Akhir 2007, NPF Bank Syariah di Bawah 5%
Kalangan perbankan syariah akan mengupayakan rasio pembiayaan nonlancar (non performing financing) bank syariah bisa di bawah 5 persen. Cara yang dilakukan adalah melakukan pelunasan, hapus buku hingga pemberian pembiayaan baru.
“Insya allah, pada akhir Desember, gross NPF perbankan syariah bisa di bawah 5 persen. Saat ini, bank syariah sedang melakukan restrukturisasi,” ujar Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Ahmad Riawan Amien di Jakarta, Minggu (23/12/2007).
Menurut Dia, langkah restrukturisasi yang dilakukan bisa memberi dampak positif bagi pengurangan rasio NPF bank syariah secara nasional. Selain itu, beberapa bank syariah melakukan upaya pelunasan hingga hapus tagih (write off).
Hal senada diungkapkan oleh Group Head BII Syariah Chairil A Azis. Dia optimistis, rasio NPF hingga akhir Desember bisa di bawah 5 persen. Hal ini disebabkan oleh pelunasan, hapus tagih (write off) hingga memberi pembiayaan baru.
“Biasanya, pada akhir tahun, rasio NPF cenderung turun. Bank syariah biasanya aktif menurunkannya melalui beberapa cara tersebut,” jelas Chairil.
Direktur Bank Syariah Mega Benny Witjaksono mengatakan, penurunan NPF dikarenakan total pembiayaan yang menjadi penyebut meningkat. Sedangkan total NPF yang menjadi pembilangnya relatif tetap. Selain itu, menjelang akhir tahun, bank syariah aktif melakukan restrukturisasi sehingga NPF bisa turun lagi.
“Akhir tahun biasanya akan turun lagi karena peningkatan jumlah pembiayaan baik oleh bank syariah yang ada maupun yang baru memulai operasional,” tandas dia.
Statistik Perbankan Syariah Bank Indonesia (BI) per Oktober menunjukkan rasio NPF mencapai 6,23 persen. Pembiayaan katagori lancar sebesar Rp23,176 triliun dengan market share 88,4 persen. Katagori kurang lancar sebesar Rp702,2 miliar atau 2,69 persen dan katagori dalam perhatian khusus sebesar Rp1,393 triliun atau 5,33 persen. Selain itu katagori diragukan sebesar Rp256, 2 miliar atau 0,98 persen dan macet Rp620,1 miliar atau 2,5 persen.
sumber: okezone.com
Filed Under: Ekonomi
