<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Surat Kabar Online Mahasiswa Balance &#187; Akuntansi</title>
	<atom:link href="http://balancepers.com/category/akuntansi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://balancepers.com</link>
	<description>Media Komunikasi Mahasiswa</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Apr 2010 18:56:35 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Awal 2012 &#8220;Kiamat&#8221; bagi akuntan, Is it true?</title>
		<link>http://balancepers.com/awal-2012-kiamat-bagi-akuntan-true/</link>
		<comments>http://balancepers.com/awal-2012-kiamat-bagi-akuntan-true/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 03:23:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bintan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[Akuntan]]></category>
		<category><![CDATA[Appraisal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balancepers.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin sekarang ini angka 2012 sangatlah populer, bahkan mampu mengalahkan popularitas SuperAnggodo. Film yang berjudul 2012 itu pun laris manis di berbagai bioskop di Indonesia dan seluruh dunia. Akuntansi pun tidak luput dari angka 2012 yang sangat hebat itu.
Sebuah kabar yang mengejutkan di pagi hari, dosen kami berkata bahwa awal tahun 2012 akan menjadi &#8220;kiamat&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin sekarang ini angka 2012 sangatlah populer, bahkan mampu mengalahkan popularitas SuperAnggodo. Film yang berjudul 2012 itu pun laris manis di berbagai bioskop di Indonesia dan seluruh dunia. Akuntansi pun tidak luput dari angka 2012 yang sangat hebat itu.</p>
<p>Sebuah kabar yang mengejutkan di pagi hari, dosen kami berkata bahwa awal tahun 2012 akan menjadi &#8220;kiamat&#8221; bagi profesi akuntan. Kami bertanya-tanya, mengapa bisa begitu. Apakah pada tahun itu profesi akuntan sudah tidak diperlukan lagi atau tenaga akuntan sudah habis. Kabar di pagi itu sedikit tidak enak di dengar oleh kami yang akan menjadi tenaga akuntan.<span id="more-162"></span></p>
<p>Dosen kami menjelaskan, mengapa awal tahun 2012 dapat disebut menjadi &#8220;kiamat&#8221; bagi profesi akuntan adalah bahwa pada awal tahun 2012 profesi akuntan tidak dapat bekerja sendiri, tetapi membutuhkan bantuan dari appraisal.</p>
<p>Appraisal adalah tenaga memberikan suatu estimasi dan pendapat atas nilai ekonomis suatu properti, baik harta berwujud (tangible assets) maupun harta tidak berwujud (intangible assets), berdasarkan hasil analisis terhadap fakta-fakta yang objektif dan relevan dengan menggunakan metode dan prinsip-prinsip penilaian yang berlaku.</p>
<p>Jadi, tenaga appraisal sangat diperlukan tetapi tenaga appraisal di Indonesia sangatlah kurang. Saat ini di Indonesia yang luas seperti ini, tenaga appraisal hanya ada 34 orang, sedangkan di Yogyakarta tenaga appraisal hanya 1 orang. Saat ini mungkin kebanyakan orang kurang mengenal dengan tenaga appraisal dikarenakan belum banyak yang membutuhkan tetapi mungkin pada tahun 2012 tenaga appraisal adalah pekerjaan yang cukup menjanjikan karena banyak dibutuhkan.</p>
<p>Jadi, apa yang harus kita lakukan sebagai calon tenaga akuntan di masa yang akan datang? Ditambah lagi, pada tahun 2010 ini akan dimulai menggunakan IFRS (International Financial Reporting Standart) pengganti dari PSAK yang selama ini kita gunakan di Indonesia.</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://balancepers.com/iai-akan-mensyahkan-psak-asuransi-syariah/" rel="bookmark">IAI akan mensyahkan PSAK Asuransi Syariah</a></li><li><a href="http://balancepers.com/27/" rel="bookmark">Butuh 2 Ribu Auditor</a></li><li><a href="http://balancepers.com/tsunami-dam/" rel="bookmark">TSUNAMI DAM</a></li><li><a href="http://balancepers.com/musik-indonesia-2007-maju-jalan-di-tempat-atau-malah-mundur-1/" rel="bookmark">Musik Indonesia 2007 : Maju, Jalan di Tempat, atau Malah Mundur? (1)</a></li><li><a href="http://balancepers.com/alternatif-usaha-mahasiswa/" rel="bookmark">Alternatif Usaha Mahasiswa</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balancepers.com/awal-2012-kiamat-bagi-akuntan-true/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sistem Akuntansi Pemerintah Kacau</title>
		<link>http://balancepers.com/47/</link>
		<comments>http://balancepers.com/47/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Dec 2007 09:18:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>LPM Balance</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akuntansi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balancepers.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[SURABAYA &#8211; Para akuntan menilai wajar jika banyak laporan keuangan lembaga pemerintah dan negara yang dinyatakan disclaimer. Sebab, mulai dari sistem perencanaan, pencatatan, pelaksanaan hingga pengawasannya tidak mencerminkan sistem akuntansi lembaga publik yang seharusnya.
Guru besar ilmu akuntansi FE Unair Tjiptohadi Sawarjuwono mengatakan, Depkeu memang sudah memberikan acuan standar akuntansi pemerintah (SAP) berupa laporan keuangan berbasis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><img src="http://ppa.fe.ugm.ac.id/modules/siteadmin/images/449a47e3194f0.jpg" align="left" height="253" width="204" title="Sistem Akuntansi Pemerintah Kacau" alt="449a47e3194f0 Sistem Akuntansi Pemerintah Kacau" /><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">SURABAYA &#8211; Para akuntan menilai wajar jika banyak laporan keuangan lembaga pemerintah dan negara yang dinyatakan disclaimer. Sebab, mulai dari sistem perencanaan, pencatatan, pelaksanaan hingga pengawasannya tidak mencerminkan sistem akuntansi lembaga publik yang seharusnya.</span><o:p></o:p></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Guru besar ilmu akuntansi FE Unair Tjiptohadi Sawarjuwono mengatakan, Depkeu memang sudah memberikan acuan standar akuntansi pemerintah (SAP) berupa laporan keuangan berbasis kinerja. Tetapi </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">role yang dibuat oleh otoritas fiskal itu dinilainya masih dalam tataran umum. &#8220;Misalnya untuk belanja barang, harus jlentreh menjelaskan prosedur pembelian plus pencatatannya. Yang ada sekarang masih rawan terjadi mark up, akibatnya </span><span id="more-47"></span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">alokasi anggaran banyak yang menguap,&#8221; ujarnya kepada Jawa Pos, kemarin (28/11).</span><o:p></o:p></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Menurut pria yang masih menjabat sebagai ketua Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Jatim itu, banyak kesalahan persepsi dalam benak para birokrat mulai pusat hingga daerah dalam memaknai peningkatan kinerja dalam sebuah perencanaan anggaran. &#8220;Orientasinya kebanyakan pada persentase kenaikan nilai rupiah. Bukan pada esensi aktivitas yang akan disusun,&#8221; katanya.</span><o:p></o:p></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Tjipto mengatakan, seharusnya dalam setiap perencanaan anggaran yang diutamakan adalah kegiatan yang mempunyai nilai tambah atau produktif. &#8220;Kalau tidak ada nilai tambahnya bagi khalayak, maka tidak boleh dilakukan,&#8221; ujarnya.</span><o:p></o:p></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Kemudian budaya ’harus’ menghabiskan anggaran agar tidak dianggap gagal dalam sebuah kinerja tidak boleh dibiarkan terlalu lama menjadi yurisprudensi dalam sebuah sistem pelaporan. &#8220;Jika diamati, di akhir tahun ini banyak kegiatan-kegiatan pemerintahan yang dilakukan di Jakarta atau di hotel-hotel mewah. Tujuannya ya untuk menghabiskan anggaran,&#8221; katanya.</span><o:p></o:p></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Yang tidak kalah pentingnya juga, kata Tjipto, adalah komitmen setiap pimpinan di setiap instansi pemerintah untuk bertindak tegas jika ada nuansa penyimpangan mulai dari perencanaan anggaran hingga pengawasannya. &#8220;Mereka harus bisa membuat satuan pengawasan sendiri di internalnya dan menertibkan pencatatan dalam setiap kegiatan sehingga kinerjanya bisa diukur,&#8221; ujarnya.</span><o:p></o:p></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Di samping itu, pimpinan di instansi pemerintahan harus mengetahui laporan neraca lembaga yang dipimpinnya. Jangan hanya menyerahkan masalah keuangan pada bagian keuangan saja. &#8220;Banyak kepala-kepala dinas yang tidak tahu ketika ditanya tentang assetnya. Repotnya juga, belum banyak yang mempunyai kemampuan membuat laporan neraca dengan baik,&#8221; terangnya.</span><o:p></o:p></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Menurut dia, masalah pengawasan yang belum bisa optimal salah satunya karena sumber daya manusia yang ada di tiap-tiap Badan Pengawas yang tidak memiliki kompetensi yang memadai. &#8220;Minimal untuk mengawasi laporan keuangan itu harus mempunyai pengetahuan terhadap accounting. Banyak di daerah yang diisi sarjana sosial, politik, bahkan agama,&#8221; katanya.</span><o:p></o:p></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Dalam hal pengawasan lewat mekanisme audit keuangan dan audit kinerja dia mengusulkan agar ada sinkronisasi antara BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan). Di samping diberikan peran yang lebih besar dalam mengawasi keuangan negara. &#8220;Nantinya peran BPK lebih ke audit keuangan dan BPKP ke audit kinerja,&#8221; katanya. (kia)</span><o:p></o:p></p>
<p style="text-align: justify"><a rel="nofollow" href="http://balancepers.com/goto/Jawa_Pos_/47/1">Jawa Pos </a><o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><o:p> </o:p></p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://balancepers.com/27/" rel="bookmark">Butuh 2 Ribu Auditor</a></li><li><a href="http://balancepers.com/17/" rel="bookmark">Filateli: “The 1847 Two Pence Mauritius Post Office”</a></li><li><a href="http://balancepers.com/acton-figure-ultimate-bumblebee/" rel="bookmark">Acton Figure: Ultimate Bumblebee</a></li><li><a href="http://balancepers.com/57/" rel="bookmark">Kondom Bekas Impor Tak Berbahaya Didaur Ulang</a></li><li><a href="http://balancepers.com/kiat-berhenti-merokok/" rel="bookmark">Kiat Berhenti Merokok!</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balancepers.com/47/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
