Tag Cloud
Berita Terakhir

Alternatif Usaha Mahasiswa

Sudah gak jamannya lagi bagi mahasiswa independen seperti kita terus-terusan menggantungkan hidup pada kekayaan orang tua. Kalo buat membiayai kuliah sih masih wajar, tapi kalo buat jajan? Malu ah,minta orang tua terus. Paling gak kita pernah kepikiran dong, gimana ya caranya, biar bisa jajan dengan hasil keringat sendiri?

Tak heran jaman sekarang banyak mahasiswa yang termotivasi mencari penghasilan. Apa sih alternatif pekerjaan yang bisa dilakukan mahasiswa? Seperti yang sama-sama kita tahu, mahasiswa pasti punya banyak keterbatasan. Salah satu diantaranya ya, keterbatasan modal. Selain itu, mahasiswa seperti kita juga punya kewajiban utama yaitu  belajar. Jangan sampai dong, kita asyik bekerja, terus kuliahnya malah keteteran. Bukannya mau ngurangin biaya, eh malah nambah-nambahin, gara-gara harus ngulang mata kuliah yang nilainya jelek..!! hahaha.
Nah, disini ada beberapa alternatif usaha yang bisa kita lakukan, sambil tetep fokus di kegiatan belajar kita.

 

Menjual Barang

Menjual barang secara perorangan bisa dilakukan sewaktu-waktu. Contohnya aja, jual pakaian ke temen-temen. Kegiatan itu, tentu bisa dilakukan saat punya waktu luang. Cukup dengan menawarkan kepada teman-teman di kampus, menunjukkan barangnya, dan ketika ada yang suka dengan barangnya, transaksi pun terjadi. Selesai. Atau gak, bisa promosiin barang dagangan kita lewat facebook. Sekarang kan lagi ngetrend tuh, yang namanya bisnis online. Intinya, banyak banget barang yang bisa dijual, semua barang-barang yang bisa dipakai dan dikonsumsi, bisa diperjualbelikan. Yang penting pinter mencari tempat membeli barang tersebut dengan harga murah. Dan juga, harus tau bener sasaran pasar kita seperti apa, biar gak salah target.

 

Menjual Keahlian

Mahasiswa pasti punya keahlian yang bisa dijual. Contohnya, yang kuliah di bidang sastra bisa menawarkan jasa penterjemah. Yang kuliah di bidang komputer, banyak pilihannya. Yang menekuni studi teknik informatika bisa menjual jasa pembuatan software sederhana kepada perusahaan-perusahaan. Mereka yang kuliah akuntansi bisa mengajar akuntansi privat kepada anak-anak SMA. Yang gemar menulis, juga bisa membuat cerpen dan kirimkan ke media cetak. Yang kuliah di bidang sosial politik? Bisa mengirim artikel ke koran. Cuma jeleknya, kadang-kadang tidak semua mahasiswa memiliki rasa PD (percaya diri) yang cukup ketika mereka harus menjual keahliannya.

Membuka Usaha

Yang punya modal lebih, buka usaha bias dijadikan pilihan. Mulai dari toko kelontong, rental komputer atau tempat makan. Untuk menekuni usaha ini harus hati-hati, khususnya soal waktu. Maklum, usaha ini butuh waktu yang banyak. Terutama tahun-tahun pertama. Wah betapa repotnya jika memilih usaha ini. Harus kuliah dan menjalankan usaha yang butuh waktu dan tenaga yang banyak. Usaha ini pas dilakukan saat tugas-tugas kuliah tidak terlalu banyak.
Satu lagi yang harus diperhatikan adalah manajemen, baik ke dalam maupun ke luar yang baik.  Bagaimana cara untuk mengatur stok penjualan dan bagaimana memasarkan dan memperkenalkan usahanya kepada masyarakat luar.

 

Menjadi Karyawan

Pilihan lain adalah menjadi karyawan. Prinsipnya, sebagai karyawan akan menerima gaji tetap. Tapi banyak hal yang harus diperhatikan, seperti masalah waktu. Pasti tidak ingin, kan, kesibukan sebagai karyawan akan mengganggu kuliahnya? Jadi, bagi mereka yang kuliah hanya di pagi hari, mungkin bisa memilih untuk mencari pekerjaan sebagai karyawan yang hanya bertugas di siang hari. Atau, bagi mereka yang kuliah pagi dan siang, bisa bekerja sebagai karyawan pada usaha-usaha yang berjalan di malam hari, mislanya restoran atau wartel. Prinsipnya, bekerja sebagai karyawan tidak harus dilakukan 8 jam sehari dan tidak harus selalu dilakukan jam 9 sampai 5 sore. Yang namanya usaha kan banyak jenisnya. Bukan begitu?

 

Network Marketing

Alternatif yang juga bisa dijalankan oleh mahasiswa adalah dengan menjalankan usaha network marketing. Pada network marketing, si mahasiswa itu seperti sedang membuka toko, dan dia bisa mengajak banyak orang di sekililingnya untuk membuka toko juga seperti dia. Seperti layaknya toko, pada network marketing, si mahasiswa bisa mendapatkan penghasilan tambahan berupa keuntungan eceran dari penjualan barang. Selain itu juga bisa mengejar penghasilan lain berupa komisi jaringan. Nah, inilah yang biasanya “diincar”.

Enaknya network marketing, si mahasiswa bisa menjalankan usaha ini pada waktu-waktu yang memang dia inginkan. Bukan berarti dia tidak akan sibuk. Dia mungkin akan sibuk, tetapi waktunya biasanya fleksibel. Sudah begitu, modal uang yang dibutuhkan biasanya jauh lebih sedikit.

 

disunting dari berbagai sumber

Leave a Reply