Archive for October, 2011
Konflik PAPUA makin membara
Nyaris bersaman dengan pidato Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) yang isinya relatif hebat itu di depan para menteri dan wakil meneteri hasil kocok ulangnya tersebut,justeru di wilayah paling timur dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)para aparat keamanannya melakukan sustu keblunderan yang memalukan . Tindakan-tindakan yang sebenarnya bisa dilakukan mereka ketika prosesi pembukaannya justeru dilakukan ketika penutupan Kongres Rakyat Papua yang ke 3,padahal dua hari sebelumnya mereka abaikan sambil dengan saksama menyaksikan acara pembukaannya ,meskipun dalam acara itu turut juga di kibarkan bendera bintang kejora dan bendera Zionis Israel.
Tindakan tegas aparat keamanan terhadap Kongres Rakyat papua yang ke 3 itu yang menyebabkan kembali merenggut korban jiwa,serta menangkapi sekitar 200 orang peserta kongres yang dihadiri paling tidak sekitar 2000 orang tersebut tentu saja akan segera mengundang kecaman masyarakat internasional yang sedang bersiap-siap merayakan Hut ke 66 PBB itu.
Padahal Kongres Rakyat Papua yang diadakan sejak Senin (17 Oktober 2011) yang dibuka dengan acara-acara yang salah satunya mengibarkan bendera bintang kejora dan bendera Zionis Israel itu sudah jelas kemana arah dan tujuanya ,namun aparat keamanan terkesan membiarkannya saja ataupun memang mereka sengaja melakukannya supaya pesan-pesan KOngres Rakyat papua yang belakangan diangganya “Makar” tersebut bisa tersosialisasinya dulu dan di ekspos oleh media nasional dan internasiona baru para penggagasnya ditangkap .
Sekiranyapun bendera bintang kejora itu ada yang menganggapnya sebagai budaya tradisi rakyat Papua hingga di biarkannya saja dikibarkan dalam acara pembukaan Kongres Rakyat Papua yang ke 3 ,lalu bagaimana dengan bendera Zionis Israel yang merupakan sebuah negara yang tidak diakui oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia ? Hal itu juga dilakukannya pada sat-saat SBY di Jakarta sedang mewanti-wanti kabinetnya yang sudah didramatisasikan berminggu-minggu lamanya itu.
Sekiranya aparat keamanan tersebut mengambil tindakan ketika awal pembukaan Kongres rakyat papua yang ke 3 itu tentu saja hal-hal tersebut bisa dihindari,ataupun para komandan di lapangan belum ada petunjuk dari atasan mereka hingga membiarkan acara tersebut berlangsung.Ketika hari terakhir Kongres Rakyat Papua ke 3 yang diakan di lapangan Zakeus,komplek kampus Sekolah Tinggi Teologi Tunas Harapan(STTTH)yang dihadiri sekitar 2000 peserta iru baru dianggap makar karena sudah mengantongi perintah , sehingga dengan tergesa-gesa mengambil tindakan represif yang kembali merenggut korban jiwa .
Kecamanpun mulai berdatangan dari para simpatisan organisasi Papua Merdeka dari luar negeri ,seperti yang diungkapkan oleh Amatius Dauw,Jubir Forum Internasional Papua (Melbourne,Australia) ,serta statement Ketua Dewan Adat papua,Forcorus Yaboisembut bahwa Kongres Rakyat papua itu merupakan upaya-upaya rakyat Papua dalam menuntut hak-haknya sebagai manusia.
Kerusuhan tersebut semakin menambah penderitaan warga Papua ,bahkan lebih tragis lagi kerusuhan tersebut terjadi seiring pemogokan ribuan karyawan Freeport yang belum diketahui kapan akan berakhir itu .Mereka masih memblokir akses jalur ke Freeport,yang sempat juga menelan korban jiwa dari kerusuhan itu disusul dengan serangkaian pemenbakan terhadap karyawan Freeport yang juga menelan korban jiwa . Kerusuhan-kerusuhan itu telah menambha deretan korban dari kerusuhan sebelumnya di Nafri,Koja-Adipura dan juga Puncak jaya .
Konflik sosial di Papua sebelumnya juga sudah mengundang dukungan dari para simpatisan OPM di luar negeri,yang mengadakan seminar di Universitas Oxford ,London,Inggris yang diselenggrakan oleh suatu badan advokasi internasional Papua Barat(International Lowers of West Papua)yang memseminarkan mengenai masalah-masalah Papua.Dan karena kerusuhan ini juga akan mengundang kecaman serupa kepada Indonesia,seiring semakin bertambahnya dukungan dan simpatisan kepada gerakan separatis di papua ,OPM tersebut.
Berdasarkan berbagai kecolongan atau pembiaran itu terdapat indikasi bahwa sebenarnya ditubuh aparat keamananaya sendiri sedikit banyak terdapat oknom-oknum yang pro separatisme ,sehingga dengan sengaja memanipulasi data-data intelejen untuk memperlambat dan menghambat kordinasi dalam jajaran hirarchi pemerintahan,khususnya dalam jajaran yang berkaitan dengan keamanan dan pertahanan.
Keberadaan bendera zionis Israel dalam acara pembukaan Kongres Rakyat Papua ke 3 itu bisa saja dianggap sesuatu kebetulan sifatnya,namun hal itu merupakan suatu isyarat dari sel-sel separatis OPM untuk mencari simpati dukungan dari Israel ,yang tentu saja agen-agen rahasia Mossad atau CIA dalam kaitannya sebagai reaksi keras terhadap intruksi SBY untuk meninjau ulang berbagai kontrak kerja dengan pertambangan – pertambangan asing yang sudah puluhan tahun menguras sumber daya alam Indonesia ,dan tentunya Paman Sam -Ben Gureon sebagai pemilik Freeport di Papua yang sejak April tahun 1967 sampai sekarang masih enggan bernegoisasi ulang dengan Indonesia.
Meskipun keberadaan Freeport yang beberapa kali diperpanjang kontrak kerjanya dengan rejim Orde baru yang sangat merugikan posisi Indonesia,serta warga Papua selain hanya merusak lingkungan alamnya yang semakin parah tersebut.Isyarat secara implisit tersebut sudah cukup bagi Paman Sam untuk mengingatkan Indonesia supaya tidak melakukan kaji ulang kontrok kerja dengan Freeport,sebagai imbalannya Washington tidak akan mengekspos masalah pelanggaran Ham yang terjadi dalam berbagai konflik di Papua .
Dalam konteks ini,maka pemerintah Indonesia perlu segera mengentaskan masalah-masalah di Papua tersebut.Langkah-langkah tersebut perlu ditempuh secara terpadu meliputi beberapa kementerian ,seperti Kemenlu,Mendagri,Menkertran,Menkumham,Menhan-BIN dan yang terkait lainnya untuk secara persuasif mengentaskan masalah tersebut.Mampukah kabinet hasil kocok ulang itu bekerja keras hingga bisa mengentaskan kompflik-komflik sosial di Papua itu.Kita tunggu saja.
Sumber:kompasiana.com
R.I.P Marco Simoncelli
Penunggang Honda, Marco Simoncelli disahkan meninggal dunia selepas terjatuh dan kepalanya dilanggar dua pelumba lain pada perlumbaan kategori MotoGP di Litar Sepang, sebentar tadi.
Sebelum itu, perlumbaan kategori berkenaan dibatalkan berikutan kemalangan yang menimpa pelumba Itali berkenaan yang terjatuh dan dilanggar Colin Edwards dan Valentino Rossi pada pusingan kedua perlumbaan terbabit.Topi keledar Simoncelli tercabut ketika kemalangan di selekoh 11 apabila beliau tergelincir dengan motosikalnya melintang di atas litar dan ketika itu menjadi laluan Edwards dan Rossi.Perlumbaan itu terus diberikan bendera merah dan Simoncelli yang kaku di atas litar terus dibawa ke pusat perubatan menggunakan ambulans.