Konflik PAPUA makin membara
Nyaris bersaman dengan pidato Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) yang isinya relatif hebat itu di depan para menteri dan wakil meneteri hasil kocok ulangnya tersebut,justeru di wilayah paling timur dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)para aparat keamanannya melakukan sustu keblunderan yang memalukan . Tindakan-tindakan yang sebenarnya bisa dilakukan mereka ketika prosesi pembukaannya justeru dilakukan ketika penutupan Kongres Rakyat Papua yang ke 3,padahal dua hari sebelumnya mereka abaikan sambil dengan saksama menyaksikan acara pembukaannya ,meskipun dalam acara itu turut juga di kibarkan bendera bintang kejora dan bendera Zionis Israel.
Tindakan tegas aparat keamanan terhadap Kongres Rakyat papua yang ke 3 itu yang menyebabkan kembali merenggut korban jiwa,serta menangkapi sekitar 200 orang peserta kongres yang dihadiri paling tidak sekitar 2000 orang tersebut tentu saja akan segera mengundang kecaman masyarakat internasional yang sedang bersiap-siap merayakan Hut ke 66 PBB itu.
Padahal Kongres Rakyat Papua yang diadakan sejak Senin (17 Oktober 2011) yang dibuka dengan acara-acara yang salah satunya mengibarkan bendera bintang kejora dan bendera Zionis Israel itu sudah jelas kemana arah dan tujuanya ,namun aparat keamanan terkesan membiarkannya saja ataupun memang mereka sengaja melakukannya supaya pesan-pesan KOngres Rakyat papua yang belakangan diangganya “Makar” tersebut bisa tersosialisasinya dulu dan di ekspos oleh media nasional dan internasiona baru para penggagasnya ditangkap .
Sekiranyapun bendera bintang kejora itu ada yang menganggapnya sebagai budaya tradisi rakyat Papua hingga di biarkannya saja dikibarkan dalam acara pembukaan Kongres Rakyat Papua yang ke 3 ,lalu bagaimana dengan bendera Zionis Israel yang merupakan sebuah negara yang tidak diakui oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia ? Hal itu juga dilakukannya pada sat-saat SBY di Jakarta sedang mewanti-wanti kabinetnya yang sudah didramatisasikan berminggu-minggu lamanya itu.
Sekiranya aparat keamanan tersebut mengambil tindakan ketika awal pembukaan Kongres rakyat papua yang ke 3 itu tentu saja hal-hal tersebut bisa dihindari,ataupun para komandan di lapangan belum ada petunjuk dari atasan mereka hingga membiarkan acara tersebut berlangsung.Ketika hari terakhir Kongres Rakyat Papua ke 3 yang diakan di lapangan Zakeus,komplek kampus Sekolah Tinggi Teologi Tunas Harapan(STTTH)yang dihadiri sekitar 2000 peserta iru baru dianggap makar karena sudah mengantongi perintah , sehingga dengan tergesa-gesa mengambil tindakan represif yang kembali merenggut korban jiwa .
Kecamanpun mulai berdatangan dari para simpatisan organisasi Papua Merdeka dari luar negeri ,seperti yang diungkapkan oleh Amatius Dauw,Jubir Forum Internasional Papua (Melbourne,Australia) ,serta statement Ketua Dewan Adat papua,Forcorus Yaboisembut bahwa Kongres Rakyat papua itu merupakan upaya-upaya rakyat Papua dalam menuntut hak-haknya sebagai manusia.
Kerusuhan tersebut semakin menambah penderitaan warga Papua ,bahkan lebih tragis lagi kerusuhan tersebut terjadi seiring pemogokan ribuan karyawan Freeport yang belum diketahui kapan akan berakhir itu .Mereka masih memblokir akses jalur ke Freeport,yang sempat juga menelan korban jiwa dari kerusuhan itu disusul dengan serangkaian pemenbakan terhadap karyawan Freeport yang juga menelan korban jiwa . Kerusuhan-kerusuhan itu telah menambha deretan korban dari kerusuhan sebelumnya di Nafri,Koja-Adipura dan juga Puncak jaya .
Konflik sosial di Papua sebelumnya juga sudah mengundang dukungan dari para simpatisan OPM di luar negeri,yang mengadakan seminar di Universitas Oxford ,London,Inggris yang diselenggrakan oleh suatu badan advokasi internasional Papua Barat(International Lowers of West Papua)yang memseminarkan mengenai masalah-masalah Papua.Dan karena kerusuhan ini juga akan mengundang kecaman serupa kepada Indonesia,seiring semakin bertambahnya dukungan dan simpatisan kepada gerakan separatis di papua ,OPM tersebut.
Berdasarkan berbagai kecolongan atau pembiaran itu terdapat indikasi bahwa sebenarnya ditubuh aparat keamananaya sendiri sedikit banyak terdapat oknom-oknum yang pro separatisme ,sehingga dengan sengaja memanipulasi data-data intelejen untuk memperlambat dan menghambat kordinasi dalam jajaran hirarchi pemerintahan,khususnya dalam jajaran yang berkaitan dengan keamanan dan pertahanan.
Keberadaan bendera zionis Israel dalam acara pembukaan Kongres Rakyat Papua ke 3 itu bisa saja dianggap sesuatu kebetulan sifatnya,namun hal itu merupakan suatu isyarat dari sel-sel separatis OPM untuk mencari simpati dukungan dari Israel ,yang tentu saja agen-agen rahasia Mossad atau CIA dalam kaitannya sebagai reaksi keras terhadap intruksi SBY untuk meninjau ulang berbagai kontrak kerja dengan pertambangan – pertambangan asing yang sudah puluhan tahun menguras sumber daya alam Indonesia ,dan tentunya Paman Sam -Ben Gureon sebagai pemilik Freeport di Papua yang sejak April tahun 1967 sampai sekarang masih enggan bernegoisasi ulang dengan Indonesia.
Meskipun keberadaan Freeport yang beberapa kali diperpanjang kontrak kerjanya dengan rejim Orde baru yang sangat merugikan posisi Indonesia,serta warga Papua selain hanya merusak lingkungan alamnya yang semakin parah tersebut.Isyarat secara implisit tersebut sudah cukup bagi Paman Sam untuk mengingatkan Indonesia supaya tidak melakukan kaji ulang kontrok kerja dengan Freeport,sebagai imbalannya Washington tidak akan mengekspos masalah pelanggaran Ham yang terjadi dalam berbagai konflik di Papua .
Dalam konteks ini,maka pemerintah Indonesia perlu segera mengentaskan masalah-masalah di Papua tersebut.Langkah-langkah tersebut perlu ditempuh secara terpadu meliputi beberapa kementerian ,seperti Kemenlu,Mendagri,Menkertran,Menkumham,Menhan-BIN dan yang terkait lainnya untuk secara persuasif mengentaskan masalah tersebut.Mampukah kabinet hasil kocok ulang itu bekerja keras hingga bisa mengentaskan kompflik-komflik sosial di Papua itu.Kita tunggu saja.
Sumber:kompasiana.com
R.I.P Marco Simoncelli
Penunggang Honda, Marco Simoncelli disahkan meninggal dunia selepas terjatuh dan kepalanya dilanggar dua pelumba lain pada perlumbaan kategori MotoGP di Litar Sepang, sebentar tadi.
Sebelum itu, perlumbaan kategori berkenaan dibatalkan berikutan kemalangan yang menimpa pelumba Itali berkenaan yang terjatuh dan dilanggar Colin Edwards dan Valentino Rossi pada pusingan kedua perlumbaan terbabit.Topi keledar Simoncelli tercabut ketika kemalangan di selekoh 11 apabila beliau tergelincir dengan motosikalnya melintang di atas litar dan ketika itu menjadi laluan Edwards dan Rossi.Perlumbaan itu terus diberikan bendera merah dan Simoncelli yang kaku di atas litar terus dibawa ke pusat perubatan menggunakan ambulans.
SBY Gelar Rapat Terbatas Mendadak Terkait Bom Solo
Jakarta – Rapat terbatas mendadak digelar Presiden SBY. Rapat terkait ledakan bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo.
Pantauan detikcom di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Minggu (25/9/2011), rapat diikuti Menko Polhukam Djoko Suyanto, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutanto dan Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Mabes Polri Komjen Imam Sudharwo. Wapres Boediono juga menyusul hadir ke rapat. Rapat berlangsung sejak pukul 16.00 WIB.
Rencananya, usai rapat terbatas, Presiden SBY akan menyampaikan keterangan kepada pers.
Menurut Jubir Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, melalui telepon, Presiden SBY mengutuk keras aksi teror yang sengaja dilakukan terhadap umat yang sedang beribadah. Apa pun motif dan alasan pelaku, tidak ada yang bisa dibenarkan dari sebuah tindak kekerasan dalam bentuk dan atas nama apa pun juga.
Lebih lanjut dikatakannya, Presiden SBY juga menyampaikan keprihatinannya terhadap korban-korban tidak berdosa yang kini menjalani perawatan di rumah sakit.
“Dipastikan negara akan menindak tegas dan menghukum siapa pun yang terkait dan bertanggung jawab atas kejadian tersebut,” tegas Julian.
www.detiknews.com
RI – Rusia Sepakati Kerjasama Energi Nuklir dan Kereta Api
Jakarta – Dua menteri bidang ekonomi dari Rusia dan Indonesia menyepakati kerjasama di empat sektor. Sektor yg bakal dijajaki antara lain pengembangan energi nuklir dan kereta api.
Hal ini disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Amir Sambodo kepada detikFinance, Sabtu (18/6/2011).
“Menko Perekonomian Hatta Rajasa bertemu dengan Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia, Elvira Nabiullina. Menko Perekonomian M.Hatta Rajasa menyampaikan empat bidang kerjasama Indonesia-Rusia,” tutur Amir.
Adapun keempat sektor yang menjadi bahan kerjasama adalah:
- Good security (ketahanan pangan)
- Enegi termasuk di dalamnya pengembangan energi nuklir untuk perdamaian
- Transportasi termasuk didalamnya kereta api
- Perdagangan dan investasi
“Pemerintah Rusia menyambut baik keempat bidang kerjasama tersebut,” kata Amir.
Dijelaskan Amir, Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia menyampaikan ketahanan pangan akan menjadi agenda utama dalam pertemuan APEC pada tahun 2012 di Rusia.
“Rusia mengajak pemerintah Indonesia untuk mematangkan topik ketahanan pangan menyongsong pertemuan APEC,” tukas Amir.
Hatta Rajasa memang tengah berada ke Rusia untuk menghadiri St.Petersburg International Economic Forum pada tanggal 16-17 Juni 2011.
Hatta akan menyampaikan presentasi tentang Asia Pacific Economic Cooperation (APEC): The Evaluation and Continuation of A Substantial Agenda.
Ia pun mengadendakan pertemuan dengan pengusaha pengusaha Rusia yang berminat berinvestasi di Indonesia, antara lain di sektor pertambangan dan Nickel smelter dengan rencana investasi mencapai US$ 6 miliar.
www.detikfinance.com
Imbas Kasus Citibank, DPR Evaluasi Kinerja Halim Alamsyah
Jakarta – Komisi XI DPR merekomendasikan Bank Indonesia (BI) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Deputi Gubernur Bank Indonesia yang membawahi bidang pengawasan Halim Alamsyah.
Pasalnya dua kejadian yang menimpa Citibank tidak lepas dari tanggung jawab Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah.
“Dalam kaitan pembobolan, DPR meminta BI melakukan evaluasi kinerja atas Deputi Gubernur BI bidang Pengawasan Perbankan. Ini perlu dievaluasi,” ujar Ketua Komisi XI Emir Moeis di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (7/4/2011).
Hal tersebut, lanjut Emir dilakukan sebagai upaya pertanggung jawaban BI selaku regulator. Kematian nasabah dan pembobolan dana, lanjut Emir juga sebagai bentuk lemahnya pengawasan BI.
Berikut beberapa rekomendasi DPR sebagaimana disampaikan Emir:
- Komisi XI meminta sanksi yang tegas kepada Bank Indonesia untuk Citibank sesuai dengan peraturan yang ada.
- Jasa pihak ketiga yakni penagih hutang (debt collector) harus menjadi bagian dari perusahaan, tidak boleh outsourcing. Untuk semua perbankan yang megeluarkan kartu kredit.
- Dalam kaitan pembobolan, Komisi XI meminta BI melakukan evaluasi kinerja atas Deputi Gubernur BI bidang Pengawasan Perbankan.
- Komisi XI meminta agar ada keterlibatan Pusat Pelaporan Analisis danTransaksi Keuangan (PPATK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengusut tuntas kasus pembobolan di perbankan di Citibank maupun dibank lain.
- Komisi XI meminta kepolisian untuk memeriksa sampai tuntas kasus pembobolan dan dugaan kekerasan di Citibank Indonesia.
(dru/dnl)
www.detik.com
Toshiba Siapkan Notebook 3D Bebas Kacamata
Jakarta – Melihat tampilan tiga dimensi (3D) kadang sering direpotkan dengan kacamata. Beruntung, kini sudah ada teknologi yang bisa membebaskan pengguna dari kacamata kala menikmati sajian gambar yang lebih hidup tersebut.
Hal inilah yang tengah dikembangkan Toshiba. Perusahaan asal Jepang itu dilaporkan tengah mempersiapkan notebook 3D yang bisa dinikmati tanpa kacamata khusus.
Dikutip detikINET dari Tg Daily, Kamis (7/4/2011), perangkat 3D bebas kacamata sejatinya sudah mulai tumbuh belakangan ini. Vendor konsol game Nintendo pun sudah mulai menggoda pasar dengan produk barunya, Nintendo 3DS.
Selain itu ada juga deretan produk lainnya semisal frame foto digital 3D, display kamera preview 3D, dan akan juga diikuti dengan smartphone dan tablet PC.
Toshiba sendiri sejatinya sudah memiliki notebook 3D dan menjajal peruntungannya di pasar dengan produk tersebut. Sayang, nasib baik kurang menaungi Toshiba kala itu, dengan hasil akhir yang kurang sukses.
Namun sepertinya dengan persiapan notebook 3D tanpa kacamata yang digadang-gadang akan diperkenalkan pada tahun 2011 ini, Toshiba masih belum patah arang untuk menaklukkan pasar.
( ash / fyk )
www.detik.com
Toshiba Siapkan Notebook 3D Bebas Kacamata
Jakarta – Melihat tampilan tiga dimensi (3D) kadang sering direpotkan dengan kacamata. Beruntung, kini sudah ada teknologi yang bisa membebaskan pengguna dari kacamata kala menikmati sajian gambar yang lebih hidup tersebut.
Hal inilah yang tengah dikembangkan Toshiba. Perusahaan asal Jepang itu dilaporkan tengah mempersiapkan notebook 3D yang bisa dinikmati tanpa kacamata khusus.
Dikutip detikINET dari Tg Daily, Kamis (7/4/2011), perangkat 3D bebas kacamata sejatinya sudah mulai tumbuh belakangan ini. Vendor konsol game Nintendo pun sudah mulai menggoda pasar dengan produk barunya, Nintendo 3DS.
Selain itu ada juga deretan produk lainnya semisal frame foto digital 3D, display kamera preview 3D, dan akan juga diikuti dengan smartphone dan tablet PC.
Toshiba sendiri sejatinya sudah memiliki notebook 3D dan menjajal peruntungannya di pasar dengan produk tersebut. Sayang, nasib baik kurang menaungi Toshiba kala itu, dengan hasil akhir yang kurang sukses.
Namun sepertinya dengan persiapan notebook 3D tanpa kacamata yang digadang-gadang akan diperkenalkan pada tahun 2011 ini, Toshiba masih belum patah arang untuk menaklukkan pasar.
( ash / fyk )
www.detik.com
8.721 Siswa di Pekalongan Akan Ikuti UN
03 Februari 2011 | 23:25 wib
Pekalongan, CyberNews. Jumlah peserta sementara yang akan mengikuti Ujian Nasional (UN) pada April mendatang sebanyak 8.721 siswa. Peserta UN tersebut terdiri atas 1.955 siswa jenjang pendidikan SMA/ MA/ SMALB, 2046 siswa SMK dan 4.720 siswa jenjang pendidikan SMP/ MTs/ SMPLB.
Jumlah ini berdasarkan verifikasi daftar nominasi sementara (DNS) peserta UN tingkat SMA dan SMP Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (dindikpora) Kota Pekalongan. Verifikasi DNS itu akan diperiksa kembali sebelum ditetapkan sebagai daftar nominasi tetap (DNT) peserta UN tahun ini.
“Verifikasi daftar nominasi sementara yang kami terima dari sekolah-sekolah pada 20 Januari lalu, kami kirim ke provinsi untuk diverifikasi dan ditetapkan sebagai daftar dominasi tetap,” terang Kabid SMP, SMA, kejuruan dan sederajat Dindikpora Kota Pekalongan Kadaryanto, Rabu (3/2).
Diperkirakan, minggu kedua Februari, daftar nominasi tetap sudah diumumkan ke sekolah-sekolah. Sebanyak 1.955 siswa SMA/MA/SMALB itu akan mengikuti UN pada 18 April hingga 21 April mendatang. Sementara, siswa SMK akan melaksanakan UN pada 18 hingga 20 April.
Menurut Kadaryanto, bagi siswa yang tidak mengikuti ujian utama karena sakit atau hal lain yang tidak bisa dihindarkan bisa mengikuti ujian susulan. “Untuk tingkat SMA/ MA/ SMALB, ujian susulan akan diselenggarakan pada 25 hingga 28 April. Dan, ujian susulan untuk SMK akan diselenggarakan pada 25 hingga 27 April,” paparnya.
Untuk UN SMP/MTs/ SMPLB akan diselenggarakan pada 25 hingga 28 April. Sedangkan ujian susulan akan dilaksanakan pada 3 hingga 6 Mei. .
( Isnawati / CN26 / JBSM )
sumber: www.suaramerdeka.com
Warga Pabelan Cemaskan Anak di Mesir
03 Februari 2011 | 23:59 wib
Ungaran, CyberNews. Konflik berkepanjangan yang terjadi di Mesir juga membuat masyarakat Indonesia merasa cemas. Sebab, banyak mahasiswa ataupun TKI (tenaga kerja Indonesia) yang bekerja di negara tersebut. Salah seorang yang merasa khawatir dengan gejolak di Mesir itu adalah Drs H Muhammad Hamdan (55) warga Desa Padaan, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang.
Kekhawatiran suami Ny Hj Muslika ini terjadi lantaran anaknya, Muhammad Farid Wajdi (23) yang menjalani studi di Universitas Al Asyhar Kairo, Mesir kini belum kembali ke tanah air. Menurut Hamdan, anaknya Farid tersebut sudah kuliah di Mesir sejak tahun 2007 lalu.
Yang bersangkutan studi di sana karena mendapatkan bea siswa dari Departemen Agama (kini Kementrian Agama) RI. Sekarang ini, anaknya tinggal menyelesaikan studi semester terakhir. Ujan pertama sudah dilalui bulan Januari 2011 lalu, tes kedua bakal berlangsung bulan November 2011 mendatang.
Sejak konflik di Mesir terjadi, tepatnya tanggal 25 Januari 2011 lalu, pihaknya mengaku terus melakukan kontak kepada anaknya tersebut. Namun, saat itu, telepon selulernya tak dapat dihubungi. “Saat kirim pesan SMS pun, anak saya tidak menjawabnya,” katanya, Kamis (3/2).
Hingga akhirnya, Hamdan mengaku mencoba menghubungi saudaranya, Alwy di Kota Jubel, Mesir. Beruntung, lewat saudaranya ini, diperoleh kabar anaknya sehat dan akan kembali ke Indonesia. Dia pun telah melakukan kontak dengan anaknya. Diakuinya, sempat terjadi kerusakan jaringan telepon di Kairo, Mesir akibat konflik tersebut.
Meskipun sudah mendengar anaknya sehat, Hamdan masih cemas menunggu kedatangan anak bungsunya dari tiga bersaudara tersebut. Ini karena kepulangannya ke Indonesia masih menunggu giliran.
Dari informasi dari anaknya, warga negara Indonesia yang dipulangkan ke tanah air terlebih dulu adalah ibu dan anak. Selanjutnya menyusul pelajar perempuan dan mahasiswi. Setelah itu, giliran pelajar pria dan mahasiswa.
( Royce Wijaya / CN26 / JBSM )
sumber: www.suaramerdeka.com
Belum Serahkan Data Ke KPK,Dirjen Pajak Berdalih Banyak Yang Harus Diserahkan
Jakarta – Permintaan KPK ke Dirjen Pajak mengenai data terkait kasus Gayus Tambunan belum juga dipenuhi. Dirjen Pajak Fuad Rahmany menyebut kelambatan tesrebut karena banyak yang harus disiapkan.
“Teman-teman di pajak harus nyiapain juga. Namanya juga ada 151 perusahaan, untuk satu perusahaan saja tebel,” ujar Fuad kepada wartawan usai bertemu dengan pimpinan KPK, Selasa (1/1/2011) malam.
Di samping itu, lanjut Fuad, untuk menyiapkan data tersebut, Ditjen Pajak terhalang birokrasi yang membuat penyiapan data tidak bisa dilakukan dengan segera. Data-data tersebut juga berasal dari sejumlah kantor wilayah di Ditjen Pajak.
“Itu dikumpulkan dari data Kanwil, jadi memang dalam proses pengumpulan datanya juga sudah lama. Kemudian masalah administratif itu juga harus kita penuhi,” paparnya.
Lalu kenapa Mabes Polri bisa mendapatkannya dengan cetak?
“Kalau Polri kan datang ke sana. Datanya gak persis samalah dengan yang diminta Polri, tapi ya hampir sama,” pungkas Fuad.
KPK yang saat ini tengah berada dalam tahap penyelidikan kasus Gayus Tambunan meminta data 151 perusahaan yang pernah ditangani terdakwa kasus mafia pajak tersebut. Surat permintaan data itu sudah dilayangkan ke Kemenkeu.
Namun sampai saat ini, Kemenkeu khususnya Ditjen Pajak belum juga memberikan data tersebut ke KPK. Untuk diketahui, Mabes Polri sudah lebih dulu meminta data yang kurang lebih sama ke Kementerian Keuangan.
www.detik.com