.com/saham-di-gadai/</link>
		<comments>http://balancepers.com/saham-di-gadai/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jan 2008 11:44:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoshi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balancepers.com/saham-di-gadai/</guid>
		<description><![CDATA[Baru baru ini sukses diujicobakan di Jakarta November tahun lalu untuk saham digadaikan. Oleh karena itu  Perum Pegadaian bakal merilis layanan gadai saham di Surabaya bulan depan. Seperti halnya ibu kota, Surabaya juga dinilai punya investor pasar modal dalam jumlah besar.
Dikutip dari dari media cetak harian jawa timur Pemimpin Wilayah Perum Pegadaian Surabaya M. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Arial" size="2">Baru baru ini sukses diujicobakan di Jakarta November tahun lalu untuk saham digadaikan. Oleh karena itu  Perum Pegadaian bakal merilis layanan gadai saham di Surabaya bulan depan. Seperti halnya ibu kota, Surabaya juga dinilai punya investor pasar modal dalam jumlah besar.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Dikutip dari dari media cetak harian jawa timur</font><font face="Arial" size="2"> Pemimpin Wilayah Perum Pegadaian Surabaya M. Edy Prayitno</font><font face="Arial" size="2"> &#8220;Biasanya, mereka berharap harga saham dikoleksinya naik. Dengan gadai saham, mereka bisa dapat uang tunai tanpa kehilangan hak atas saham yang digadaikan,&#8221; katanya</font><span id="more-132"></span></p>
<p><font face="Arial" size="2">Apalagi, di sini pernah ada BES (sekarang jadi BEI setelah merger dengan BEJ),&#8221; katanya. Saham yang digadaikan adalah yang masuk daftar LQ-45 yang ditetapkan BEI setiap enam bulan. Hanya, di gadai saham dikhususkan untuk 20 saham.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Selanjutnya, kriteria-kriteria pemilihan saham merupakan hasil rekomendasi dari broker sekuritas yang lazim melakukan transaksi repo saham. &#8220;Harga saham kurang Rp 20.000 per lembar, dan nilai kapitalisasinya di atas Rp 5 triliun. Yang lebih penting, emiten punya kredibilitas yang baik dan pemain utama di sektornya,&#8221; terangnya.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Pembiayaan diberikan antara Rp 50 juta-Rp 50 miliar dengan nilai taksiran maksimal 50 persen dari harga saham yang berlaku. &#8220;Surabaya ditarget Rp 500 miliar untuk pembiayaan gadai saham ini,&#8221; katanya.[yos/balance]</font></p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://balancepers.com/aset-jamsostek-tembus-rp-60-t/" rel="bookmark">Aset Jamsostek Tembus Rp 60 T</a></li><li><a href="http://balancepers.com/rekasadana-dilirik-kembali/" rel="bookmark">Rekasadana dilirik kembali</a></li><li><a href="http://balancepers.com/pangsa-pasar-elektronik-mencapai-rp-3-t-per-bulan/" rel="bookmark">Pangsa Pasar Elektronik Mencapai Rp 3 T Per Bulan</a></li><li><a href="http://balancepers.com/market-pc-nasional-dikusai-acer/" rel="bookmark">Market PC Nasional dikusai Acer</a></li><li><a href="http://balancepers.com/17/" rel="bookmark">Filateli: “The 1847 Two Pence Mauritius Post Office”</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balancepers.com/saham-di-gadai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rekasadana dilirik kembali</title>
		<link>http://balancepers.com/rekasadana-dilirik-kembali/</link>
		<comments>http://balancepers.com/rekasadana-dilirik-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jan 2008 17:17:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoshi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balancepers.com/rekasadana-dilirik-kembali/</guid>
		<description><![CDATA[Saham Masih Idola, Pendapatan Tetap Nomor Dua
Reksadana makin menjadi tempat favorit mengembangkan dana. Return-nya jauh lebih tinggi dibandingkan produk simpanan perbankan. akan tetapi awas, tetap ada risiko di depan mata. Kasus redemption (penarikan dana besar-besaran oleh nasabah) pada 2005 bisa jadi pelajaran berharga.
&#8212;&#8212;&#8211;
Reksadana (mutual fund) bukan barang baru dalam industri finansial di dalam negeri. Sejak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Arial" size="2">Saham Masih Idola, Pendapatan Tetap Nomor Dua<br />
Reksadana makin menjadi tempat favorit mengembangkan dana. Return-nya jauh lebih tinggi dibandingkan produk simpanan perbankan. akan tetapi awas, tetap ada risiko di depan mata. Kasus <em>redemption </em>(</font><font face="Arial" size="2">penarikan dana besar-besaran oleh nasabah</font><font face="Arial" size="2">) pada 2005 bisa jadi pelajaran berharga.<br />
&#8212;&#8212;&#8211;</font><span id="more-124"></span></p>
<p><font face="Arial" size="2">Reksadana (<em>mutual fund</em>) bukan barang baru dalam industri finansial di dalam negeri. Sejak sebelum krisis, beberapa perusahaan manajemen investasi telah menerbitkan produk ini. Namun, geliat industri reksadana baru mulai terasa di awal 2000-an. Mencapai puncak pada 2004, setahun kemudian terjadi redemption (penarikan dana besar-besaran oleh nasabah) , terkoreksi, dan saat ini kembali bergerak pulih.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Berbeda dengan investasi langsung di saham, membeli produk reksadana tak &#8220;merepotkan&#8221; pemilik dana. Ada manajer investasi yang mengelola uang kita. Mereka akan membagi portofolio ke dalam instrumen-instrumen investasi jangka pendek seperti saham, pasar uang, dan produk investasi pendapatan tetap seperti obligasi dan deposito. Pemilik dana tinggal memantau berapa yield mereka dengan melihat perkembangan nilai aktiva bersih (NAB) atau net asset value (NAV) per unit.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Sepanjang 2007, pasar modal dalam negeri sangat bergairah. Banyak faktor yang mendukung. Seperti penurunan suku bunga acuan BI rate yang sekarang tidak kurang lebih 8,25%, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, serta angka inflasi yang terkendali. Kinerja positif di pasar modal tentu berimbas terhadap imbal hasil reksadana, terutama saham. Karena return-nya menarik, masyarakat ramai-ramai memburu reksadana dan NAB total pun melonjak. Tercatat pada awal Januari 2007, NAB masih Rp 52,8 triliun dan menjelang akhir tahun sudah Rp 92,1 triliun. Meskipun belum bisa menembus rekor NAB industri yang sempat mencapai titik tertinggi sebanyak Rp 110 triliun pada Februari 2004, saat ini laju pesat pertumbuhan NAB mulai tampak.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Pada pembukaan perdagangan BEI hari pertama tahun ini, Dikutip dari surat kabar terkenal ibukota Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan tahun ini menjadi tahun emas industri reksadana. Sebab bakal menjadi salah satu pilihan utama investasi 2008. &#8220;Industri reksadana akan pulih kembali seperti yang terjadi pada 2004. Bahkan saya memperkirakan bisa lebih baik,&#8221; kata Ani sapaan akrabnya. &#8220;Tahun ini NAB-nya bisa tembus diatas Rp 100 triliun.&#8221;</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Senada dengan mantan Executive Director IMF Asia PAsific itu, Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) Abiprayadi Riyanto yakin bahwa industri reksadana pada 2008 diprediksi tumbuh antara 30 persen hingga 40 persen. &#8220;Angka itu termasuk besar, karena pada akhir 2007 angkanya sudah besar,&#8221; ujarnya. Atau tumbuh sekitar Rp 40 triliun.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Selain peningkatan pesat dari sisi NAB pada 2007, komposisi di antara jenis-jenis reksadana juga sudah seimbang. Di mana pada 2005, 85 persen aset reksadana adalah pendapatan tetap seperti obligasi. Kemudian sisanya barulah terbagi menjadi reksadana jenis campuran, saham, pasar uang, dan reksa dana terproteksi. Kala itu, komposisi yang tidak sehat tersebut menjadi salah satu penyebab merosotnya aset reksadana ketika pasar obligasi terguncang pada 2005.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Sementara berdasarkan data dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) dari jumlah NAB 2007, total dana kelolaan reksadana pendapatan tetap mencapai Rp 21,791 triliun (23,66 persen), reksadana saham Rp 34,799 triliun (37,78 persen), reksadana terproteksi Rp 16,34 triliun (17,74 persen), reksadana campuran Rp 14,232 triliun (15,45 persen), reksadana pasar uang Rp 4,828 triliun (5,24 persen), reksadana indeks Rp 117,042 miliar (0,12 persen), dan exchange traded fund (ETF) saham Rp 77,95 miliar (0,08 persen).</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">&#8220;Komposisi semakin seimbang,&#8221; tandas Abi. Dan menurutnya, jenis reksa dana yang akan booming tahun depan adalah reksadana saham serta reksadana terproteksi. Ini karena, baik investor institusi maupun perorangan, mulai sadar untuk menempatkan dana pada instrumen investasi jangka panjang.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Dari sisi keamanam dan kepastian hukum, Bapepam LK semakin concern mengurus instrumen ini. Terutama semenjak terjadi redemption besar-besaran pada 2005. Di mana pada saat itu karena gejolak harga obligasi ditambah dengan kesalahan jual dari agen penjual, NAB reksadana menyusut drastis menjadi Rp 28 triliun pada Desember 2005.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Beberapa kebijakan maupun peraturan tegas dikeluarkan oleh otoritas pasar modal itu. Seperti peraturan yang membebaskan Manajer investasi (MI) dari keketntuan untuk mencari sponsor jika ingin menerbitkan reksa dana. Sebagai gantinya, MI diwajibkan menghimpun dana kelolaan minimal Rp 25 miliar dalam kurun waktu 30 hari sejak pernyataan efektif dari Bapepam [yos/balance]<br />
</font></p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://balancepers.com/aset-jamsostek-tembus-rp-60-t/" rel="bookmark">Aset Jamsostek Tembus Rp 60 T</a></li><li><a href="http://balancepers.com/saham-di-gadai/" rel="bookmark">Saham di gadai?</a></li><li><a href="http://balancepers.com/pangsa-pasar-elektronik-mencapai-rp-3-t-per-bulan/" rel="bookmark">Pangsa Pasar Elektronik Mencapai Rp 3 T Per Bulan</a></li><li><a href="http://balancepers.com/market-pc-nasional-dikusai-acer/" rel="bookmark">Market PC Nasional dikusai Acer</a></li><li><a href="http://balancepers.com/grup-neraka-di-euro-2008/" rel="bookmark">Grup Neraka di Euro 2008</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balancepers.com/rekasadana-dilirik-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Lebih Dekat dengan Dinar</title>
		<link>http://balancepers.com/mengenal-lebih-dekat-dengan-dinar/</link>
		<comments>http://balancepers.com/mengenal-lebih-dekat-dengan-dinar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jan 2008 00:52:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoshi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balancepers.com/mengenal-lebih-dekat-dengan-dinar/</guid>
		<description><![CDATA[Dinar? siapa yang tahu mata uang tersebut. Dinar merupakan mata uang yang dibuat dengan bahan emas murni 22 karat dengan berat sekitar 4,25 gram. Dalam sejarah Islam, Dinar pertama kali digunakan di Madinah pada zaman Nabi Muhammad SAW. 
  Selanjutnya, pada masa Khulafa Al Rasyidin, penggunaan Dinar meluas dari Afrika Utara, Andalusia (Spanyol) hingga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font><img src="http://www.taxfreegold.com/gold-dinar.jpg" align="left" height="234" width="234" title="Mengenal Lebih Dekat dengan Dinar " alt="gold dinar Mengenal Lebih Dekat dengan Dinar " />Dinar? siapa yang tahu mata uang tersebut. Dinar merupakan mata uang yang dibuat dengan bahan emas murni 22 karat dengan berat sekitar 4,25 gram. Dalam sejarah Islam, Dinar pertama kali digunakan di Madinah pada zaman Nabi Muhammad SAW. </font></p>
<p><font>  </font><font>Selanjutnya, pada masa Khulafa Al Rasyidin, penggunaan Dinar meluas dari Afrika Utara, Andalusia (Spanyol) hingga ke Asia Tenggara. Bahkan, mata uang berbahan emas sebetulnya telah dikenal dan digunakan oleh masyarakat dunia lebih dari enam ribu tahun lalu. Namun, saat ini tidak ada lagi negara yang menggunakan Dinar sebagai transaksi keuangan karena telah digantikan mata uang kertas.</font><span id="more-119"></span></p>
<p><font>  </font><font>Di Indonesia, mata uang Dinar dicetak sejak 2000. Saat itu, Dinar tersebut dicetak melalui PT Logam Mulia, sebuah badan usaha milik negara (BUMN) anak perusahaan PT Aneka Tambang.</font></p>
<p><font>  </font><font>Dalam beberapa tahun terakhir, transaksi jual beli Dinar kembali marak. Salah satu penyebabnya adalah terus meningkatnya inflasi dan terus melemahnya mata uang kertas baik rupiah maupun dolar AS. Sedangkan Dinar, karena terbuat dari emas, nilainya cenderung stabil bahkan terus menguat.</font></p>
<p><font>  </font><font>Pada akhir Oktober tahun lalu, nilai kurs per satu Dinar emas menembus level Rp 1 juta. Berdasarkan data bersumber situs <em>www.islamhariini.org</em>, nilai kurs Dinar per Ahad, (6/1) mencapai Rp 1,133 juta.</font></p>
<p><font>  </font><font>Saat ini, beberapa agen penjual Dinar terus bermunculan di sejumlah daerah. Agen tersebut dikenal dengan sebutan wakala Dinar. Di Jabodetabek, beberapa wakalah adalah Wakala Adina Tanah Baru Depok, Wakala Ribat Cipete Jakarta Selatan, Wakala Nusa Dinar Mampang Jakarta Selatan, Wakala Al Kautsar MUI Depok, dan Wakala Kaffah Islamic Village, Tangerang.</font></p>
<p><font>  </font><font>Sedangkan di luar Jabodebatebek, beberapa wakalah Dinar adalah Wakala IMN Cigadung Bandung dan Wakala Sauqi Cikutra Bandung. Selain itu, Wakala Griya Dinar Wijilan Kraton Yogyakarta dan Wakala Gurindam Kepri Tanjung Pinang Kepulauan Riau. [yos/balance]<br />
</font></p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://balancepers.com/pt-intern-mitra-futures-yogya/" rel="bookmark">PT Intern Mitra Futures Yogya</a></li><li><a href="http://balancepers.com/saham-di-gadai/" rel="bookmark">Saham di gadai?</a></li><li><a href="http://balancepers.com/aset-jamsostek-tembus-rp-60-t/" rel="bookmark">Aset Jamsostek Tembus Rp 60 T</a></li><li><a href="http://balancepers.com/taruhan-ronaldo-dan-ferguson/" rel="bookmark">Taruhan Ronaldo dan Ferguson</a></li><li><a href="http://balancepers.com/17/" rel="bookmark">Filateli: “The 1847 Two Pence Mauritius Post Office”</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balancepers.com/mengenal-lebih-dekat-dengan-dinar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pangsa Pasar Elektronik Mencapai Rp 3 T Per Bulan</title>
		<link>http://balancepers.com/pangsa-pasar-elektronik-mencapai-rp-3-t-per-bulan/</link>
		<comments>http://balancepers.com/pangsa-pasar-elektronik-mencapai-rp-3-t-per-bulan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jan 2008 00:50:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoshi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balancepers.com/pangsa-pasar-elektronik-mencapai-rp-3-t-per-bulan/</guid>
		<description><![CDATA[Dengan geliat perekonomian indonesia saat ini ikut juga membawa dampak terhadap Bisnis Elektonik dengan mencatat prestasi lumayan sepanjang 2007. Total market elektronik diprediksi tembus Rp 3 triliun per bulan atau tumbuh 30 persen dibanding tahun 2006. Selain frekuensi munculnya produk baru semakin tinggi, melesatnya pasar juga ditunjang bertambahnya outlet-outlet khusus elektronik yang semakin kompetitif dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Arial" size="2"><img src="http://www.webdergi.com/haber_resim/stories/.%5Cdosya%5Celektronik_001.jpg" align="left" height="189" width="189" title="Pangsa Pasar Elektronik Mencapai Rp 3 T Per Bulan" alt=".%5Cdosya%5Celektronik 001 Pangsa Pasar Elektronik Mencapai Rp 3 T Per Bulan" />Dengan geliat perekonomian indonesia saat ini ikut juga membawa dampak terhadap Bisnis Elektonik dengan mencatat prestasi lumayan sepanjang 2007. Total market elektronik diprediksi tembus Rp 3 triliun per bulan atau tumbuh 30 persen dibanding tahun 2006. Selain frekuensi munculnya produk baru semakin tinggi, melesatnya pasar juga ditunjang bertambahnya outlet-outlet khusus elektronik yang semakin kompetitif dan variatif.</font><span id="more-120"></span></p>
<p><font face="Arial" size="2">Dikutip dari media cetak jawapos Dick Chandra Adrianus, chief operation officer (COO) Electronic Solution, mengatakan sekitar 50 persen dari total pasar elektronik masih disumbang penjualan di Jakarta. &#8220;Pasar Jakarta masih menjadi andalan,&#8221; ungkap Dick.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Karena itu, lanjut dia, untuk melayani pasar Jakarta yang demikian besar, jaringan outlet tidak cukup satu. Minimal harus hadir di setiap penjuru Jakarta. &#8220;Hanya dengan strategi itu bisa menjangkau konsumen paling potensial,&#8221; jelasnya. Electronic Solution sampai saat ini telah membuka 9 gerai di Jakarta, dengan outlet terbaru di Mal Puri Indah, Jakarta Barat, yang dibuka 19 Desember 2007.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Investasi untuk mendirikan setiap unit outlet berkisar Rp 5 miliar-Rp10 miliar. Itu bergantung besar-kecilnya serta lokasi outlet. Biasanya, outlet Electronic Solution paling kecil 2.500 m2 dan paling besar 10.000 m2. Sementara jumlah SDM yang dipekerjakan di tiap outlet berkisar 100-150 orang. &#8220;Investasi di luar Jakarta dan di luar Jawa untuk tiap outlet biasanya jauh lebih kecil,&#8221; ungkapnya.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Biaya yang lebih kecil membuat Electronic Solution cenderung memperbesar outlet di luar Jawa tahun ini. Kehadiran outlet elektronik di daerah diharapkan mengusung konsumen masuk ke pasar modern. &#8220;Selama 2007, kami menargetkan masing-masing outlet mampu merebut 20-30 persen pangsa pasar tradisional,&#8221; ujarnya.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Daniel Trisno, GM Operation Electronic Solution, mengakui pasar tradisional masih mendominasi sebagai tempat penjualan produk-produk elektronik. &#8220;Pangsa pasarnya mendominasi sekitar 70 persen,&#8221; ujarnya. Kemudian disusul pangsa hypermarket 20 persen dan 10 persen pangsa outlet khusus elektronik.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Dia optimistis pasar elektronik modern semakin berkembang di masa mendatang. Selain karena perkembangan produk elektronik yang semakin cepat, juga karena berbagai nilai tambah yang didapat konsumen dari pasar modern serta kemudahan dalam mendapatkan barang elektornik yang dibutuhkan dengan harga yang kompetitif. [yos/balance]</font></p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://balancepers.com/market-pc-nasional-dikusai-acer/" rel="bookmark">Market PC Nasional dikusai Acer</a></li><li><a href="http://balancepers.com/aset-jamsostek-tembus-rp-60-t/" rel="bookmark">Aset Jamsostek Tembus Rp 60 T</a></li><li><a href="http://balancepers.com/saham-di-gadai/" rel="bookmark">Saham di gadai?</a></li><li><a href="http://balancepers.com/rekasadana-dilirik-kembali/" rel="bookmark">Rekasadana dilirik kembali</a></li><li><a href="http://balancepers.com/27/" rel="bookmark">Butuh 2 Ribu Auditor</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balancepers.com/pangsa-pasar-elektronik-mencapai-rp-3-t-per-bulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aset Jamsostek Tembus Rp 60 T</title>
		<link>http://balancepers.com/aset-jamsostek-tembus-rp-60-t/</link>
		<comments>http://balancepers.com/aset-jamsostek-tembus-rp-60-t/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jan 2008 00:49:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoshi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balancepers.com/aset-jamsostek-tembus-rp-60-t/</guid>
		<description><![CDATA[Jamsostek? Pada tahun 2007 total aset BUMN asuransi tenaga kerja PT Jamsostek terus meningkat. Akhir tahun lalu total aset Jamsostek mencapai Rp 60,4 triliun. Dari jumlah itu, sekitar Rp 58,7 triliun diinvestasikan di berbagai bidang dan sektor.
Dikutip dari sebuah media cetak terkenal ibukota Dirut PT Jamsostek Hotbonar Sinaga di Jakarta mengatakan bahwa Investasi terbesar ditempatkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Arial" size="2"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/c/c8/Jamsostek.gif/350px-Jamsostek.gif" align="left" height="100" width="350" title="Aset Jamsostek Tembus Rp 60 T" alt="350px Jamsostek Aset Jamsostek Tembus Rp 60 T" />Jamsostek? Pada tahun 2007 total aset BUMN asuransi tenaga kerja PT Jamsostek terus meningkat. Akhir tahun lalu total aset Jamsostek mencapai Rp 60,4 triliun. Dari jumlah itu, sekitar Rp 58,7 triliun diinvestasikan di berbagai bidang dan sektor.</font><span id="more-121"></span></p>
<p><font face="Arial" size="2">Dikutip dari sebuah media cetak terkenal ibukota </font><font face="Arial" size="2">Dirut PT Jamsostek Hotbonar Sinaga di Jakarta mengatakan </font><font face="Arial" size="2">bahwa Investasi terbesar ditempatkan dalam deposito dan angka itu belum diaudit serta akan rencanakan audit akan tuntas Maret 2008.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Dia juga mengemukakan, sejak 2003 aset perusahaan yang dipimpinnya terus meningkat secara signifikan. Jika pada 2003 total asetnya hanya mencapai Rp 26,9 triliun, setahun kemudian mencapai Rp 33,4 triliun. Lalu, pada 2005 meningkat menjadi Rp 38,8 triliun dan Rp 49,6 triliun pada 2006 serta pada tahun ini total asetnya ditargetkan Rp 70,384 triliun dengan dana investasi Rp 68,420 triliun.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">selain itu belaiu menuturkan, kinerja keuangan Jamsostek pada 2007 cukup bagus. Sesuai prognosa 2007, total hasil investasi sebesar Rp 5,6 triliun. Sedangkan laba kotor Rp 5,189 triliun, dan laba bersih Rp 910 miliar. Itu melampaui target laba 2007 sebesar Rp 828 miliar.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">&#8220;Perolehan laba akhir 2007 meningkat 110 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah itu, Rp 273 miliar adalah dividen pemerintah sebagai pemilik tunggal,&#8221; ujarnya. Tahun ini Jamsostek mematok target laba bersih Rp 1,117 triliun dengan pembagian dividen Rp 279 miliar.[yos/balance]</font></p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://balancepers.com/saham-di-gadai/" rel="bookmark">Saham di gadai?</a></li><li><a href="http://balancepers.com/rekasadana-dilirik-kembali/" rel="bookmark">Rekasadana dilirik kembali</a></li><li><a href="http://balancepers.com/pangsa-pasar-elektronik-mencapai-rp-3-t-per-bulan/" rel="bookmark">Pangsa Pasar Elektronik Mencapai Rp 3 T Per Bulan</a></li><li><a href="http://balancepers.com/market-pc-nasional-dikusai-acer/" rel="bookmark">Market PC Nasional dikusai Acer</a></li><li><a href="http://balancepers.com/taruhan-ronaldo-dan-ferguson/" rel="bookmark">Taruhan Ronaldo dan Ferguson</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balancepers.com/aset-jamsostek-tembus-rp-60-t/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akuisisi Empat Bank dan Merger Dua Bank Dalam Proses</title>
		<link>http://balancepers.com/akuisisi-empat-bank-dan-merger-dua-bank-dalam-proses/</link>
		<comments>http://balancepers.com/akuisisi-empat-bank-dan-merger-dua-bank-dalam-proses/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jan 2008 16:10:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoshi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balancepers.com/akuisisi-empat-bank-dan-merger-dua-bank-dalam-proses/</guid>
		<description><![CDATA[Di tengah perkonomian indonesia mulai stabil ada beberapa bank yang ingin melakukan yakni diantaranya akuisisi Bank Harfa oleh Bank Panin, Bank Sinar Harapan oleh Bank Mandiri, Bank Amin oleh Wisart Investment, dan Bank Sriparta oleh Mercy Corp dalam rangka pemenuhan modal inti minimal Rp 80 miliar. Akusisi tersebut masih dalam proses oleh Bank Indonesia (BI).
Selain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.lsp-telematika.or.id/gambarkecilmedia/jabat%20tangan.jpg" align="left" height="110" width="110" title="Akuisisi Empat Bank dan Merger Dua Bank Dalam Proses" alt="jabat%20tangan Akuisisi Empat Bank dan Merger Dua Bank Dalam Proses" />Di tengah perkonomian indonesia mulai stabil ada beberapa bank yang ingin melakukan yakni diantaranya akuisisi Bank Harfa oleh Bank Panin, Bank Sinar Harapan oleh Bank Mandiri, Bank Amin oleh Wisart Investment, dan Bank Sriparta oleh Mercy Corp dalam rangka pemenuhan modal inti minimal Rp 80 miliar. Akusisi tersebut masih dalam proses oleh Bank Indonesia (BI).<span id="more-117"></span></p>
<p>Selain proses akuisisi tersebut, diproses pula izin merger Bank Windu Kencana dengan Bank Multicor. Dikutip dari media cetak harian ibukota Direktur Perizinan dan Pengaturan Perbankan Yang Ahmad Rizal di Jakarta kemarin mengatakan &#8220;Mudah-mudahan minggu depan bisa kita keluarkan izinnya,&#8221; .</p>
<p>Seperti diberitakan, bahwa bank-bank bermodal kurang harus memenuhi ketentuan modal minimal Rp 80 miliar pada 31 Desember 2007. Untuk memenuhinya, bank tersebut bisa diakuisisi untuk ditambah modal, merger, atau disuntik modal oleh pemegang sahamnya sendiri. Proses tersebut mesti dipenuhi paling lambat 31 Desember 2007. Namun, prosesnya dapat diselesaikan paling lambat 31 Maret 2008.</p>
<p>Yang mengatakan, meski izin belum keluar, bank-bank yang telah diakusisi telah menyetorkan modal ke rekening antara (escrow account) dan Izin keluar sangat bergantung kelengkapan dokumen. Karena kelangkapannya itu lama, seperti pernyataan modalnya dari mana, kemudian fit and proper test.</p>
<p>Sementara izin merger sudah diberikan kepada Bank Arta Niaga Kencana (ANK) dengan Commonwealth Bank, serta Bank Index Selindo dengan Bank Harmoni. Untuk Bank Persyarikatan Indonesia dan Bank Alfindo, akhirnya disuntik modal oleh pemegang sahamnya sendiri.</p>
<p>Kepala Biro Stabilitas Sistem Keuangan BI Wimboh Santoso mengatakan, bank-bank kecil memang harus melakukan konsolidasi. Sebab, jika tidak mereka akan kalah bersaing dan bermasalah. &#8220;Kalau bank bermasalah, moral hazard-nya besar. Sebab, pemiliknya akan memprotek kepentingan individunya,&#8221; ujar beliau.</p>
<p>Wimboh menambahkan, penetapan modal minimal terbukti mampu membuat bank-bank kecil kian cantik sehingga membuat investor tertarik. &#8220;Kalau tidak kuat menambah modal, nanti dikonsolidasikan,&#8221; kata Wimboh. Konsolidasi itu bukan sekadar untuk mengurangi jumlah bank, namun untuk memperkuat perbankan dan meningkatkan kepercayaan pemegang saham atas berlangsung korporasi. [yos/balance]</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://balancepers.com/bankir-bumn-siap-hadapi-bank-asing/" rel="bookmark">Bankir BUMN Siap Hadapi Bank Asing</a></li><li><a href="http://balancepers.com/bi-terus-kaji-insentif-pajak-bagi-bank-merger/" rel="bookmark">BI Terus Kaji Insentif Pajak Bagi Bank Merger</a></li><li><a href="http://balancepers.com/akhir-2007-npf-bank-syariah-di-bawah-5/" rel="bookmark">Akhir 2007, NPF Bank Syariah di Bawah 5%</a></li><li><a href="http://balancepers.com/2008-target-syariah-sulit-tercapai/" rel="bookmark">2008, Target Syariah Sulit Tercapai</a></li><li><a href="http://balancepers.com/iai-akan-mensyahkan-psak-asuransi-syariah/" rel="bookmark">IAI akan mensyahkan PSAK Asuransi Syariah</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balancepers.com/akuisisi-empat-bank-dan-merger-dua-bank-dalam-proses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berlanjutnya Investasi SingTel</title>
		<link>http://balancepers.com/berlanjutnya-investasi-singtel/</link>
		<comments>http://balancepers.com/berlanjutnya-investasi-singtel/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jan 2008 16:02:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoshi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balancepers.com/berlanjutnya-investasi-singtel/</guid>
		<description><![CDATA[Singapore Telecommunications Limited (SingTel)? SingTel Merupakan perusahaan telekomunikasi dari negeri singa (Singapura) yang melakukan pembelian saham PT Telkomsel dan merupakan anak perusahaan dari Temasek Holding yang membeli saham Indosat pada tahun 2003 melalui anak perusahaannya juga yakni ST Telemedia. SingTel tidak akan mencabut investasinya di PT Telkomsel, perusahaan telepon seluler terbesar di Indonesia, walaupun terganjal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Singapore Telecommunications Limited (SingTel)? SingTel Merupakan perusahaan telekomunikasi dari negeri singa (Singapura) yang melakukan pembelian saham PT Telkomsel dan merupakan anak perusahaan dari Temasek Holding yang membeli saham Indosat pada tahun 2003 melalui anak perusahaannya juga yakni ST Telemedia. SingTel tidak akan mencabut investasinya di PT Telkomsel, perusahaan telepon seluler terbesar di Indonesia, walaupun terganjal keputusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Akibat ada indikasi memonopoli pasar telekomunikasi selular di Indonesia sehingga terjadi persaingan tidak sehat namun Singtel tetap memandang bisnis telekomunikasi di Indonesia berkembang cepat dan kompetitif.<span id="more-116"></span></p>
<p>Dikutip dari Media cetak harian CEO International Singtel, Lim Chuan Poh, dalam telekonferensi yang dilakukan dari Singapura di kantor pengacara Hadiputranto, Hadinoto, and Partners (HHP) mengatakan &#8221;Kita komitmen investasi di Telkomsel yang bisnisnya berjalan bagus. Kita akan tetap memberikan layanan telekomunikasi yang terbaik bagi publik Indonesia,&#8221;</p>
<p>KPPU pada 19 November 2007 lalu memutuskan bahwa Temasek Holding telah melakukan praktik monopoli dengan memiliki saham di beberapa perusahaan yang menpunyai bisnis dan pasar yang sama yaitu PT Telkomsel dan PT Indosat Tbk. KPPU menyatakan BUMN milik pemerintah Singapura itu melanggar UU Nomor 5/1999 tentang Larangan Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Oleh karena itu, KPPU meminta Temasek untuk melepaskan sahamnya di Telkomsel atau Indosat yang sahamnya dipegang anak usaha Temasek yaitu SingTel dan ST Telemedia. Temasek sendiri menguasai 54 persen saham Singtel, sementara Singtel memiliki 35 persen saham Telkomsel melalui Singapore Telecom Mobile Pte Ltd (SingTel Mobile). SingTel dan SingTel Mobile telah mengajukan keberatan atas keputusan KPPU ke PN Jakarta Selatan pada 19 Desember 2007 lalu.</p>
<p>Lim juga menambahkan, bisnis telekomunikasi di Indonesia saat ini diwarnai persaingan yang sangat agresif. Hal tersebut menyebabkan harga semakin turun. &#8221;Bahkan ada operator yang menawarkan biaya nol rupiah. Kita akan tetap melanjutkan kompetisi di pasar Indonesia,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara itu, Senior Vice President Nera Economic Consultant, William Taylor, menjelaskan bahwa konsumen Indonesia menikmati persaingan ketat bisnis telekomunikasi. Dia juga membantah bila biaya telekomunikasi di Indonesia tergolong lebih mahal dibandingkan negara tetangga. dia mencontoh, biaya komunikasi seluler rata-rata untuk percakapan tiga menit di waktu puncak, di Indonesia hanya 0,1 dolar AS sementara di Malaysia 0,4 dolar AS dan Brunei Darussalam 0,7 dolar AS. Sedangkan di Thailand 0,38 dolar AS, India 0,05 dolar AS, Singapura 0,4 dolar AS, dan Vietnam 0,45 dolar AS. &#8221;Biaya rata-rata di Indonesia justru lebih rendah dibanding rata-rata negara lain,&#8221; kata dia.</p>
<p>Penasehat hukum Singtel dari Singapura, Sundaresh Menon, dari kantor pengacara Rajah and Tann, mengatakan bahwa kasus ini lemah. Kata dia, KPPU tak mempunyai dasar kuat untuk menyatakan bahwa Singtel menguasai saham mayoritas di Telkomsel yang akan menjadi pengontrol bisnis. &#8221;Telkomsel dan Telkom sudah menyatakan bahwa Singtel bukan pengontrol Telkomsel,&#8221; ujar dia.</p>
<p>Selain itu, sambung Menon, KPPU mendasarkan putusannya pada doktrin single economic entity terhadap Temasek. Menon menegaskan bahwa doktrin ini tak dikenal di Indonesia. Lagi pula Temasek dan Singtel tak bisa disebut sebagai entitas tunggal. [yos/balance]</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://balancepers.com/carrefour-akuisisi-alfa-supermarket/" rel="bookmark">Carrefour Akuisisi Alfa Supermarket</a></li><li><a href="http://balancepers.com/akusisi-sigma-cipta-direspons-positif/" rel="bookmark">Akusisi Sigma Cipta Direspons Positif</a></li><li><a href="http://balancepers.com/bankir-bumn-siap-hadapi-bank-asing/" rel="bookmark">Bankir BUMN Siap Hadapi Bank Asing</a></li><li><a href="http://balancepers.com/market-pc-nasional-dikusai-acer/" rel="bookmark">Market PC Nasional dikusai Acer</a></li><li><a href="http://balancepers.com/telkom-akuisisi-sigma-cipta/" rel="bookmark">Telkom Akuisisi Sigma Cipta</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balancepers.com/berlanjutnya-investasi-singtel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
